Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
Ancaman ryan


__ADS_3

.


.


Pria itu pun membalikkan tubuhnya menatap Bella. Mata sendunya bertemu dengan mata sayu Bella.


" hai Bella " sapanya.


" Ian " guman Bella terkejut.


Ryan menatap sendu Bella , sedangkan Bella diam terpaku di tempatnya.


" ada apa kau kesini ? tanya Bella datar.


" duduklah bell , aku hanya ingin mengobrol denganmu " pinta Ryan lembut.


Bella menuruti permintaan Ryan untuk duduk dihadapannya.


Bella menatap Ryan tanpa ekspresi, wajah yang selalu ia tampakkan selama ini.


" bell , kau kembali kesini ? tanya Ryan memulai pembicaraan.


" iya , karena Sean meminta ku kesini " jawab Bella datar.


" apa kau sudah menikah lagi dengan Sean ?


" belum , tapi secepatnya kami akan menikah lagi "


Ryan mendesah , lalu ia kembali menatap Bella. " aku merindukan bell " Ryan menatap sendu Bella.


" aku juga rindu padamu "


Senyum terbit di bibir Ryan mendengar bahwa Bella juga merindukannya.


" benarkah itu bell, aku sangat senang mendengarnya " ucap Ryan antusias.


" iya aku senang bisa bertemu lagi denganmu sudah sekian lama kau tak ada kabar , tiba-tiba kita bertemu saat kau bertunangan "


" aku dijodohkan bell " ucap Ryan tertunduk lesu.


" tak apa , semoga kau bahagia Ian , aku berharap kau bisa bahagia selamanya " doa Bella.


Namun bukan itu yang diharapkan Ryan, ia menggelengkan kepalanya tak terima.


" aku tak mau menerima gadis itu, aku masih berharap padamu bell " harap Ryan.


" aku sudah mempunyai suami dan lagi kami akan segera menikah kembali "


" tapi bell, tak bisakah kau lepaskan dia dan kembali padaku "


" tidak ian , aku tak bisa " Bella menggelengkan kepalanya.


" bell, apa selama aku menemani mu saat-saat terpuruk mu kamu tidak ada sedikitpun rasa cinta pada ku bell " Ryan menatap lekat mencari kejujuran dari mata Bella.


" ada tapi bukan cinta ke pasangan tapi cinta kepada teman " jawab Bella lugas.


" jadi selama ini kau menganggap ku seorang teman ?


" maafkan aku ian , aku tidak bisa menerima cintamu , aku selalu berusaha mencintaimu tapi hatiku selalu menolak, maafkan aku "


" jadi benar semalam yang kau katakan, bahwa kau menerima lamaran ku cuma ingin balas budi ?


" iya, hanya itu yang aku bisa lakukan untuk membalas budi mu "


Rahang Ryan mengeras mendengar penuturan Bella ,ia tak terima dipermainkan seperti ini.


" sebaiknya kau pergi ian, lupakan aku dan menikahlah dengan wanita pilihan orang tuamu itu lebih baik ketimbang kamu harus mengejar aku yang tak mencintai mu " ucap Bella menekan semua perkataannya.

__ADS_1


" aku tidak akan pergi sebelum kau mau menerima ku kembali " Ryan mencekal tangan Bella erat, sorot matanya memancarkan aura kemarahan.


" lepaskan , kau menyakitiku " berontak Bella mencoba melepaskan cekalan Ian.


" jangan harap " tekan Ryan.


" katakan dulu kau mencintaiku bella "


Bella terus menarik cekalan tangan Ryan yang semakin erat. Sorot mata Ryan menggelap , kemarahan menguasai perasaannya.


" lepaskan brengsek " teriak seorang pria. Ia pun melayangkan tinju ke wajah Ryan.


bugh bugh bugh bugh


Refleks Bella menghentikan pukulan Sean.


" stop Sean ,sudah " Bella menarik tangan Sean untuk berhenti.


" kau jangan macam-macam dengan istriku " bentak Sean emosi.


Terlihat disudut bibir ryan berdarah , ia pun menyeka sudut bibirnya tersenyum mengejek.


" Bella milikku " seringai Ryan tanpa rasa bersalah.


" bajingan kau " teriak Sean hendak melayangkan tinju ke wajah Ryan, namun di tahan Bella.


" sudah Sean hentikan " tahan Bella.


" sebaiknya kau pergi ian , dan ku tegaskan padamu jauhi aku karena aku akan menikah dengan suami ku lagi " perintah Bella.


Ryan yang tersungkur karena tinjuan Sean ia bangkit menatap tajam Bella dan Sean.


" silahkan saja kalian menikah , tapi ku pastikan pernikahan kalian takkan terjadi " Ryan menyeringai licik, ia pun melangkah keluar dari toko.


Bella memijat pelipisnya , ia terduduk di kursi menatap kepergian Ryan.


" tidak Sean aku baik-baik saja "


" kenapa bajingan itu ada disini ? tanya Sean emosi.


" aku juga tidak tahu , dia tiba-tiba datang kemari "


" bicara apa saja dia ?


" tidak ada Sean "


" kau jangan bohong Bell , kau tak lihat dia melukaimu " geram Sean.


" aku tahu , tapi sudahlah jangan memperpanjang masalah " ujar Bella menenangkan Sean.


" apa kau tak dengar dia mengancam untuk menggagalkan rencana pernikahan kita " Sean semakin tersulut emosi.


" sudah Sean , aku tahu tapi cobalah tenang menghadapi pria yang patah hati itu bukan dengan kekerasan "


" tapi Bell "


Bella mengusap tangan Sean menyakinkannya untuk tetap tenang.


" kau percaya padaku ? tanya Bella lembut


" iya " Sean mengangguk


" aku takkan pergi lagi darimu ,dan aku akan menikah denganmu Sean, jadi kau tak perlu khawatir, cukup kau percaya padaku "


" Bella kau ... "


" aku mencintaimu " ucap Bella tersenyum.

__ADS_1


Wajah Sean nampak terkejut dan juga senang mendengar pernyataan cinta Bella kepadanya.


" really " sean masih tak percaya Bella membalas cintanya.


" ya Sean " balas Bella tersenyum hangat.


" oh my God , i love you too honey " Sean langsung memeluk tubuh Bella saking senangnya. Mengangkat tubuh Bella lalu memutar-mutarnya


" Sean sudah lepaskan ,malu " teriak Bella


Sean berhenti lalu ia menangkup kedua pipi Bella , menatap manik hitam Bella yang selalu ia rindukan, mata sayu yang menggetarkan hatinya.


Setelah sekian lama Sean menyatakan cinta pada Bella baru sekarang Bella mengungkapkan bahwa ia juga mencintainya.


" aku bahagia kau membalas cinta ku , aku sangat sangat mencintaimu sayang " sebuah kecupan singkat mendarat di bibir Bella.


" Sean kau " Bella terkejut dengan tindakan Sean lalu menepuk bahu Sean kesal.


" pokoknya aku sangat bahagia sayang " ucapnya lagi


" sudah stop , hentikan jangan berlebihan " Bella melepaskan tangan Sean dari pipinya.


" sebaiknya kau pergi kau mengganggu saja " ketus Bella.


" sayang , baru saja kau menyatakan cinta padaku kenapa malah mengusir ku " ucap Sean tak terima.


" sudahlah , baru juga kata cinta kau sangat berlebihan kau tak sadar banyak yang menatap mu " Bella melihat beberapa pegawai memperhatikan Bella dan juga Sean, apa lagi saat Sean meninju wajah Ryan pegawai bibinya hanya menonton tanpa bisa menolong karena mereka pun takut terhadap Sean yang sedang marah.


Tubuh Sean yang tinggi dan besar ditambah mukanya yang dingin, menampakkan aura kekejaman tapi tidak berlaku dihadapan Bella, wajah dinginnya akan hilang dengan wajah penuh cinta.


" baiklah baiklah , aku pergi tapi aku kemari karena Zyan ingin bertemu denganmu bell "


" baiklah , nanti siang aku akan kerumah mu "


" kalau begitu aku antar "


" tak usah, kau kerja saja cari uang yang banyak "


" tapi uangku sudah banyak bell "


" ah iya kau benar, ya setidaknya kau pergi dari sini aku ingin membereskan pekerjaan ku disini " usir Bella tegas.


" baiklah aku pergi tapi kalau kau butuh untuk menjemputmu aku akan siap "


Bella hanya mengangguk mengiyakan ucapan Sean.


Bella mengantar Sean sampai parkiran, memastikan Sean pergi dari toko.


" dah sayang " lambai Sean di dalam mobilnya, dan mobil pun melaju kencang.


Bella membalas lambaian tangan Sean, hingga mobil Sean tak terlihat Bella baru kembali masuk di dalam toko.


______________________________


.


.


.


.


jangan lupa like comment and vote


.


..

__ADS_1


.


__ADS_2