
fino tadinya niat nganterin gisa sampai kerumah, tapi gisa menolak nya. dia minta diturunin di swlayan ga jauh dari taman komplek itu
salam dari fino pun sedikit terabaikan hatinya dipenuhi rasa kesal.bagaimana tidak..,.pertama si nenek di toko pernak pernik itu bikin dia kecewa..." masa anak sd sih" gisa berbisik dihatinya sambil terus memperhatikan penampilannya
kedua, fino
katanya ngajakin beli kado karna ga bisa milih barang tapi dianya malah milih sendiri
ketiga....
kenapa baru bilang kalo dia udah tunangan????
"hhuuuufffhh....." gisa menghela nafas panjang
begitu berat rasa nya kenyataan hidup yang harus dia ketahui.niat semula untuk mengincar fino jadi hilang seketika
gisa berjalan menyusuri tepi jalanan menuju ke komplek dia melewati taman komplek
didapatinya angga sedang duduk termenung seorang diri
angga yg melihat gisa langsung mendekatinya
" gisa....." ucapnya
gisa menatap angga penuh dengan rasa kesal
hatinya seolah sedang dipermainkan
"kirain kamu ga dateng..."angga menghampiri gisa ,namun gisa hanya menatapnya kesal sepertinya amarah dihatinya itu lagi mendidih
sementara angga sedang sibuk ingin mencari sesuatu di dalam tas nya " ini....aku beli sesuatu untuk kamu"
"angga...." sahut gisa
angga nampak sibuk mencari cari sesuatu
"angga....!" panggil gisa ketus
angga menatap gisa
"tolong ya ....maaf hari ini aku cape banget dan kayak nya kita ga bisa ngobrol dulu"
angga terkaget kaget raut wajah gisa begitu jutek
"tapi...ini penting ..."
"sekali lagi, maaf banget....lain waktu aja" gisa berlalu tanpa basa basi lagi
hatinya sungguh kesal sekali,dua meninggalkan angga sendiri ditaman
malam itu begitu dingin maklum hujan baru saja mengguyur bumi ,menemani senja menghabiskan mataharinya
namun hati gisa masih terasa panas sepanas bara api yg sedang bergejolak ,matanya terpejam namun dia tidak bisa tidur.sepertinya kekecewaan itu benar benar membunuh semangat nya
handphone berdering isa memanggil dari jauh sana
" ya ,sa?"
"cieeeee..... gimana, cover jam dinding nya baguskan?? itu aku yg bantu pilihin loh,..eh by the way ..angga romantis ya?" celoteh isa dari seberang sana
__ADS_1
gisa mengerutkan kedua alis nya dia sendiri kebingungan"cover jam apa?, romantis bagaimana???"
" idih...ni anak **** amat ya?,kamu pasti dah terima cover jam dinding dari angga kan?"
" ngga tuh"
"emang kamu ngga ketemu angga??"
"emang angga mau ngapain??"
" yeee....ditanya malah balik nanya,gimana sih" sahut isa sewot
"udah tinggal jawab aja"
" gisa ,tadi siang tuh dia ngajak jalan kamu sepulang sekolah,tapi katanya kamu ada acara terus...uhuk,uhhhukkkk....," isa terbatuk batuk
"serius dong sa"
"iya ini serius, aku keselek gelas!"
" ah masa iya keselek gelas"
" la iya masa iya aku keselek gelas...udah pasti aku keselek aer nya lah gis!.... ehm,ehm...terus dia calling aku minta ditemenin ternyata dia mau cari cover jam dinding katanya tempo hari kamu beli jam antik,maksudnya sih biar lucu aja pakein cover...biar enak dilihat, trus terakhir dia beli setangkai mawar merah deh...duh romantis banget, katanya dia mo nembak kamu gis"
jelas isa panjang lebar kali tinggi (hihihhi)
namun gisa malah tak bergeming sedikit pun
membuat suara diseberang terdengar sedikit cemas
" halo gis....gisa??? ,dia malah tidur...gisa???"
dan...
kenapa ga pernah kepikiran sedikitpun perhatian angga ,kenapa selalu ingin menepis semua rasa yang hadir diantara angga dan gisa
dan...kenapa sekarang baru terasa penyesalan, menyesal telah meninggalkan angga ditaman itu
kenapa tidak pernah terasa sebelum nya...kenapa harus angga yang tersisihkan setiap ingin bertemu
angga.....
wajah nya sekarang malah melayang layang di pelupuk mata
andai saja waktu itu bertemu, andai saja gisa meluangkan waktu untuk angga
kenapa tidak menelfon angga??
gisa terperanjat bagai mendapatkan pencerahan
diapun mencoba menghubungi angga, status nya berdering tidak ada jawaban juga
lama sekali gisa menunggu,namun seperti nya sia sia
diseberang sana bagaikan sengaja tak mau menjawab
gisa beranjak dari kasur empuk nya dia mengambil jam antik yang tergeletak dimeja
jam itu memang belum sempat dipasang di dinding
__ADS_1
gisa terlalu sibuk untuk memasang nya di dinding
dia teringat masa masa dipasar barang antik itu,perlakuan angga sesungguh nya memang sudah memikat hati gisa ,namun gisa coba untuk tidak memikirkan nya
air mata itu jatuh disudut mata indah nya,mungkin perasaan nya telah berubah sekarang rasa kesal pada fino sekarang berubah menjadi rasa penyesalan pada angga
dan....
mungkin begitu juga dengan angga
rasa ingin bertemu pada gisa telah berubah menjadi rasa sakit dan enggan untuk memulai nya lagi...
"angga....andai saja waktu bisa berjalan mundur ,mungkin sekarang perasaan ku ngga akan campur aduk kayak gini"
gisa kembali berbaring diperaduan matanya mulai terpejam pelan namun pasti...
sinar itu berwarna putih,sangat menyilaukan mata.tangan gisa sekejap menutupi kedua mata yang semakin memincing menahan sinar itu
udara sejuk seolah meniup rambut gisa yang terurai
piyama tidur nya yang bermotif bunga sakura itu juga tertiup angin yang terasa sangat sejuk sekali
gisa seolah terduduk disebuah bangku yang dikelilingi bunga bunga beraneka warna
sinar itu berubah menjadi sinar matahari biasa disore hari...
ada udara beraroma polusi kendaraan seperti sedang berada di pinggir jalan
gisa membuka mata nya setelah dirasa nya tak lagi sesilau tadi
tubuh nya berdiri dari duduk nya , matanya memandang ke sekitar gisa masih tampak bingung ...bahkan bingung sekali
"neng...."
gisa tersentak mendengar suara dari belakang,terlihat seorang abang abang penjual buah keliling dengan topi coklatnya
"ngigo apa gimana nih...keluyuran pake piyama..." seloroh si abang sambil tertawa kecil
gisa sekejap menatap dirinya, dia memang memakai piyama...gisa masih tampak bingung
tak lama dia menatap angga sedang duduk di bangku taman depan,angga sedang sendirian
ia terlihat gelisah dengan memegang sesuatu di tangan nya
sebuah bungkusan dan mawar merah!
gisa terperanjat"hahhhhhh" pekiknya..." ga mungkin... " seketika nafas nya terengah engah seperti habis lari marathon jarak jauh
dia kembali menatap angga yg masih saja sendiri
setelah berapa lama angga memasukan bungkusan itu kedalam tas nya dan masih tetap memegang mawar nya
" ga mungkin....." gisa meraba raba tubuh nya dia mengusap rambut nya
apakah ini mimpi ku....
atau...
apa...??? gisa sendiri kebingungan keringat dingin bercucuran hatinya gelisah nafas nya kian terengah engah...
__ADS_1
" apa ini semua...apakah ini mimpi....?"