
Hari berganti seolah hanya menahan sesuatu yang belum bisa diungkapkan gisa,membuat angga hanya bisa menunggu .Entah kenapa perasaan nya menjadi kacau setelah kejadian siang itu diteras rumah,kadang gisa merasa ada cinta dihatinya untuk diberikan kepada angga dan belakangan setelah kejadian itu muncul perasaan bahwa dirasanya angga terlalu berani dan terlalu cepat melakukan itu...pada gisa, namun gisa tak kuasa menolak nya ,apa lagi itu terjadi setelah berminggu minggu gisa merasakan rasa penyesalan dan kehilangan angga mungkin gisa membalas ciuman itu semata karena rasa rindu yang baru baru ini muncul untuk angga
"gisa..." suara dihandphone seolah membangunkan lamunan gisa
angga sedari tadi menunggu jawaban itu kembali memanggil namanya
"aku ingin kita ketemu ngga.."
"aku juga bermaksud ngajakin kamu ketemu...perasaan aku mengatakan mungkin diam nya kamu karena kejadian kemarin diteras rumah kamu itu...aku ingin minta
maaf"
setelah sepakat untuk bertemu disuatu tempat gisa bersiap siap
dia mengunci pintu rumah nya karena ibu masih menunggu nenek dirumah sakit
angga datang dengan kaus oblong berwarna hitam sederhana namun angga terlihat makin memukau...wajah nya yang teduh dan santai itu entah kenapa malah membuat gisa jatuh cinta kepadanya ,apa lagi kalo ingat tentang ciuman siang hari itu gisa semakin ingin didekat angga,....gisa menghela nafas,kedatangan nya kali ini gisa ingin supaya angga meminta maaf dulu mengenai ciuman itu,karna dengan begitu gisa jadi tau bahwa angga benar benar mencintai gisa
angga duduk tepat didepan gisa ,mereka bertemu di taman kota
"gisa aku...."
"hai?..."potong gisa"kamu sehat??"tanya gisa basa basi
angga kebingungan " aku sehat ,emang kenapa??"
" kirain masuk angin...."ulas gisa sambil menahan debaran jantung yang semakin tak terkendali
"oh...ngga lah,kan waktu itu aku jadi pake jaket aku...kamu kasiin jaket nya......"
"engga bukan...bukan, maksud ku bukan yang itu ...maksudku kamu kesini ga pake jaket,cuma kaos oblong aja..."potong gisa bertubi tubi dengan sedikit nada seperti orang kebingungan
"kamu kenapa gis?.. kayak orang baru kehilangan batu akik"goda angga sambil tertawa kecil
namun gisa cuma menarik nafas berat dia seperti bingung dan malu bertemu dengan angga
" maaf, aku bercanda lagi .." lanjut angga dengan nada pelan
"ngga apa apa,..."
angga menatap gisa "jadi, gimana??.... kamu udah bisa jawab hati aku gis??"
gisa menatap angga ,seolah dia ingin mengulur waktu terus terang saja sampai detik ini gisa masih bingung tapi inti nya gisa ga mau angga menghilang lagi seperti kemarin ,dan gisa memang suka sama angga
"aku...pengen lihat dulu seberapa serius nya kamu ngga" ucapnya
__ADS_1
"ya ampun gisa...aku harus yang bagaimana lagi? buat bikin kamu percaya kalo aku tuh sayang sama kamu??"
angga menghela nafas sembari mengusap wajahnya dia nampak terlihat kebingungan
seperti nya dia takut gisa tak membalas perasaannya
angga mendekati gisa dia terduduk disamping gisa
gisa mulai merasa lucu melihat tingkah angga
"gisa...kamu bakalan nolak aku setelah apa yang terjadi antara aku sama kamu??"
kali ini angga terlihat begitu serius
gisa berdiri didepan angga" kenapa ...bapak kayaknya darah tinggi ya?? marah marah melulu dari tadi..."seloroh gisa mencairkan suasana
angga sekejap ikut berdiri dan gisa segera memeluk nya "jangan menghilang lagi ya?? mungkin waktu yang berlalu diantara kita membuat aku sadar bahwa aku juga ingin selalu bersama kamu...aku juga cinta sama kamu".
mendengar itu angga tersenyum kecil ,pelukan gisa semakin erat "jangan marah marah lagi ya?? " bisik gisa lirih ditelinga pria putih itu
"aku ngga marah marah gis..."jawab angga
"kalo ngga marah kenapa ngga meluk aku sih?? kenapa diem aja?" pinta gisa masih berbisik sambil tertawa kecil
gerimis seolah merasa terpanggil untuk ikut merayakan kebahagiaan keduanya
mereka pun berlari kecil berteduh dibawah pohon yang cukup rindang
"terimakasih ya gis, aku janji akan selalu ada buat kamu..." sebuah kecupan manis mendarat dikening gisa
gisa menatap angga tangan nya mengusap wajah angga yang berada sangat dekat dengan wajah gisa hati itu bergetar lagi seolah ingin mengulang kembali kejadian kemarin siang dan sebuah kecupan kecil itu mendarat lagi dibibir gisa mungkin hanya sepersekian detik
"itu ...aku hanya ingin menunjukan bahwa aku bahagia sekarang gis"
gisa yang sekejap tersadar itu tersenyum
"apa yang ini serius??"
angga juga tersenyum sepertinya dia sedikit malu terlihat dikedua pipinya yang memerah
"sekarang aku ngga berani bercanda lagi sama kamu...bahkan aku ingin seriusku ini sampai kita benar benar berjodoh...bukan sekedar cinta masa masa sma aja"
kata kata angga bak janji seorang lelaki yang indah terdengar ditelinga gisa mudah mudahan saja kisah gisa seperti kisah nenek
malam kian larut namun mata gisa belum mau terpejam,mungkin teralu bahagia kejadian tadi sore ditaman membuat hati gisa lega sekaligus bahagia mungkin ini lah seharusnya yang terjadi antara gisa dan angga
__ADS_1
gisa jadi teringat sang nenek dengan cerita nostalgia nya yang terlewatkan mungkin perasaan sesal itu masih mengganjal dihati nenek sama seperti perasaan gisa minggu minggu kemarin sewaktu angga menghilang dari kehidupan gisa
lalu jika waktu bisa diputar kembali apa salah nya gisa ikut membantu untuk mempertemukan nenek didanau itu??
tiba tiba pandangan gisa tertuju pada jam dinding antik itu jam dinding itu kini udah terpasang manis di dinding kamar gisa
tapi...gimana cara nya ya??
waktu itu kan gisa cuma kebetulan aja mengalaminya tanpa disadari dan memang benar terjadi karena mawar itu berada digenggaman tangannya
gisa mendekat menatap jam itu
"gimana caranya ya?" gumamnya
handphone berdering
"hallo?"
"gisa ...kamu udah jadian sama angga ya??" suara diseberang terdengar begitu bersemangat
"isa ngagetin tau...pelan pelan ngomongnya"
"tinggal dijawab aja siih..."
"iya aku jadian sama angga...kamu tau dari mana?
"angga dong, dia ga bisa tidur katanya...tadi telfon aku lalu dia curhat deh"
"loh ga bisa tidur kok malah telfonan sih sama kamu...bukannya telfonan sama aku??"
"ciee...baru gitu aja cemburu.."
gisa tersenyum kecil " iya dong kan kita dah jadian..."
"iya tapi ngga lebay gitu kali..." ucap isa sambil cekikikan
"udah ah, aku ngantuk sa..besok lagi ya?"
telfon ditutup suara diseberang menghilang gisa kembali dengan lamunan nya tentang nenek
dia ingin sekali bisa memutar waktu mundur ke beberapa puluh tahun kebelakang
tapi bagaimana caranya ya???
lalu apa gisa bisa membantu nenek??
__ADS_1