Teenage Boy Love

Teenage Boy Love
bab 23 : pentas


__ADS_3

saat menunggu tiba tiba Alvarez dkk pun datang


"eh eneng meli juga ikut ya" goda alex


"apaan sih lo" judes meli


"neng meli jangan judes judes dong, aa alex jadi sedih nih" ujar alex cemberut


"iuuu apa apaan sih lu" ujar rere


"apa lo ikut ikutan aja" sinis alex


"udah udah, mending ke kantin anak gue laper nih" ujar rara


yg membuat mereka semua tercengang


"ra lo ha-hamil" kaget alaska


"anak siapa? jangan bilang anak om om" tidur stevan


"siap bila sama aku, siapa yg hamilin kamu hah" ujar kaila


"kalian kenapa sih, maksud gue itu cacing yg ada didalam perut gue, astaga kolot banget sih lu pada" kesal rara


"ya gue kira" ujar alaska


"kira apaa hah, lo kira gue murahan" kesal rara


"ya maaf ra, lo jangan ngegas kali" ujar stevan


rara melirik mereka sinis


"ck, kantin" dingin Alvarez


mereka semua pun ke kantin


awas kalian secepatnya gue hancurin kalian pikir seseorang dia adalah qila


saat mereka sampai kantin mereka semua pun memekana makanan yg di pesan

__ADS_1


"weh" pekik alex dan stevan bersamaan


"apaan" ujar anta


"bos ini penting buat kalian" ujar anta


Alvarez mengerutkan keningnya yg berarti tak mengerti


"qila setelah sekian abad menghilang sekarang dia dateng lagi weh, di sekolah ini" ujar anta


"ya terus" santai alaska


"tolol lu, ya terus bisa aja dia ngeganggu hubungan mereka, gimana sih lo" ngegas anta


"gak usah ngegas jablai" ujar alaska


"kita tunggu aja, apa yg akan qila lakukan" ujar Alvarez dingin


mereka semua menghela nafas gusar


"dah lanjut makan aja, nanti kita urus soal qila qila an itu" ujar rara


mereka semua punengangguk lalu memakan nya lagi


"eh udah jam masuk, ck cepet amat" ujar alex


"tau tuh " gerutu alaska


"lo pada ke kelas, gue sama kaila bakal ke ruang OSIS" ujar Alvarez dingin


"ngapain" polos satya


"ngelamar kaila" enteng Alvarez


kaila yg mendengar menginjak spatu Alvarez


"ishh" ringis Alvarez


"ckeeeee si bosss" surak mereka

__ADS_1


"okey lah, babay kalian" ujar satya


"yuk" ajak Alvarez lalu menggenggam tangan kaila


saat kaila dan Alvarez sampai mereka langsung diskusi dengan staf OSIS lainnya untuk membahas pentas 2 minggu lagi


"mari kita mulai diskusi, sebelumnya apa kalian mempunyai ide, untuk mengadakan pentas nya" tanya Alvarez dingin


"mending pembukaan acara kita pentaskan tarian sambutan gimana" usul salah satu anggota osis-narayu maheska


"tari apa" tanya kaila


"ya tari sebutan khas bali,kak kaila kan agama Hindu pasti taulah tari apa yg cocok untuk penyambutan/pembukaan" ujar narayu


"setahu aku sih tari bhakti marga itu cocok untuk penyambutan atau pembukaan, dan mungkin membutuh beberapa murid lainnya " ujar kaila


"mm boleh, tapi kebanyakan sekolah ini agamanya itu berbeda beda, bagaimana kita mengadakan berbagai tarian, misalnya tarian dari bali, aceh, papua, dan sebagainya lah. bagaimana kak kaila dan kak Alvarez apa kalian setuju" tanya narayu


"aku setuju, itu ide bagus" ujar kaila


Alvarez pun mengangguk setuju


"oke untuk pembukaan udah, sekarang kita diskusikan tentang suatu kreasi.itu contohnya drama, dancer, Quis, dansa, atau adu gombal. dan kita bisa membagi beberapa kelompok, bagaimana" usul kaila


kalau gak masuk akal mohon dimaklumi,dan ini hanyalah fiksi jangan dibawa serius


pinter banget sih pacar gue pikir Alvarez


"aku setuju lebih baik adakan beberapa kreasi" ujar anggota osis-dewara angreenc


"yaitu dansa dan adu gombal, oh ya lagi satu dancer, ku kira itu pas untuk pentas" ujar dewara


"Mmm, baiklah, tolong atur semuanya dan kalian bantu dia" ujar Alvarez dan mereka pun mengangguk


"dan penutupannya kita akhiri dengan nyanyian bagaimana" usul kaila


"yaps aku setuju" ujar anggota osis-lena liana


"oke semuanya sudah kita bahas dan tinggal. kita persiapkan, mulai hari senin depan kita siapkan " putus Alvarez

__ADS_1


"ya al/kak" ujar mereka


mereka pun bubar dan ke kelas masing masing


__ADS_2