
matahari samar samar mengintip dari jendela kamar dirumah sakit itu,keadaan nya masih sunyi sesunyi hati gisa yang merasakan kehilangan soaok sahabat yang kini begitu penting dihatinya
semalam ,seusai cerita nostalgia sang nenek entah kenapa gisa tak bisa tertidur melihat nenek yang tak lama tertidur pulas gisa malah asyik dengan lamunan nya tentang masa masa nya bersama angga sejak dari bangku smp
yang membuat selalu teringat adalah saat turun hujan siang itu
hari pertama mereka bersekolah di bangku sma bahkan gisa belum mengenal isa atau siapapun disekolah.....mungkin hanya angga saja yang dikenalnya
"ayo gis...cepetan keburu hujan"
"udah hujan kali..."
"kamu sih kelamaan...udah ayo"
gisa duduk diboncengan motor angga
"nih pake helm nya"
gisa memakainya
"nih pake jaket aku"
gisa memekik " trus kamu pake apa kalo jaket nya dipake aku??"
"udah pake aja sih...mana bisa cewek cantik dibiarin ujan ujanan"
"idiih...mulai deh genitnya" jawab gisa
mereka pun tertawa bersama
saat itu mungkin gisa menganggap semua gombalan angga hanya candaan semata sehingga dia santai menghadapinya,tapi ternyata angga serius dalam melalui semua ini angga begitu serius didalam hatinya
dan..,...
saat ini hal itu terasa juga oleh gisa
gisa memincingkan mata perlahan terbangun dari tidurnya,terlihat nenek yang sedang disuapi oleh suster
gisa terperanjat
"tenang saja...nenek kamu sudah makan banyak pagi ini...tinggal minum obat" ucap wanita berseragam putih itu dengan senyum manis nya
gisa tersenyum kecil
"kamu tidak tidur semalaman?" tanya sang nenek
suster itu membereskan peralatan makan nya nenek sudah menyelesaikan sarapannya
lalu suster itu menyiapkan beberapa obat untuk diminum nenek
"gisa ngga bisa tidur"
nenek menelan obat nya satu persatu
"sehat ya nek...saya permisi dulu" sang wanita berseragam putih itu berlalu dengan meja dorongnya
"kenapa?...baper sama cerita nenek??
gisa diam tak menjawab,sejujurnya memang benar bahkan gisa berharap akhir kisah gisa dan angga itu sama dengan nenek dan kakek
hanya maut yang memisahkan
"gisa...kekamar mandi dulu ya nek..."ucapnya
tak lama berselang ibu dan ayah datang menjenguk nenek sambil membawakan manggis titipan dari bibi asmi untuk nenek
mereka berbincang tentang bibi asmi yang mengalami cedera di kaki nya sambil sesekali tertawa kecil karena bibi asmi terpeleset lantai basah yang baru di pel nya sendiri
gisa hanya mendengarkan cerita mereka saja sambil sesekali ikut tertawa kecil
pintu terketuk senyum nenek melebar seolah dia tau siapa yang dateng menjenguknya....
__ADS_1
itu angga,entah kenapa jantung gisa berdebar
kencang perasaannya jadi tak keruan dan senyum itu terlihat begitu memukau hati gisa ...tak seperti biasa nya
angga pun seolah terkejut pula melihat sosok gisa yang terduduk di sofa dipojok ruangan itu
suasana dikantin rumah sakit begitu ramai dengan hiruk pikuk orang orang yang sedang sarapan pagi itu
angga hanya menatap gisa,mata nya begitu teduh dan dia terlihat sangat istimewa
gisa meneguk susu coklat nya
"apa kabar??"
entah kenapa nenek menyuruh angga menemani gisa sarapan dikantin pagi ini
"baik..."
" kok diem..." angga tersenyum kecil
"aku...."
"mo minta maaf lagi soal yang kemarin??"
gisa menghela nafas" mmmm...iya"
"udahlah gis...aku udah lupa,lagian klo di inget inget terus aku malah malu gis"
"tapi aku malah inget terus ngga...itu sebabnya aku ngga nyaman kalo ketemu sama kamu"gisa menarik nafas nya
"kalo pengen nyaman kenapa ga jadian aja sih??" ucap angga datar
gisa kaget " ap...apa?"
"bercanda gis...kamu serius amat sih jadi orang "tukas angga tertawa kecil
gisa tertunduk dia memang mengira serius
"udah cepet abisin sarapan nya...sarapan yang banyak gis, biar kuat...menghadapi kenyataan"
begitu lah angga jagonya mencairkan suasana
hingga siang angga memutuskan untuk pamit pulang tadi nya gisa mau pulang juga bareng ayah sementara ibu gantian jagain nenek
tapi ayah ga bisa nganter katanya sih ada kerjaan di tokonya
"udah bareng angga aja" pinta nenek
"iya lagian kan searah...angga mau langsung pulang kan?"tanya ibu
"iya...ya udah gisa mau bareng sama aku??" tanya angga
" ya udah deh gisa ma angga aja bu"
langit mendung di siang itu mengiringi laju motor angga,gisa yang diboncengin sesekali merasa. canggung..namun sekali lagi angga memang jagonya mencairkan suasana jadi alhasil mereka tertawa bareng lagi
motor terhenti di tepi jalanan..
"kenapa ngga??"
"ujan gis...gimana nih?,mo ujan ujanan atau mo neduh dulu?tanya angga
"lanjut aja deh...cuma ujan gerimis kok!" jawab gisa
"bener nih??" tanya angga dengan gaya menggoda
"idih angga apaan sih..ya beneran lah!"
disitupun sesungguh hati gisa seolah sudah dimiliki angga namun gisa masih selalu mencoba menepis nya
motor kembali melaju agak kencang karena gerimis makin lama makin menjadi
__ADS_1
"angga pelan pelan aja!" teriak gisa
"ujan nya gede gis..."
"ga papa..udah basah juga"jawab gisa
motor kembali terhenti angga memakaikan jaket nya pada gisa "pake gis...ntar sakit"
gisa yang biasanya menampik sekarang dia seolah tersanjung oleh sikap angga
hujan ternyata semakin lama semakin deras awan mendung seolah berlomba meneteskan air nya ke bumi
tak lama mereka sampai di rumah gisa
angga memasuki gerbang rumah
gisa motornya diparkir begitu saja
"masuk masuk gis..."suruh nya gisa pun berlarian keteras rumah
"udah yah...aku pulang dulu"
"kamu ngga pake jaket kamu nih??"
seloroh gisa
"ga usah lagian udah basah ini"ucap angga
"biar ga masuk angin" gisa berusaha membuka jaket itu namun agak sedikit susah
angga pun menghampirinya lalu membukakan jaket itu
"susah amat sih?" gumam gisa
tanpa sengaja tangan keduanya saling menggenggam ujung jaket yang sama
jantung gisa yang sedari tadi berdebar kali ini berdebar lebih kencang lagi wajah keduanya pun saling berdekatan saling menatap...nafas nya seolah memenuhi khayalannya
tatapan angga pun sama seolah hatinya bergetar dan tak mampu dia cairkan kembali wajah yang dipenuhi dengan titik air yang berjatuhan silih berganti seolah mengisyaratkan sesuatu
"gisa...." bisik angga begitu lirih namun begitu jelas di dengar gisa
gisa menatap mata angga yang teduh itu
"kamu tau...aku begitu mencintai kamu..."
entah keberanian dari mana tiba tiba angga mengucapkan itu nafas nya begitu terengah engah seolah dia juga tak mampu menguasai perasaannya
"apa yang kamu lewatkan itu...??,sampai saat ini sejujurnya aku selalu penasaran...apa yang kamu lewatkan ..adalah perasaan yang sama?"tanya angga lirih disela sela suara deras nya hujan siang itu
gisa menatap wajah teduh angga dia seolah menahan sesuatu
"kalo kamu diam terus gis....aku harus gimana? tanpa jawaban,membuat aku sebenernya canggung juga setiap ketemu sama kamu"tiba tiba tangan angga menyentuh pundak gisa angga seolah berharap gisa memberi nya kepastian
"angga...."
"ya...gis"
"sampai sekarang gisa juga sebenernya ga nyaman begini terus setelah apa yang gisa denger dari isa...gisa tau kalo gisa juga sayang sama angga,dan beberapa minggu ini kamu menghilang dan kenapa perasaan gisa jadi serba menyesal serba takut...takut kehilangan kamu,angga...gisa juga sayang sama kamu ngga..." air mata disudut mata gisa itu melebur bersama tetesan air hujan diwajah gisa
"maaf gisa,keadaan nya jadi begini...itu semata karena sebenernya aku sempat kecewa sama kamu dan sempat mengira kamu sudah bersama fino,maka dari itu aku berfikir lebih baik menghilang..." angga mengusap wajah gisa wajah nya mendekat terus mendekat
perasaan gisa berkecamuk kala bibir itu bersentuhan gisa tak kuasa menolak nya,pelukan angga begitu erat seakan membelenggu tubuh gisa
mereka saling membalas ciuman bibir itu ditengah deras nya guyuran air hujan perasaan gisa seolah melayang terbuai angan angan yang selama ini mengganggu khayalan gisa, angga begitu menikmatinya...lama...lama...sekali hingga semuanya berakhir...bibir itu terlepas namun pelukan angga masih erat dirasa gisa
"apa kamu menerima aku,gis??"
gisa hanya diam setelah apa yang terjadi antara mereka rasa rasa nya lidah nya terasa kaku untuk berkata
angga melepaskan pelukan itu dan menatap gisa ,entah kenapa gisa merasa malu plus bahagia banget seolah ingin memberitahukan pada setiap tetes air hujan bahwa gisa juga menyayangi angga
__ADS_1
"gisa...?"
gisa terperanjat dan segera sadar bahwa dihadapan nya kini ada angga yang sedang menunggu jawaban nya ...