Tentang Waktu

Tentang Waktu
12. INGAT


__ADS_3

Riana INGAT sekarang


" Lo Kaka bayi itu kan "


" Bayi yang cacat itu kan " lanjut Riana lagi


Ikana mengepalkan tangannya


" JAGA MULUT LO "


" Mulut gue. Kenapa " jawabnya sok polos


" Lo dengerya gue baik baik, JIKA LO MACEM MACEM LO AKAN KEHILANGAN SESEORANG LAGI LAGI DAN LAGI " Ancam Riana


Kata itu sedikit membuatnya takut, namun ia menahan diri agar tidak mengamuk di depan pisicopat ini.


" Gue bakal buat Lo ngerasain bagaimana rasanya penderitaan yang teramat "


" Gue tunggu, dan ingat juga kata kata gue ngak main main "


Lalu Riana pergi begitu saja


Kini Ikana sendiri ia berfikir dan menyusun rencana Agar tidak ada korban lagi.


" Wanita sialan itu ". Desis Ikana


Sekarang sekolah sudah berakhir dimana murid murid pulang make rumah masing masing, dan mungkin pasti ada juga yang tidak pulang kerumahnya.


" Laura hari ini ngak sekolah "


" Iya gue tau kita satu kelas ko "

__ADS_1


" Kenapa ya "


" Kenapa, Lo kangen sama Dia, atau khawatir "


" Ya enggak lah, gue tu cuma nannya aneh aja gitu "


" Aneh kenapa"


" Ya Dia kan baru masuk, kali aja dia buat rencaa "


" Gue juga ngak takut sama rencana murahan mereka "


" Ayolah Ri setidaknya kita harus tau apa yang mereka rencanain "


" Kalo Lo mau cari tau ya cari tau aja, jangan bawa gue "


Vargo hannya menghembuskan nafas lelah, jika Riana tidak mau maka tidak bisa di paksa, padahal jika debat Vargo biyasanya menang karna Riana mengalah, sekarang Riana seolah sangat keras dan batu


" Lau..... LAURA "


" Apa sih, ngak usah teriak teriak juga kali " kesal nya


" Kirain Lo ngak ada "


" Ada apa an emang "


" Ngak, gue cuma mau Lo di rumah aja jangan keluar, apa lagi keluyuran ngak jelas "


" Lah kenapa emang "


" Nurut apa kata gue "

__ADS_1


" Ya kasih tau dulu lah "


" Lau, gue cuma punya Lo sekarang orang tua Lo entah kemana , orang tua gue juga sama mereka hilang tiba tiba.


Laura hannya terdiam, memang benar apa yang di katakan Ikana, orang tua mereka hilang bahkan keluarga mereka juga hilang semua seolah olah mereka emang sengaja pergi ngejauh .


" Laura denger gue kan "


Laura hannya mengangguk, dan berlalu pergi menaiki tangga


" Lu pasti kangen orangtua lu " gumam Ikana


" Mereka jahat Lau " ujarnya lagi


Hannya keheningan yang ada sekarang, Ikana berjalan menuju ruang tamu dan mendudukkan dirinya di kursi, ia terus menatap sebuah foto keluarga besar mereka.


" Andai kalian tidak menindas kami, dan bahkan ingin membunuh kami, Klian mungkin bisa melihat cahaya luar " lirih Ikana


" Selama ini gue mati Matian berjuang demi sepupu dan adik gue, tapi kalian malah buang adik gue dan malah berakhir di tangan wanita biyadap itu " pecah sudah tanggia Ikana isakan nya begitu memilukan bagi siapa saja yang mendengarnya


" Hiks hiks.... Gue moster.... Gue jahat... Gue menjijikan... " Lirihan itu teramat menykitan ia membenci dirinya, Sangat- sangat membenci dirinya sendiri.


Tanpa di sadari Laura menyaksikan itu, ia syok mendengar nya namun ia tau Ikana melakukan itu juga demi dirinya.


Laura mendekat dan memeluk Ikana dengan erat, Ikana tersentak namun tetap diam


" Lu penyelamat bagi gue, lu bukan moster " tangis Laura juga pecah


" Gue jahat, gue pembunuh "


" Tenang Ya, kita akhiri ini sama sama okey "

__ADS_1


Ikana hannya bisa menangis terisak.......


__ADS_2