
gisa menatap angga dari kejauhan ,angga hanya berdiri mondar mandir di taman itu
tak berapa lama sosok gisa melintas dengan wajah kesal dan tak bersemangat
"haahhhhh...."gisa terpekik
kepalanya menggeleng geleng tak percaya
ini adalah waktu sore tadi,...ini didalam mimpi?..artinya gisa begitu memikirkannya hingga terbawa mimpi??
mungkin benar begitu
dia menepuk nepuk kepala nya dan mencubit pipinya sebagaimana dilakukan kebanyakan orang...
tapi, tetap saja sulit diketahui...
terlihat sosok gisa berlalu setelah beberapa saat dia berbincang dengan angga
angga tertunduk dia terdiam
terlihat dia membuang sesuatu dan berlalu
gisa yang bersembunyi dibalik semak semak pun berlarian dia mencari sesuatu yang dibuang angga...
ternyata itu sebuah bunga mawar merah
dia memungut nya
dia ingat celotehan isa ditelfon tentang mawar itu,gisa menghela nafas
tiba tiba....dia melihat cahaya itu datang kembali,begitu kuat dan menyilaukan disertai tiupan angin yang begitu menyejukan hingga rambut panjang yang terurai itu tertiup dan seolah tubuh nya terangkat gisa merasa ia tengah melayang dibuai oleh cahaya dan angin yang semakin menjadi
gisa kebingungan mata yang silau itu memilih untuk terpejam menahan cahaya nya gisa terdiam dia menghela nafas hingga dirasa nya suasana begitu teduh dia baru membuka mata seolah terbangun dari tidur nya
dia terduduk,mata nya terbelalak gisa mendapati tubuhnya yang terduduk diranjang kesayangannya
"aku....bermimpi???" dia makin kaget seolah dia tidak bisa memahami ini semua
keringat dingin kembali menetes diantara tubuh nya,dan......
dia mendapati tangan kanan nya yang sedang menggenggam mawar merah
"haaaaahhhhh!!!!!?"
pekikan itu terdengar lebih keras dari semula
" tidak mungkin....ini bukan mimpi,kenapa aku bisa mengenggam mawar merah itu?"
"...lalu,apa benar aku kembali kemasa itu??" gisa hanya berusaha memahami ini semua sendiri dan memang dia belum mengerti kenapa waktu bisa berjalan mundur , dan kenapa ini semua seolah hanya mimpi?
__ADS_1
namun kemudian berubah ...ini bukan mimpi,gisa memang telah menerobos lorong waktu dan kembali ke sore itu
gisa menatap jam antik yang sedari tadi tergeletak dimeja dikamarnya
dia memegang nya
sekilas itu hanya jam antik biasa dengan model lama dan pernah digandrungi di tahunnya
tapi ,apa itu yang membawa gisa kembali kemasa sore itu?
pintu terketuk ibu muncul dari balik pintu
"gis...." ibu tersenyum menghampiri gisa
"nenek sakit...kayak nya harus dibawa kerumah sakit..."lanjutnya
"hah...nenek sakit bu??"
"cuma demam sih, tapi karna kondisi nenek udah lanjut usia ibu cuma khawatir aja...ibu fikir lebih baik kita kedokter aja.."
gisa mengangguk angguk..."iya lebih baik begitu aja bu...takut ada apa apa"
ayah gisa seorang wirausaha dia punya toko sembako dan membuka beberapa cabang...karna dia hanya punya beberapa asisten jadi kadang dia kewalahan mengelola usaha nya ,seperti saat ini ayah belum pulang padahal udah larut juga
"angga bisa antar kita ga kerumah sakit??"
tanya ibu gisa cuma gelagepan mengingat kondisi antara angga dan gisa sekarang
"coba telpon aja bu..."
"tolong telponin gis...ibu siap siap dulu"
"tapi....."
ibu keburu pergi berlalu
gisa hanya menggumam sedikit kebingungan karena keadaan nya jadi serba riskan
tapi...tanpa menunggu lama angga menjawab telpon dari gisa,gisa terhenyak dibuat nya
" ha...halo,angga?" tanya nya ragu
"ya gis,ada apa?"
"ibu minta tolong untuk di antar kerumah sakit...nenek sakit"kata gisa penuh keraguan
"nenek sakit??!" suara angga terdengar sedikit lebih keras
"iya"
__ADS_1
"tunggu aku kesana sekarang"
suara angga segera menghilang seperti nya di bersiap siap kerumah gisa
angga muncul dibalik pintu dengan wajah yang amat cemas dan penampilan nya yang tak kalah berantakan
tapi,seperti nya angga tak peduli semua itu
"nenek sakit apa,bu??" tanya nya begitu ibu tiba menyambutnya di depan pintu
"cuma demam ngga,tapi ibu takut kenapa kenapa sih soal nya nenek ga mau makan"
ibu memberikan kunci mobil pada angga" ayah nya gisa masih ada kerjaan di toko,jadi ibu minta tolong anterin ke rumah sakit ya ngga??"
"ya bu..."
gisa hanya mengintip dari pintu kamar dia menjadi enggan bertemu angga,tapi...
"gisa....,bantu ibu yuk..."gisa dan ibu membantu nenek untuk naik ke mobil
"gisa ikut ya ?... Biar rumah dikunci saja!"
ucap nenek pelan
"mmmm....tapi nek"
"biar ibu mu ada yang bantuin jagain nenek dirumah sakit
-----------$$$$$$$--------
alhasil.....
dua buah minuman kaleng itu seolah menjadi saksi bisu kekakuan mereka berdua malam itu di bangku lobby rumah sakit
sementara nenek sudah mendapat kan kamar dan ditemenin ibu
gisa dan angga terpaku,rasa nya tidak tau harus memulai dari mana
apa lagi gisa baru saja mengalami hal yang janggal namun terasa nyata dan mungkin itu nyata
"trimakasih untuk bunga mawar nya..aku suka" seloroh gisa terucap begitu saja
angga menatapnya "kamu...."
"aku menyimpanya...dan,maaf aku melewatkan sesuatu..." lanjutnya dengan nada agak sedikit bergetar
angga hanya terdiam seribu tanya seolah mengepung fikirannya
kejadian itu memang nyata ada nya ,waktu memberi kesempatan gisa untuk berjalan mundur ,memberi kesempatan gisa untuk dapat mengetahui segalanya....memberi tahu gisa bahwa ada perasaan yang sangat penting untuk dihargai...
__ADS_1
tapi....semua ini,apa karna jam antik itu???