Tentang Waktu

Tentang Waktu
13. KISAH LAMPU


__ADS_3

Beberapa tahun silam, tiga anak kecil sedang bermain main


" Valgo " panggil salah satu dari mereka


" Apa Lau "


" Cini deh jangan auh auh "


" Aku agi jaga Ria "


" Apain aga acu " ujar Riana kecil sinis


Sedangkan Laura kecil hannya bisa tertunduk sedih


" Acu aja yang ngedekat amu "


Tak ada respon Vargo kecil hannya fokus menatap Rina yang sedang menggali gali tanah


" Ria agi apa " tannya Vargo


" Gali uburan "


" Sapa ang inggal " tannya Laura kecil penasaran


" Ucing aku ati "


" Ko bisa " tannya Vargo lagi


" Aku tucuk isau "


Laura dan Vargo kaget mendengar itu


" Kamu unuh " tannya Laura


" Angan sembalangan alo omong " bentak Vargo kecil


Laura kecil terkejut mendengar bentakan dari tannya itu, tanggannya mulai gemeteran hingga air matanya benar benar menetes.


" Iya aku ang unuh " jawab Riana kecil santay


" Ria, bohong ya " tannya Vargo kecil


" Engak "


" Cenapa di bunuh "


" Bericik coalna "

__ADS_1


" Kan bisa acih aku "


" Engak kepicilan aku "


Melihat ke akrapan itu membuat Laura kecil sadar mau dulu atau sekarang ia tak pernah dianggap sebagai teman mereka.


" Woy "


" Eee kodok kejepit " kaget Laura


" Ngelamunin apa sih "


" Gue ingat masa dulu aja "


" Jangan ingat yang sedih sedih "


" Kenapa Lo dulu peduli sama gue "


" Ya menurut gue, lu sama kaya gue kita sebagai anak perempuan di keluarga itu ngak pernah di harapkan kehadiran nya "


" Tapi kenapa mereka tega "


" Mereka juga ngak waras "


Laura dan Ikana sekarang membenci orang dewasa yang tak bisa bersyukur atas apa yang di berikan tuhan kepada mereka.


Laura dan Ikana menjadi pribadi yang mandiri dan sukses di usia muda


Tapi dendam di hati mereka begitu melekat, mereka tak akn berhenti sebelum semuanya tercapai.


Di sisi lain


" Apa rencana Lo "


" Gue mau Lo cari tau tentang mereka "


" Okey "


" Dan manfaatkan Laura "


" Gue ngak mau berurusan sama dia lagi "


" Sayangnya masalah kita ada di Laura dan Ikana"


" Maksud Lo "


" Mereka sepupu "

__ADS_1


Vargo kaget mendengar itu


" Jadi Lo harus selidiki mereka berdua dan manfaatkan cinta Laura untuk Lo "


Setelah mengatakan itu Riana pergi, meninggalkan Vargo yang masih sibuk dengan pikirannya sendiri


Hari kemarin berganti menjadi hari ini, dimana Vargo masih saja memikirkan hal kemarin


" Apa gue manfaatin dia aja " monolognya


" Tapi masa gue nyakitin dia lagi "


" Dia udah cukup menderita "


" Tapi gue bakal lakuin apa pun demi Riana "


Vargo terus berdebat dengan dirinya sendiri...


Hingga keputusan di buatnya, ia akan tetap di samping Riana


Vargo menelpon seseorang..... Dan meminta bertemu di tepi danau


" Kenapa Lama " tannya Vargo


" Macet "


" Gue mau minta maaf "


" Buat semuanya, dan gue salah selalu ngebela Riana yang sudah ngak bener "


Laura terdiam, apa kah ini tulus atau hannya permainan belaka


" Ngak usah terlalu di pikirin yang penting sekarang Lo udah sadar " jawab Laura


Kini hannya ada keheningan diantara mereka


Hingga Vargo membuka suara


" Apa alasan Lo benci Riana selain ia pembunuh "


" Karna dia ngerasain kasih sayang semua keluarga gue "


" Hah " bingung Vargo


Laura menatap Vargo dalam


" Seandainya dia ngak datang hari itu dan ngak tinggal selama seminggu, gue ngak bakal benci dia "

__ADS_1


" Apa yang sebenernya terjadi, kenapa gue ngak inget "


" Lo ada waktu itu, Lo nyaksiin tanpa membantu sedikit pun, dan yang gue tau, tahun lalu Lo kecelakaan dan hilang ingatan "


__ADS_2