Tentang Waktu

Tentang Waktu
tentang waktu


__ADS_3

Nenek menghela nafas "syal yang nenek pesenin, kamu bawa?"


gisa mengangguk dia lalu membuka tas yang tadi dibawanya


dia mendapati syal nya dan menyerahkanya pada nenek


"kamu tau arti syal ini bagi nenek??"tanya sang nenek


gisa menggeleng "memang apa artinya?"


"ini begitu berarti bagi nenek..."nenek memeluk syal itu dengan mata yang berkaca kaca


"nenek..."


nenek menyeka air mata yang mengalir kecil disudut matanya


gisa mendadak cemas namun nenek menggeleng" nenek baik baik saja gisa..."


"seperti halnya kamu ,nenek juga punya masa masa sma...dulu nenek seperti kamu..nenek dulu seriang kamu ,nenek punya banyak teman seperti kamu...nenek kakek buyutmu juga orang nya perhatian sama nenek sama seperti ibu dan ayah kamu..."ulas nenek mata nya menerawang jauh seolah dia ingin kembali kemasa itu


senyumnya yang keriput itu melebar seolah bahagia sedang menerpa dihati nya


"gisa...maka dari itu nenek sering bilang kepada kamu jangan suka menyepelekan perasaan seseorang..."tambah sang nenek

__ADS_1


"maksudnya??"


"nenek tau niat angga dari awal dia datang kerumah kita,hanya saja sifatnya yang santai seolah menutupi itu semua..."


gisa terdiam perasaan menyesal itu kembali menerpanya dikala fino sudah jelas mengecewakannya perasaan gisa bertambah sedih


angga memang bukan tipe cowok yang di idamkan gisa namun sikap nya sebagai seorang lelaki itu terlalu sempurna untuk gisa


"almarhum kakek mu dulu juga bukan lah lelaki idaman nenek...dia hanya seseorang yang berkenalan di depan gerbang sekolah dan nekad datang kerumah...sampai ketika nenek baru menyadari ...bahwa sebuah perasaan yang dicari cari jauh kemana mana...ternyata dia ada didepan mata.."


seloroh nenek seolah menyambung kata hati gisa yang sedang berkecamuk


"apa keadaan nya sama ?? apa almarhum kakek itu seperti angga??"tanya gisa bertubi tubi mereka terlarut dalam sebuah nostalgia sang nenek dengan diselimuti lampu redup diruangan itu


"almarhum kakek dulu adalah seorang siswa di sekolah sebelah sekolah nenek...sekolah kami bertetangga,sekolah kami selalu berlomba menjadi yang tedepan ...menjadi nomor satu.." nenek tersenyum bahagia seolah sosok kakek kembali duduk disampingnya


"kalian bertemu tanpa sengaja??"


nenek kembali tersenyum seolah senyum itu tak pernah putus "ya..dulu kami bertemu secara tidak sengaja..namun,jam pulang sekolah kami sama..di siang itu nenek dan atik teman sekelas nenek memang biasa nongkrong di abang abang yang jualan bakso didepan sekolah...disitu disediain bangku dan meja jadi anak anak yang lain juga favorit tuh nongkrong disitu"


nenek mendekap syal nya erat"kakek mu dulu sering di panggil boy...kala itu panggilan itu jadi trend nya,anak laki laki yang dipanggil boy kala itu identik dengan anak laki laki yang gaul dan supel juga banyak teman..."nenek menghela nafas ", siang itu nenek dan atik lagi makan bakso kami melahap bakso nya sambil ketawa ketawa riang...ngobrolin guru olah raga yang identik dengan beberapa jargon lucunya...kakek mu..duduk tepat disebelah nenek...dia lagi nunggu bakso yang dipesan dengan teman nya...secara tak sengaja saputangan disaku nya terjatuh..saputangan itu jatuh tepat didekat kaki nenek,nenek ga sadar itu ...nenek lagi asyik tertawa bersama atik yang lihay menirukan gaya guru olah raga,tanpa permisi kakek menunduk hendak memungut saputangan itu dan posisi badan nya seolah mendekati tempat dimana nenek duduk karena saputangan nya jatuh dekat kaki nenek,...nenek tersentak kaget dan menegurnya...lalu kakekmu tersentak dia menatap nenek dan meminta maaf dia berkata bahwa dia hanya mau ngambil saputangan itu...tapi,waktu itu nenek merasa perilaku kakekmu itu tidak sopan gerakan nya seolah mau menyentuh nenek...nenek marah seketika nenek berdiri dan menggertak kakekmu..yang sopan dong!..." sahut nenek menirukan ucapan nya waktu dulu


"lalu apa kata kakek ??..apa dia marah juga??" tanya gisa penasaran

__ADS_1


"kakekmu meminta maaf dia coba menjelaskan niat nya...atik juga coba nenangin nenek...maaf maaf aku cuma mau ambil saputangan aku jatuh tadi...di kaki kamu...aku udah permisi cuma kamu ga denger ,kamu asyik ngobrol sama temen kamu...,temen kakek kamu juga kaget kaget pas nenek sadar nenek nanya sama kakek kamu, saputangan mana??...kakek kamu jawab ...saputangan itu...tunjuknya pada kaki nenek yang ternyata saputangan itu udah di injek sama nenek..." nenek tertawa lepas


"rasa marah itu berganti jadi rasa bersalah nenek pada kakekmu...jadi nya saputangan itu nenek bawa pulang dan nenek cuci sampai bersih hingga esok nya dan esok nya lagi nenek terus bertemu dengan kakekmu...pertemanan kami itu jadi semakin erat seperti kamu dan angga,awalnya nenek hanya menganggap kakek sebatas teman..dia sering kerumah dia sering mengantar nenek dia sering ngajak nenek main karena sikap nya yang ramah maka kakek buyutmu suka sama kakek mu..."


"lalu...apa spesialnya syall itu??"


"syal itu adalah benda yang mau diberikan kakekmu ...dia membuat janji dengan nenek di sebuah danau tak jauh dari rumah nenek..danau itu jadi tempat paling romantis untuk pasangan pasangan remaja kala itu...namun nenek melewatkannya sama seperti kamu,nenek hanya mendengar dari danang teman kakek mu ..bahwa janji itu adalah janji yang sangat dipersiapkannya jauh jauh hari...tapi memang ujung ujung nya kami berjodoh kakekmu memberikan syal itu dihari tunangan kami setelah sekian lama kami lulus dari bangku sma...tapi,nenek selalu menyayangkan momen di danau saat itu,andai saja nenek datang...mungkin nenek bisa merasakan jadi wanita sesungguhnya...wanita yang tengah dinantikan oleh seorang lelaki,wanita yang dipilih hatinya oleh seorang lelaki....ya,itu hanya perasaan seorang wanita saja ...namun sampai saat ini kalau nenek ngga sengaja melamun nenek selalu menyayangkan waktu itu andai waktu bisa diulang kembali...tapi sayang kakek kamu juga udah dipanggil yang maha kuasa...terlebih dahulu,dan nenek hanya bisa mensyukuri kalau nenek berjodoh sama kakek mu" air mata itu kembali mengintip disudut mata nenek


nenek tersenyum getir mungkin perasaannya waktu itu sama dengan apa yang dirasakan oleh gisa kemarin


"syal ini sampai ditangan nenek dengan cara yang berbeda...namun dengan tujuan yang sama"


gisa terpaku dia teringat bunga mawar yang didapat nya dengan cara yang aneh...tapi dengan cara itu dia bisa mengetahui apa yang angga alami saat itu gisa juga bisa merasakan apa yang angga rasakan saat itu


kejadian aneh tapi nyata ,seperti mimpi atau seperti di negeri dongeng dengan sekejap mata gisa bisa memutar waktu mundur kebelakang bahkan gisa dapat mengalaminya sendiri...


ini tentang waktu,kisah nenek sama seperti kisah gisa ,itu adalah sesuatu yang berharga yang terlewatkan


tentu nya jika ada kesempatan nenek pun pasti ingin seperti gisa,bisa memutar waktu dan mengalaminya sendiri...


lalu apa gisa dapat mengubah sejarah nenek tanpa mengubah takdir nenek??


apa jam dinding antik itu bisa membantu gisa kembali??

__ADS_1


__ADS_2