
_" Apa yang sebenernya terjadi, kenapa gue ngak inget "_
"_ Lo ada waktu itu, Lo nyaksiin tanpa membantu sedikit pun, dan yang gue tau, tahun lalu Lo kecelakaan dan hilang ingatan "_
" Mungkin Lo ngerasa Lo udah inget semua, tapi Lo belum ingat seutuhnya " ujar Laura lagi
Vargo hannya bisa terdiam, ia kira ia sudah ingat semuanya
" Ngak usah terlalu di pikirin, mungkin ngak seharusnya Lo ingat waktu itu"
Lagi lagi keheningan menerpa mereka berdua hingga waktu hampir gelap
" Gue mau pulang udah mau malem " ujar Laura tiba tiba
" Gue anter mau "
Laura bingung dan juga bahagia apakah ini jawaban atas penantiannya, tapi namanya juga wanita bilang ngak padahal mau.
" Gak usah gue bisa sendiri "
" Ngak papa gue anterin ya "
" Gue bawa motor sendiri "
" Ya ngak papa gue ikutin dari belakang "
" Ngerepotin lagi "
" Ngak ko "
" Yaudah kalo maksa "
Vargo pun pergi ke tempat mereka memarkirkan motor,
Laura hannya bisa dia,
"permainan apa lagi ini. Kenapa harus hati gue yang di mainin." Kata Batin Laura
Laura sudah tau semua ia hannya mengikuti jalan cerita seperti apa kedepannya
" Sejahat apa pun Lo ke gue, gue akn tetep sayang sama Lo, karna permintaan ibu Lo " lirihnya sambil menatap punggung Vargo dalam
" Cepet Lau "
__ADS_1
" Eh iya iya "
" Ngelamunin apa sih "
" Iya, heran aja gitu ko bisa Lo se care ini sama gue "
" Ya kan cuma niat mau memperbaiki tali silaturahmi kita"
Laura hannya berdehem, dan langsung menaiki motornya dan pergi lebih dulu
" Dia curiga sama gue Pastii " ujar Vargo
Sesampainya di depan rumah Laura
" Ini rumah Lo Lau "
" Iya "
" Gila kok bisa "
" Apa yang gak bisa di dunia ini, jika yang kuasa ingin maka jadi "
Vargo hannya mengangukkan kepalanya saja
" Boleh deh "
" Masuk "
" Lo sendirian di rumah ini "
" Iya"
" Ngak takut "
" Apa yang di takutin "
" Ya apa ke gitu "
" Lu mau minum apa "
" Air putih aja deh "
" Okey "
__ADS_1
Mereka berdua duduk di ruang tamu, sambil menonton tv
Hingga Vargo membuka suara
" Kenapa Lo suka sama gue? "
Laura yang mendengar pertanyaan itu menatap Vargo dalam
" Karna gue ingin "
" Maksud Lo "
" Ya karna gue ingin suka sama Lo bukan yang lain "
" Ngak jelas banget "
Laura tidak menanggapi omongan Vargo lagi, ia fokus menonton padahal pikirannya sudah melayang ke mana mana.
' gue sudah janji rahasiain ini dari Lo Var, maaf ngak bisa jujur '
Pikirannya begitu kacau, bahkan Hidupnya juga
" Gue mau pulang ya "
" Oh, yaudah hati hati "
" Iya "
Vargo pun menaiki motornya dan menyalakan mesin lalu melaju begitu cepat, sedangkan Laura tidak berhenti menatap punggung Vargo yang mulai menghilang di telan jarak.
" Andai Lo tau semuanya, Lo ngak bakal bisa maafin diri Lo sendiri " gumam Laura saat Vargo sudah benar benar menghilang dari pandangannya.
Ia pun masuk ke rumahnya dan menelpon seseorang
" Awasi dan jangan sampai lengah, tetap waspada, sampikan pada Ikana mereka sudah mulai bergerak $
" Baik "
Telpon pun di matikan dan ia kembali ke kamar dan menidurkan dirinya, Laura lelah hatinya begitu hancur sekarang .
" Semua kejadian itu sudah di susun sejak awal, tapi kenapa dan gimana bisa, padahal dia sama seperti aku waktu itu, kita masih anak anak, kenapa? "
ia terus bertanya pada dirinya sendiri kenapa bisa anak kecil merencanakan semua ini.
__ADS_1