
panas terik disiang hari
dihari minggu yang membosankan
ngga ada yang ngajak jalan atau sekedar main kerumah
ibu dan ayah sedang pergi ketempat bibi femi dan mendadak nenek pengen ikut .walhasil gisa sendirian dirumah
cuma terdengar detik jam yg rutin berdetak mengisi udara yang sunyi
"isa kemana sih....?"gumam nya
dia terus melirik handphone berharap ada yang menghubunginya dan mengajak nya pergi
isa, isa ,isa ....tuh anak biasa nya yang suka nimbrung kerumah karena suntuk dirumah nya ,tapi sampai sekarang ga ada kabar ....bagai ditelan bumi
fino,
kemana ya?
kenapa ga bikin janji senam pagi lagi?
apa udah kapok tuh anak ngajakin gisa?
"emang ga bisa bangun pagi dari sananya"
gumamnya
gisa beranjak kedapur dia membuka kulkas
dia meneguk airdingin di botol
matanya menerawang jauh kejendela dapur
hanya terlihat pepohonan yang tertiup angin
tiba tiba terdengar handphone berdering dari kamar nya,gisa bergegas lari kekamarnya
"angga?" gumamnya
"halo ngga?"
"ya gis,kamu ada waktu ga?"
"ada, kebetulan aku lagi dirumah aja nih.."
"wah kebetulan banget dong ya?"
"ada apa emang nya?"
"temenin aku kepasar barang antik yuk?"
gisa cekikikan dengernya
"knapa ketawa gis?"
"orang tuh ya ngajakin ke mall ini malah ketukang loakan" celoteh nya sambil tertawa kecil
"tadinya aku mau ngajak temen tapi semua nya ngedadak punya acara...trus aku keingetan kamu deh"
"cieeee..... ayo deh,lagian aku juga sama semua orang pada ada acara cuma aku doang nuh yg garing kaya kacang goreng!"
gerutu gisa
"oya??? klo gitu kita sehati dong??"
gisa jadinya kebat kebit denger candaan angga dari seberang sana
"udah ,jadi ngga nih?"
"jadi dong...setengah jam lagi aku jemput kamu ya?"
"oke,aku siap siap dulu"
__ADS_1
sekejap saja gisa terlihat cantik dengan kulit glowing nya yang emang dia rawat setiap mau tidur. gisa termasuk cewek yang care sama penampilannya kulit nya yang glowing rambut nya yang lurus dan lembut bibirnya yang selalu tampak pink memang membuat nya sedikit menonjol diantara teman temannya
tak lupa dia telfon mamanya memberi tahu bahwa dia ada janji dengan angga
motor matic itu berhenti tepat dihalaman rumah gisa, terlihat sosok yang tak kalah kekar dan tampan dari fino itu berdiri di teras depan rumah gisa
matanya nya celingukan
"spatuuu...." ucapnya
gisa muncul dari dalam rumah nya"ga sekalian kaos kaki nya?"
angga tersenyum entah kenapa senyum nya itu terlihat spesial disiang hari yang terik itu
bagaikan nasi goreng spesial pake ceplok telor
"maksudnya .....spadaaaa....gitu" tepis angga
"bercanda aja deh"
"dah yuk berangkat"ajaknya
"buru buru amat ngga?"
"namanya juga pasar barang antik, kita harus buru buru gis....siapa tau ada barang bagus harga miring"
angga emang penyuka barang antik dari dulu dia sering mendatangi pasar barang antik itu kebetulan gisa sudah lama berteman dengan angga sudah sejak smp dan kebetulan di sma mereka satu sekolahan lagi
----------- $$$$$$$$ -----------
suasana pasar itu begitu hiruk pikuk
gisa dan angga membaur ditengah kerumunan pasar
terdengar suara para penjual yg seolah berlomba mempromosikan barang dagangan mereka
setelah mondar mandir beberapa saat angga mulai mendapatkan beberapa barang antik yang di inginkannya
panas seolah tak mau kalah menyelinap di antara tenda tenda abang abang jualan itu
angga menoleh menatap gisa "waduh muka kamu udah kaya air. mendidih tuh...,.mateng beneeerrrr" canda angga "duduk disitu yuk" ajak nya menunjuk sebuah bangku di samping abang tukang es cendol,angga menarik tangan gisa lalu mendudukan nya dibangku itu
" enak aja emang muka aku tuh panci.."
bela gisa sewot
"bercanda gis..."angga tersenyum "gisa cantik kok..."bujuk angga
gisa tersenyum lagi mata nya tertuju di tangan nya yg masih tergenggam erat oleh tangan angga
angga pun segera menyadari itu lalu melepas kannya seketika " maaf..." hanya itu kata kata angga seolah keadaan nya menjadi kaku
demikian pun gisa menarik tangan nya
pipi nya yang memang sudah matang itu menjadi tambah merona
dan entah mengapa perasaan nya begitu tidak menentu ,angga lalu menyodorkan tisu ke arah gisa " lap tuh muka kamu..kringetan"
ucapnya
"iya...." waduuuh kenapa jadi ga ada kata kata di bibir gisa
bibir seolah kaku perasaan seolah mengambang..dan baru kali ini jalan bersama angga terasa seperti ini ..
mungkin karna sama sama sudah beranjak dewasa jadi seperti ini
segelas es cendol pun menjadi obat dahaga mereka siang itu
"perhatian amat sih sama cewek nya..jadi berasa romantis gitu.."goda si abang cendol
aduuhhh..,.ini si tukang cendol kurang kerjaan
malah godain keduanya alhasil suasana nya makin kaku aja
__ADS_1
"dia mah bukan pacar aku bang...kita mah cuma temenan!" ucap angga
gisa melirik angga entah kenapa ucapan itu membuat gisa diam seribu bahasa dan ada sedikit rasa kecewa yang tidak dapat dimengerti oleh gisa
"bukannya bukan tapi belom kali..."
jawab si abang es cendol agak sedikit menggoda
pandangan gisa tanpa sengaja. tertuju pada sebuah jam antik yang terpanjang manis di lapak seberang sana
"ngga....liat deh, jam dinding itu bagus ya?"
gisa menunjuk kearah lapak pedang di sebrang
angga mengikuti arah nya " yang itu?"
gisa mengangguk " liat yuk?"
pintanya sekadar untuk mengalihkan perhatian si abang cendol itu
"bentar aku bayar es cendolnya dulu"
jam itu terlihat sangat unik dari dekat ,ukirannya jadul tapi tetap membuat nya bernilai seni gisa yang tadinya tidak tertarik pun sekarang jadi ingin memiliki nya
gisa mengamatinya sambil sesekali menyentuhnya "bagus ya?"
" kamu suka??"
"suka..tapi aku dah punya jam dinding sih"
siang beranjak sore,angga mengantarkan gisa sampai teras rumah nya
ada begitu banyak barang yang di belinya
mungkin dia koleksi barang antik?
" makasih ya gis?"
" loh makasih untuk apa?"
"kamu udah nemenin aku seharian"
" sama sama lagian aku emang lagi suntuk dirumah aja!" gisa memincingkan mata menangkis matahari senja yang menyilaukan suasana saat itu
"oya...ini buat kamu" angga sibuk mengambil salah satu dari bawa an nya yang menggantung manis di motor maticnya
gisa tertegun "apa ini ngga?" dia mengintip isi kantong itu
" itu jam antik tadi...katanya kamu suka?"
gisa menghela nafas" ya ampuuun ngga"
"oya...pajang di dinding kamar kamu ya?" pinta angga
"aku kan udah bilang aku tuh udah punya jam dinding mah"
"udah yg itu pajang di kamar mandi aja...yg ini pajang dikamar kamu biar setiap hari inget aku terus" goda angga
" ih ketularan tukang cendol tadi nih" tepis gisa
" apaan sih...tukang cendol dibawa bawa mlulu...udah ah,aku pulang dulu ya??"
"ya ...makasih ya ngga ,jam dinding nya!"
sore yang indah seolah ikut tersenyum ketika angga menggoda gisa,hari ini diluar dugaan gisa dan mungkin diluar dugaan angga juga
apa yang mereka lalui hari ini seolah menjadi sesuatu yang tak pernah dibayangkan oleh keduanya
dan seolah sosok fino pun terlupakan sejenak
sebalik nya sosok angga seakan menutupi segala khayalan gisa
dia menatap jam antik itu...
__ADS_1
satu hal yang dirasakan gisa sekarang
kenapa gisa jadi ingin memiliki jam itu??