Tentang Waktu

Tentang Waktu
suatu yang terlewatkan


__ADS_3

gisa menatap angga dari kejauhan ,angga hanya berdiri mondar mandir di taman itu


tak berapa lama sosok gisa melintas dengan wajah kesal dan tak bersemangat


"haahhhhh...."gisa terpekik


kepalanya menggeleng geleng tak percaya


ini adalah waktu sore tadi,...ini didalam mimpi?..artinya gisa begitu memikirkannya hingga terbawa mimpi??


mungkin benar begitu


dia menepuk nepuk kepala nya dan mencubit pipinya sebagaimana dilakukan kebanyakan orang...


tapi, tetap saja sulit diketahui...


terlihat sosok gisa berlalu setelah beberapa saat dia berbincang dengan angga


angga tertunduk dia terdiam


terlihat dia membuang sesuatu dan berlalu


gisa yang bersembunyi dibalik semak semak pun berlarian dia mencari sesuatu yang dibuang angga...


ternyata itu sebuah bunga mawar merah


dia memungut nya


dia ingat celotehan isa ditelfon tentang mawar itu,gisa menghela nafas


tiba tiba....dia melihat cahaya itu datang kembali,begitu kuat dan menyilaukan disertai tiupan angin yang begitu menyejukan hingga rambut panjang yang terurai itu tertiup dan seolah tubuh nya terangkat gisa merasa ia tengah melayang dibuai oleh cahaya dan angin yang semakin menjadi


gisa kebingungan mata yang silau itu memilih untuk terpejam menahan cahaya nya gisa terdiam dia menghela nafas hingga dirasa nya suasana begitu teduh dia baru membuka mata seolah terbangun dari tidur nya


dia terduduk,mata nya terbelalak gisa mendapati tubuhnya yang terduduk diranjang kesayangannya


"aku....bermimpi???" dia makin kaget seolah dia tidak bisa memahami ini semua


keringat dingin kembali menetes diantara tubuh nya,dan......


dia mendapati tangan kanan nya yang sedang menggenggam mawar merah


"haaaaahhhhh!!!!!?"


pekikan itu terdengar lebih keras dari semula


" tidak mungkin....ini bukan mimpi,kenapa aku bisa mengenggam mawar merah itu?"


"...lalu,apa benar aku kembali kemasa itu??" gisa hanya berusaha memahami ini semua sendiri dan memang dia belum mengerti kenapa waktu bisa berjalan mundur , dan kenapa ini semua seolah hanya mimpi?

__ADS_1


namun kemudian berubah ...ini bukan mimpi,gisa memang telah menerobos lorong waktu dan kembali ke sore itu


gisa menatap jam antik yang sedari tadi tergeletak dimeja dikamarnya


dia memegang nya


sekilas itu hanya jam antik biasa dengan model lama dan pernah digandrungi di tahunnya


tapi ,apa itu yang membawa gisa kembali kemasa sore itu?


pintu terketuk ibu muncul dari balik pintu


"gis...." ibu tersenyum menghampiri gisa


"nenek sakit...kayak nya harus dibawa kerumah sakit..."lanjutnya


"hah...nenek sakit bu??"


"cuma demam sih, tapi karna kondisi nenek udah lanjut usia ibu cuma khawatir aja...ibu fikir lebih baik kita kedokter aja.."


gisa mengangguk angguk..."iya lebih baik begitu aja bu...takut ada apa apa"


ayah gisa seorang wirausaha dia punya toko sembako dan membuka beberapa cabang...karna dia hanya punya beberapa asisten jadi kadang dia kewalahan mengelola usaha nya ,seperti saat ini ayah belum pulang padahal udah larut juga


"angga bisa antar kita ga kerumah sakit??"


tanya ibu gisa cuma gelagepan mengingat kondisi antara angga dan gisa sekarang


"coba telpon aja bu..."


"tolong telponin gis...ibu siap siap dulu"


"tapi....."


ibu keburu pergi berlalu


gisa hanya menggumam sedikit kebingungan karena keadaan nya jadi serba riskan


tapi...tanpa menunggu lama angga menjawab telpon dari gisa,gisa terhenyak dibuat nya


" ha...halo,angga?" tanya nya ragu


"ya gis,ada apa?"


"ibu minta tolong untuk di antar kerumah sakit...nenek sakit"kata gisa penuh keraguan


"nenek sakit??!" suara angga terdengar sedikit lebih keras


"iya"

__ADS_1


"tunggu aku kesana sekarang"


suara angga segera menghilang seperti nya di bersiap siap kerumah gisa


angga muncul dibalik pintu dengan wajah yang amat cemas dan penampilan nya yang tak kalah berantakan


tapi,seperti nya angga tak peduli semua itu


"nenek sakit apa,bu??" tanya nya begitu ibu tiba menyambutnya di depan pintu


"cuma demam ngga,tapi ibu takut kenapa kenapa sih soal nya nenek ga mau makan"


ibu memberikan kunci mobil pada angga" ayah nya gisa masih ada kerjaan di toko,jadi ibu minta tolong anterin ke rumah sakit ya ngga??"


"ya bu..."


gisa hanya mengintip dari pintu kamar dia menjadi enggan bertemu angga,tapi...


"gisa....,bantu ibu yuk..."gisa dan ibu membantu nenek untuk naik ke mobil


"gisa ikut ya ?... Biar rumah dikunci saja!"


ucap nenek pelan


"mmmm....tapi nek"


"biar ibu mu ada yang bantuin jagain nenek dirumah sakit


-----------$$$$$$$--------


alhasil.....


dua buah minuman kaleng itu seolah menjadi saksi bisu kekakuan mereka berdua malam itu di bangku lobby rumah sakit


sementara nenek sudah mendapat kan kamar dan ditemenin ibu


gisa dan angga terpaku,rasa nya tidak tau harus memulai dari mana


apa lagi gisa baru saja mengalami hal yang janggal namun terasa nyata dan mungkin itu nyata


"trimakasih untuk bunga mawar nya..aku suka" seloroh gisa terucap begitu saja


angga menatapnya "kamu...."


"aku menyimpanya...dan,maaf aku melewatkan sesuatu..." lanjutnya dengan nada agak sedikit bergetar


angga hanya terdiam seribu tanya seolah mengepung fikirannya


kejadian itu memang nyata ada nya ,waktu memberi kesempatan gisa untuk berjalan mundur ,memberi kesempatan gisa untuk dapat mengetahui segalanya....memberi tahu gisa bahwa ada perasaan yang sangat penting untuk dihargai...

__ADS_1


tapi....semua ini,apa karna jam antik itu???


__ADS_2