
Hari demi hari pernikahan Sean dan Bella semakin hari semakin harmonis, walaupun dibumbui pertengkaran yang absurd.
Begitu pun dengan pernikahan Ryan dan Selena semakin mengenal satu sama lain. Hingga pernikahan menginjak satu bulan. Ryan belum menyentuh Selena seutuhnya.
Selena sudah menggoda Ryan namun Ryan tetap dengan pendirian tidak mau menyentuh Selena sebelum hatinya terpaut pada Selena. Hatinya masih bimbang. Walaupun ia sudah melupakan Bella dan mengikhlaskannya namun hatinya belum bisa membuka hati dengan wanita lain.
Pernah suatu ketika Selena berhasil menggoda Ryan. Tetapi Ryan tiba-tiba meninggalkannya karena sesuatu hal pekerjaan yang tak bisa ditunda.
" Selena bagaimana pernikahan mu dengan Ian? tanya Bella. Kini mereka tengah ngopi bareng di sebuah cafe.
Selena ingin berjumpa dengan Bella. Jadilah sekarang mereka berdua duduk berhadapan dengan secangkir kopi.
" Baik nona Bella. Mr Ryan sangat baik dan perhatian,"jawabnya. Namun ada nada tak enak di ucapannya.
" Ada apa Selena ? Apa ada masalah?" tanya Bella penuh selidik.
" Haruskah aku membicarakan ini padamu nona Bella?" Selena menatap lekat Bella.
" Katakan," perintah Bella tegas.
Selena menghembuskan nafas perlahan. " Nona Bella Mr Ryan belum menyentuhku," lirih Selena.
" Hah?" Bella mengkerutkan keningnya.
Selena mengangguk. " Aku merasa kosong nona Bella."
" Semenjak kalian menikah belum sekalipun? maksudku apa kalian belum pernah ciuman atau saling menyentuh gitu?" cecar Bella.
" Pernah ,tapi kami belum melakukan sejauh itu."
" Sabarlah kalau sudah waktunya kalian bisa merasakannya," Bella menyeruput kopinya.
" Nona Bella bagaimana rasanya bercinta?" tanya Selena polos.
Sontak Bella tersedak kopinya mendengar pertanyaan Selena.
" Aku tidak bisa menjelaskan Selena. Nanti kau juga akan tahu," jawab Bella mengelap bibirnya.
" Beritahu aku nona Bella , sedikit saja," mohon Selena.
"Selena kau ! sudahlah jangan menanyakan hal itu," Bella mengibaskan tangannya tak mau menjawab pertanyaan Selena.
" Bagaimana dengan Mr Sean ? apa dia hebat dalam urusan ranjang?" tanya Selena tanpa malu-malu.
Bella melotot tak percaya dengan pertanyaan Selena. Dia begitu berani menanyakan hal itu.
" Tidak ! Dia biasa saja," jawab Bella datar. Kalau boleh jujur Bella memang mengakui kehebatan Sean dalam urusan ranjang. Hanya memikirkannya saja Bella menegang saat-saat dimana Sean menyentuhnya.
" Benarkah itu? tapi Mr Sean sangat perkasa nona Bella. Dia tipe pria dewasa yang bisa menaklukkan hati wanita," tukas Selena.
" Kau tahu darimana ? jangan gosip," kilah Bella.
__ADS_1
" Ya aku hanya dengar-dengar saja sih. Katanya Mr Sean seorang pria playboy."
" Dia memang playboy tapi dalam urusan ranjang dia biasa saja."
" Oh begitu," Selena manggut-manggut.
" Benarkah itu sayang ?" suara bariton mengalihkan pandangan kedua wanita yang sedang minum kopi.
" Sean," guman Bella menoleh ke arah suara berat Sean.
"Mr Sean," sapa Selena ramah.
" Hallo Selena," balas Sean.
" Hallo sayang," kini Sean duduk menatap Bella tajam.
" Kau sedang apa disini?" tanya Bella basa basi.
" Aku baru selesai meeting," jawab Sean dingin.
Gawat! Apa dia dengar ucapan ku, batin Bella.
" Kalian sedang apa?" tanya Sean melirik Bella dan juga Selena.
" Kami sedang ngopi saja," jawab Selena.
" Benarkah itu?" kini pandangan Sean menuju Bella.
Bella mencoba bersikap biasa walaupun hatinya sangat was-was.
" Tapi kudengar kalian sedang membahas sesuatu," tanya Sean semakin memojokkan mereka berdua.
" Ahh tidak Mr Sean," kilah Selena. " Aku permisi dulu ya nona Bella. Aku ada perlu," Selena dengan terburu-buru meninggalkan Bella dan Sean. Takut ia ketahuan bergosip tentang Sean.
" Selena kau mau kemana?" teriak Bella. Ia tak terima Selena meninggalkannya sendirian menghadapi suaminya yang arogan.
Kini mata Sean menatap lekat istrinya itu. " Jadi aku biasa saja sayang dalam urusan ranjang?" tanya Sean bersedekap menatap Bella.
" Hmm iya," jawab Bella gugup.
" Kenapa kau gugup sayang?" Sean terus menatap Bella seolah mengintimidasinya.
" Aku biasa saja," Bella gelagapan.
" Baiklah. Ayo ikut denganku," ajak Sean menarik tangan Bella.
" Kemana Sean?"
" Nanti juga kau akan tahu."
Sean membawa Bella keluar dari cafe. Melajukan mobilnya menuju sebuah hotel berbintang.
__ADS_1
" Hotel," guman Bella menatap gedung dihadapannya.
Sean menarik tangan Bella keluar dari mobilnya. Membawanya ke sebuah kamar hotel yang telah ia pesan.
" Sean kenapa kau membawaku kemari?" tanya Bella.
Sean tak menjawab terus menarik Bella masuk ke kamarnya.
" Sean ," sentak Bella.
" Aku membawamu kemari untuk membuktikan omongan mu itu tak benar,"jawab Sean menatap datar Bella.
" Maksudmu," tanya Bella.
" Kau bilang aku biasa saja dalam urusan ranjang. Jadi aku akan membuktikan bahwa aku mahir dalam urusan ranjang Bella. Bahkan kau yang lebih menikmati permainan panas ku," seringai Sean.
" Sean tolong jangan lakukan itu ini masih siang," bentak Bella.
" Aku tak peduli," Sean mulai membuka dasi dan jasnya. Membuangnya ke sembarang arah.
Sedang Bella terus mundur menghindari Sean yang mendekatinya.
" Sean hentikan! jangan gila. Kau mau memperkosaku hah," bentak Bella.
" Mana ada suami memperkosa istrinya. Lagian setelah aku menyentuhmu kau pasti langsung menikmatinya."
" Dasar manusia mesum ! Ingat ini masih siang kau harus berkerja."
" Aku tak peduli. Harga diriku seakan kau rendahkan Bella."
" Sean maafkan aku. Aku hanya ingin menghindari pertanyaan Selena tentang hubungan intim. Aku risih mendengarnya," Bella beralasan.
" Tapi tidak dengan kau merendahkan aku sayang." hardik Sean.
" Iya iya maaf," mohon Bella.
Sean berhasil memojokkan tubuh Bella didinding. " Jadi aku akan membuktikan padamu sayang. Agar kau tahu betapa hebatnya aku dalam urusan ranjang." Sean langsung membopong tubuh Bella ke ranjang.
" Sean," pekik Bella. Sean melucuti pakaian Bella sampai benar-benar polos tanpa sehelai benang pun.
" Bagaimana sayang? kau masih meragukan kemampuan ku dalam urusan ranjang," tanya Sean ditengah permainan panasnya.
" Iya Sean , kau memang hebat," desah Bella. Permainan panas Sean membuatnya melayang sampai dilangit ketujuh.
Walaupun Bella sering menolak berhubungan tapi setelah Sean menyentuhnya, Bella menginginkan lebih. Dan Sean berhasil membuat Bella menyerahkan seluruh tubuhnya.
.
.
Jangan lupa like comment and vote
__ADS_1
.
.