Tentang Waktu

Tentang Waktu
mimpi


__ADS_3

fino tadinya niat nganterin gisa sampai kerumah, tapi gisa menolak nya. dia minta diturunin di swlayan ga jauh dari taman komplek itu


salam dari fino pun sedikit terabaikan hatinya dipenuhi rasa kesal.bagaimana tidak..,.pertama si nenek di toko pernak pernik itu bikin dia kecewa..." masa anak sd sih" gisa berbisik dihatinya sambil terus memperhatikan penampilannya


kedua, fino


katanya ngajakin beli kado karna ga bisa milih barang tapi dianya malah milih sendiri


ketiga....


kenapa baru bilang kalo dia udah tunangan????


"hhuuuufffhh....." gisa menghela nafas panjang


begitu berat rasa nya kenyataan hidup yang harus dia ketahui.niat semula untuk mengincar fino jadi hilang seketika


gisa berjalan menyusuri tepi jalanan menuju ke komplek dia melewati taman komplek


didapatinya angga sedang duduk termenung seorang diri


angga yg melihat gisa langsung mendekatinya


" gisa....." ucapnya


gisa menatap angga penuh dengan rasa kesal


hatinya seolah sedang dipermainkan


"kirain kamu ga dateng..."angga menghampiri gisa ,namun gisa hanya menatapnya kesal sepertinya amarah dihatinya itu lagi mendidih


sementara angga sedang sibuk ingin mencari sesuatu di dalam tas nya " ini....aku beli sesuatu untuk kamu"


"angga...." sahut gisa


angga nampak sibuk mencari cari sesuatu


"angga....!" panggil gisa ketus


angga menatap gisa


"tolong ya ....maaf hari ini aku cape banget dan kayak nya kita ga bisa ngobrol dulu"


angga terkaget kaget raut wajah gisa begitu jutek


"tapi...ini penting ..."


"sekali lagi, maaf banget....lain waktu aja" gisa berlalu tanpa basa basi lagi


hatinya sungguh kesal sekali,dua meninggalkan angga sendiri ditaman


malam itu begitu dingin maklum hujan baru saja mengguyur bumi ,menemani senja menghabiskan mataharinya


namun hati gisa masih terasa panas sepanas bara api yg sedang bergejolak ,matanya terpejam namun dia tidak bisa tidur.sepertinya kekecewaan itu benar benar membunuh semangat nya


handphone berdering isa memanggil dari jauh sana


" ya ,sa?"


"cieeeee..... gimana, cover jam dinding nya baguskan?? itu aku yg bantu pilihin loh,..eh by the way ..angga romantis ya?" celoteh isa dari seberang sana

__ADS_1


gisa mengerutkan kedua alis nya dia sendiri kebingungan"cover jam apa?, romantis bagaimana???"


" idih...ni anak **** amat ya?,kamu pasti dah terima cover jam dinding dari angga kan?"


" ngga tuh"


"emang kamu ngga ketemu angga??"


"emang angga mau ngapain??"


" yeee....ditanya malah balik nanya,gimana sih" sahut isa sewot


"udah tinggal jawab aja"


" gisa ,tadi siang tuh dia ngajak jalan kamu sepulang sekolah,tapi katanya kamu ada acara terus...uhuk,uhhhukkkk....," isa terbatuk batuk


"serius dong sa"


"iya ini serius, aku keselek gelas!"


" ah masa iya keselek gelas"


" la iya masa iya aku keselek gelas...udah pasti aku keselek aer nya lah gis!.... ehm,ehm...terus dia calling aku minta ditemenin ternyata dia mau cari cover jam dinding katanya tempo hari kamu beli jam antik,maksudnya sih biar lucu aja pakein cover...biar enak dilihat, trus terakhir dia beli setangkai mawar merah deh...duh romantis banget, katanya dia mo nembak kamu gis"


jelas isa panjang lebar kali tinggi (hihihhi)


namun gisa malah tak bergeming sedikit pun


membuat suara diseberang terdengar sedikit cemas


" halo gis....gisa??? ,dia malah tidur...gisa???"


dan...


kenapa ga pernah kepikiran sedikitpun perhatian angga ,kenapa selalu ingin menepis semua rasa yang hadir diantara angga dan gisa


dan...kenapa sekarang baru terasa penyesalan, menyesal telah meninggalkan angga ditaman itu


kenapa tidak pernah terasa sebelum nya...kenapa harus angga yang tersisihkan setiap ingin bertemu


angga.....


wajah nya sekarang malah melayang layang di pelupuk mata


andai saja waktu itu bertemu, andai saja gisa meluangkan waktu untuk angga


kenapa tidak menelfon angga??


gisa terperanjat bagai mendapatkan pencerahan


diapun mencoba menghubungi angga, status nya berdering tidak ada jawaban juga


lama sekali gisa menunggu,namun seperti nya sia sia


diseberang sana bagaikan sengaja tak mau menjawab


gisa beranjak dari kasur empuk nya dia mengambil jam antik yang tergeletak dimeja


jam itu memang belum sempat dipasang di dinding

__ADS_1


gisa terlalu sibuk untuk memasang nya di dinding


dia teringat masa masa dipasar barang antik itu,perlakuan angga sesungguh nya memang sudah memikat hati gisa ,namun gisa coba untuk tidak memikirkan nya


air mata itu jatuh disudut mata indah nya,mungkin perasaan nya telah berubah sekarang rasa kesal pada fino sekarang berubah menjadi rasa penyesalan pada angga


dan....


mungkin begitu juga dengan angga


rasa ingin bertemu pada gisa telah berubah menjadi rasa sakit dan enggan untuk memulai nya lagi...


"angga....andai saja waktu bisa berjalan mundur ,mungkin sekarang perasaan ku ngga akan campur aduk kayak gini"


gisa kembali berbaring diperaduan matanya mulai terpejam pelan namun pasti...


sinar itu berwarna putih,sangat menyilaukan mata.tangan gisa sekejap menutupi kedua mata yang semakin memincing menahan sinar itu


udara sejuk seolah meniup rambut gisa yang terurai


piyama tidur nya yang bermotif bunga sakura itu juga tertiup angin yang terasa sangat sejuk sekali


gisa seolah terduduk disebuah bangku yang dikelilingi bunga bunga beraneka warna


sinar itu berubah menjadi sinar matahari biasa disore hari...


ada udara beraroma polusi kendaraan seperti sedang berada di pinggir jalan


gisa membuka mata nya setelah dirasa nya tak lagi sesilau tadi


tubuh nya berdiri dari duduk nya , matanya memandang ke sekitar gisa masih tampak bingung ...bahkan bingung sekali


"neng...."


gisa tersentak mendengar suara dari belakang,terlihat seorang abang abang penjual buah keliling dengan topi coklatnya


"ngigo apa gimana nih...keluyuran pake piyama..." seloroh si abang sambil tertawa kecil


gisa sekejap menatap dirinya, dia memang memakai piyama...gisa masih tampak bingung


tak lama dia menatap angga sedang duduk di bangku taman depan,angga sedang sendirian


ia terlihat gelisah dengan memegang sesuatu di tangan nya


sebuah bungkusan dan mawar merah!


gisa terperanjat"hahhhhhh" pekiknya..." ga mungkin... " seketika nafas nya terengah engah seperti habis lari marathon jarak jauh


dia kembali menatap angga yg masih saja sendiri


setelah berapa lama angga memasukan bungkusan itu kedalam tas nya dan masih tetap memegang mawar nya


" ga mungkin....." gisa meraba raba tubuh nya dia mengusap rambut nya


apakah ini mimpi ku....


atau...


apa...??? gisa sendiri kebingungan keringat dingin bercucuran hatinya gelisah nafas nya kian terengah engah...

__ADS_1


" apa ini semua...apakah ini mimpi....?"


__ADS_2