Teenage Boy Love

Teenage Boy Love
bab 19 : gak ada hubungan apa apa


__ADS_3

saat kaila ada di kamar


"kak, aku tau kok kamu banyak masalah tapi kenapa malah aku yg jadi sasaran amarah mu"ucap kaila kalau ke kamar mandi


setelah mandi ia pun mengganti baju dan turun ke ruang tamu


" dik sini duduk "ucap kenzo


" ya dad, kenapa "ucap kaila


" kamu kenapa hmmm, pipinya memar. pakaian nya juga tadi pas biibik ambil kok basah kenapa, ada masalah anak dady"ucap kenzo lembut


"Mmm g-gak kok dad, kaila gak ada masalah " ucap kaila


"jujur sayang " ucap kenzo mulai tegas


"jadi tadi kakk Alvarez marah sama kai tapi kaila gak tau apa masalah yg buat dia marah sama aku lalu kaila ke toilet terus ketemu temen kaila namanya qila, dia nampar kaila dan nyiram kaila untungnya Rere nyelametin kaila dan dibantu kak keenan dan kak kevin" ucap kaila panjang lebar


"ya sudah, papa bakal ngurus semuanya " ucap kenzo


"dad jangan, dady jangan marah ya sama kak Alvarez, kaila wajari aja kok orang Alvarez kakek nya udah tidak ada jadi mungkin itu jadi permicu permasalahan dia " ucap kaila


"dady gak marah sama dia sayang, dady marah sama siapa tu temen kamu wilayah ya qila dady akan buat dia di skorr oleh pihak sekolah" ucap kenzo


sedangkan kaila hanya menunduk


"sekarang kaila ke kamar ya sayang " ucap kenzo lembut


"ya dad " ucap kaila


skip


saat kaila sampai kamar dia pun tidur tiduran di kasurnya


"ishh bosen " ucap kaila


"ngapain ya, main game kali "ucap kaila


kaila pun memainkan handphone sampe tak menyadari pukul tengah sore


" dik"ucap kevin


"eh kak" kaget kaila


"udah mendingan, pasti sakit ya tadi siang abang udah marahin qila " ucap kevin


"iya, bang keenan mana kak" ucap kaila


"****** di sini sayang " ucap keenan


"emang lo ******, ****** banget malahan " ucap kevin


"ck, bacot lo"ucap keenan


" udahlah kita ke kamar ya dek"ucap kevin


dan diangguki kaila


"aku gak tau esok gimana tanpa kamu kak" ucap kaila


kaila pun beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri


saat sudah selesai membersihkan diri kaila keluar kamar dan menuju ke kamar sangat kakak

__ADS_1


"kak kevin kak keenan " ucap kaila


"iya" ucap kevin


"kaila mau beli novel anterin ya" ucap kaila


"ia, bentar kami siap siap dulu kamu tunggu dibawah ya" ucap kevin


lalu kaila pun turun menuju ruang tamu


"kaila mau kemana sayang " tanya kyesia


"kaila mau beli novel ma dianterin kak kevin sama kak keenan kok" ucap kaila


"mmmm ya udah hati hati ya nanti " ucap kyesia


"iya ma" ucap kaila


"mm, yaudah mama ke kamar dulu ya" ucap kyesia sedangkan kaila menaikan jari jempol nya


kyesia pun ke kamar kini kaila hanya sendiri di ruang tamu mewah itu


"keinget kak Alvarez deh, apa dia mikirin aku atau malah melupakan " ucap kaila pelan


"dik" ucap keenan mengejutkan kaila


"eh iya " ucap kaila


"abang udah siap nih yuk berangkat biar gak kemaleman " ucap keenan


"ia" singkat kaila


mereka bertiga pun ke toko buku novel


disana kila membeli 10 novel yg berbeda beda sedangkan kevin dan keenan hanya melihat lihat saja


"beli cafe yuk bang" ucap kaila


"boleh yuk" ucap keenan


"pasrah lah gue dibawa kemana mana " ucap kevin


kaila dan keenan tak menghiraukan kata kevin mereka berdua terus mencari tempat cafe yg enak dan barulah mereka menemukan


"tempat ini nyaman untung minum cafe deh dik" ucap keenan


"iya bang, yuk kesana " ucap kaila diangguki oleh keenan


sedangkan kevin hanya mengikuti kemana perginya kakak dan adiknya


saat di cafe mereka menunggu pesanan


tiba tiba mata kaila tertuju pada seseorang yaitu lea dan Alvarez disana lea bersandar dibahu Alvarez dan memegang tangan Alvarez


tiba tiba tanpa diminta dan tanpa dipaksa air mata kaila jatuh


lalu ia mengusapnya dengan kasar, dan dilihat oleh sang kakak


tega lo al udah bikin adik gue nangis, tunggu pembalasan gue pikir kevin


lo udah janji sama gue buat gak bikin kaila nangis tapi apa kenyataan nya lo bikin dia nangis, brengsek pikir keenan


"mas mbak ini pesanan kalian " ucap pelayanan itu

__ADS_1


"makasi mbak " ucap kevin


"dik, kamu makan aja ya dulu," ucap kevin


"emang abang mau kemana " ucap kaila


"ada lah, kamu gak perlu tau, gausah ikut oke" ucap keenan


sedangkan kaila pun mengangguk


lalu kevin dan keenan pun ke meja Alvarez


"woy al, bangsat lo" bentak kevin


"lo udah nyakitin adik gue, puas lo bikin adik gue nangis " ucap keenan


satu pukulan berhasil membuat bagian kiri bibir Alvarez berdarah


"dasar bajingan lu, mati aja lu, lu bilang bakal jaga adik gue mana omongan lu, dasar omongan manis " bentak kevin


"lu seharusnya beruntung punya kaila, dia setia sama lu tapi apa yg lu buat lo tega buat dia sakit brengsek lo" ucap keenan


"gue gak sengaja " ucap nya santai hal itu membuat kevin dan keenan geram dan marah sedangkan kaila (ya menangis lah dear ya kali gak sakit hati)


plak


tamparan itu berhasil mengenai Alvarez


kevin pun membabi buta pukulan itu sampai membuat Alvarez susah berdiri


"dari awal gak usah janji kalau gak bisa nempatin ***** " ucap kevin


"dasar, omongan doang serem akhlak lah minimal" cibir keenan


keenan dan kevin mengajak kaila pergi dari cafe itu


saat dimobil kaila berusaha untuk menahan tangisan itu


"kalau ingin nangis nangis aja sayang " ucap kevin lembut


mendengar tutur kata kevin tanpa sadar air mata kaila begitu deras melewati pipi yg mulus


"lain kali jangan percaya sama cowok " tegas keenan


sedangkan kaila hanya menunduk ia mengerti jika sang kakak sangat kecewa padanya


"udah ya kaila jangan pikirin kejadian tadi anggap kamu tidak melihat, kami gak mau kamu terluka baby " ucap kevin


"maafin kaila ya kak" ucap kaila lemah


"kaila kamu gak perlu minta maaf sama kami seharusnya laki laki brengsek itu yg minta maaf ke kita, karna membuat adik kesayangan kita nangis " ucap keenan meninggi


sedangkan kaila hanya menunduk


"udah bang, kasihan kaila " ucap kevin


"lo gak liat dia nangis karna buat,hah" bentar keenan


"bang gue tau lo emosional cobak lo tarik nafas dan hilangin stres lo itu" ucap kevin


"kita aja gak pernah sekasar itu sama kaila tapi dia bukan siapa siapa kaila malah kasar dasar Alvarez, kalau dia bukan ketua kita bakal gue bunuh tuh orang " ucap keenan


"sabar kak " ucap kevin

__ADS_1


tanpa peduli omongan kevin keenan terus mengemudi mobil dan sampe rumah


lalu keenan menyuruh kaila ke kamar


__ADS_2