
_" Kenapa, apa gue harus sembunyi sama identitas palsu terus "_
" Ya bukan gitu setidaknya coba untuk normal "
" Gue suka ko sama diri gue "
" Ri " panggil Vargo lirih
" Gue cuma khawatir sama masa depan Lo nanti RI " ujar Vargo lagi
" Apa yang di khawatirin, gue selalu siap apapun yang terjadi "
Vargo lelah menasehati dan selalu tak di dengarkan, vargo khawatir jika dia ngk ada gimana sama Riana.
" Vargo tenang aja, gak bakal ada yang curiga "
Vargo hannya diam.
" Mau bantu gue ngak, ngubur kepala mommy di bawah pohon belakang rumah "
" Emmm "
" Bawa kotaknya "
Mereka pun bergegas ke belakang rumah. Sesampainya di sana mereka menggali lubang yang begitu dalam butuh beberapa jam untuk menggali lubang.
Tanpa alas apapun Riana melempar kepala mommy nya kedalam lubang tersebut dan menguburnya, Vargo hannya melihat ia tak menegur toh dia juga ngak bakal di dengerin.
Di sisi lain Ikana menonton penguburan tersebut, Ikana memasang beberapa cctv kecil di rumah dan halaman Riana.
" Liat anak Lo, ngak bisa menghormati ibunya "
Daddy nya Riana hannya menangis melihat anaknya menguburkan kepala mommy nya secaya tidak layak.
" Anak kalian bener bener pisikopat sejati, dan dia harus di singkirkan "
Setelah penguburan, Riana dan Vargo langsung pergi memasuki rumah
" Apa rencana Lo " tannya Vargo
" Lo ngak perlu tau "
" Kenapa "
__ADS_1
Riana mendekat ke arah Vargo dan membisikan sesuatu
" Rumah gue di awasi, dan banyak cctv yang tak terlihat "
Vargo terkejut dan langsung menoleh ke sembarang arah dan melihat lihat di mana ada cctv tersebut
Dan dengan kesal Riana memukul kepala Vargo
" Jangan di cari bego nanti ketahuan kalo gue udah tau " bisik Riana pula
" Sorry gue penasaran juga kan, lu tau gue mau liat Kameranya " bisik Vargo juga
Di lain sisi, dua gadis sedang duduk sambil menonton
" Sudah gue duga "
" Apa "
" Dia udah tau "
" Dia pintar, dan ngak mungkin dia ngak tau "
" Terus gimana "
Ikana dan Laura terusenyusun rencana, selain karna dendam ia juga khawatir dengan orang sekitar. Mereka tak mau ada yang seperti mereka lagi, kehilangan banyak hal karna ulah satu orang.
Pukul 07.30 sekolah sudah ramai di mana murid murid di kelas mengerjakan PR nya yang kelupaan mengerjakan piket kelas.
Riana hannya duduk dan menonton, Vargo hari ini tidak masuk karna Ayahnya Tiba tiba sakit, Ayahnya Vargo sedang berlibur ke Bali sendiri
Jadi Vargo harus menjemput ayahnya.
Riana asik memainkan ponselnya dan tiba tiba ada yang memanggilnya dari arah pintu
" Ri " teriak Ikana
Riana tidak menjawab melainkan bangkit dan mendatangi Ikana
" Bolos yuk " bisik Ikana
Dan kebetulan Riana memang malas belajar ia hannya menganggukan kepalanya
" Kantin dulu kuy beli jajan "
__ADS_1
Riana hannya berdehem singkat
" Lo kenapa sih Ri "
" Gue, kenapa "
" Ya Lo kaya males jawab pertanyaan gue "
Mereka sudah sampai di kantin
" Pesan cepet " ujar Riana
Hingga beberapa menit Ikana sudah datang dan membawa sekantong besar jajan
" Ke mana kita "
" Ke ruftop aja " jawab Riana
" Okey ruftop"
Mereka menaiki tangga yang melelahkan itu, se sampainya di atas
" Hari cerah dan bagus untuk bunuh orang " gumam Riana
" Kenapa Ri "
" Lu ngak cape "
" Hah "
" Ngak cape ekting "
Ikana mulai menyadari arah pembicaraannya
" Ngak, gue suka ekting " ujar Ikana santai
" Ekting Lo bagus banget "
" Iya gue udah latihan "
" Dan apa tujuan Lo deketin gue, siapa Lo "
" Gue bagian dari kepingan masa lalu, Waktu itu terus berjalan maju dan tak pernah kembali ke belakang, jadi Lo udah lupa sama gue "
__ADS_1
Riana terus berfikir siapa gadis ini di masalalu nya.