Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
Berdebat


__ADS_3

Selena menuju kantor Ryan. Ia takut berhadapan dengan Sean. Karena ia tahu Sean seorang pria yang terpandang dan arogan.


" Ryan," panggil Selena masuk ke ruangannya.


Ryan mengkerutkan keningnya menatap Selena yang menghampirinya. " Ada apa ?" tanya Ryan.


" Aku hanya kangen saja padamu," cengir Selena.


Ryan menatap datar kembali melanjutkan pekerjaannya. Sedang Selena berdiri kikuk dihadapan meja kerja Ryan. Ryan tak meresponnya ataupun mengajak bicara padanya. Dengan terpaksa ia duduk disofa yang tak jauh dari meja kerja Ryan.


Selena menyenderkan kepalanya disofa. Rasa kantuk mulai menyerangnya. Padahal tadi dia ngopi bareng dengan Bella. Entah kenapa ia merasa mengantuk.


Perlahan matanya terpejam mulai terbawa ke alam mimpi. Ryan yang masih fokus dengan pekerjaannya tak menghiraukan Selena yang tertidur di sofa.


Hingga pukul empat sore barulah Ryan bangkit dari duduknya menghampiri Selena.


" Dasar kebo," gerutu Ryan menatap Selena. Ia pun membangunkan tubuh Selena.


" Euhh," lenguh Selena menggeliat dari tidurnya.


" Bangun Lena ?"


" Ryan," Selena menatap Ryan perlahan.


" Bangun. Ayo kita pulang," ajak Ryan.


" Oke," Selena menguap lebar lalu meregangkan tubuhnya.


Ryan menggelengkan kepalanya, melangkah keluar meninggalkan Selena yang masih belum sepenuhnya sadar dari tidurnya.


" Ryan suamiku tunggu," teriak Selena melihat Ryan yang sudah menjauh.


" Ck , kebiasaan," gerutu Selena menghentakkan kakinya.


Ryan sudah sampai dimobilnya. Sedangkan Selena masih belum sampai.


" Kemana gadis tengil itu," Ryan mengedarkan pandangannya.


Selena tergopoh-gopoh menghampiri Ryan. " Kau meninggalkanku," dengus Selena sebal.


" Kau yang lama," balas Ryan. Ia langsung masuk kedalam mobilnya.


" Dasar pria tak berperasaan," gerutu Selena.


" Kau mau pulang atau akan tinggal disini," teriak Ryan didalam mobil.


" Iya iya bawel," gerutu Selena masuk kedalam mobil Ryan.


Ryan melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata. Selena yang masih kesal tak mau mengajak Ryan bicara begitupun dengan Ryan juga malas berbicara dengan Selena.


" Ryan," panggil Selena.


" Hmm," balas Ryan.


" Tadi aku bertemu dengan nona Bella," kata Selena.


" Ada apa kau bertemu dengannya?" mata Ryan menyipit menyiratkan ketidaksukaan.


" Hanya mengobrol saja. Lagian sudah lama kita tak bertemu," Selena beralasan.


Ryan terdiam kembali fokus menyetir.


" Oh iya. Tadi juga ada Mr Sean," timpal Selena.

__ADS_1


" Mr Sean sangat gagah ya," lanjut Selena.


Ryan masih terdiam.


" Kata nona Bella Mr Sean itu sangat hebat dalam urusan ranjang," Selena melirik sekilas kearah Ryan.


Ryan menoleh. " Lalu? Apa hubungan dengan ku," tanya Ryan ketus.


" Tidak ada. Tadi nona Bella membicarakan tentang Mr Sean yang selalu membuat nona Bella mabuk kepayang."


" Itu bukan urusanku," ketus Ryan.


" Iya itu memang bukan urusan kita tapi aku ingin punya suami seperti dia yang perhatian dan perkasa," tukas Selena.


" Maksudmu apa Lena ? kau ingin merebut Sean dari Bella?"


" Ck bukan itu maksudku ! kau ini tak mengerti Ryan," dengus Selena.


" Lalu apa?"


" Aku ingin kau seperti Mr Sean yang sayang sama istri dan tentunya sangat lihai diranjang," jawab Selena tanpa malu-malu.


" Kau ingin aku menjadi seperti dia," sentak Ryan tak terima.


" Iya."


" Jangan paksakan aku menjadi dia. Dia itu playboy dan juga penjajahan wanita."


" Tapi sekarang dia sayang banget sama nona Bella. Aku bisa melihat dari sikapnya," tukas Selena.


" Lena Lena kenapa kau ingin aku menjadi dia?" Ryan menggelengkan kepalanya.


" Karena kau tak seperti dia yang menyayangi dan juga menjamah layaknya suami ke istrinya," cicit Selena.


Selena terdiam menunduk. Apa yang di katakan Ryan benar. Selena ingin Ryan menjamahnya.


" Kenapa kau diam?"


Selena menggeleng


" Ck hanya karena itu kau ingin aku seperti Sean bajingan itu," decak Ryan sebal.


" Ryan kenapa kau menyebut Mr Sean bajingan ! Kau tak sopan."


" Aku tak peduli. Dia memang bajingan."


" Terserah kau sajalah." Selena menghela nafasnya. Berdebat dengan Ryan hanya membuang waktu saja, ia tak mau mengalah. Sungguh menjengkelkan.


Mobil melaju ke arah apartemen Ryan. Sampai diparkiran Ryan dan Selena langsung menuju unit apartemennya.


" Kau ingin aku masakan air hangat?" tanya Selena tiba di unit apartemennya.


" Tak perlu. Aku ingin mendinginkan otak ku," sarkas Ryan. Ia pun langsung masuk kedalam kamarnya.


" Dasar pria aneh," gerutu Selena.


Selena menyiapkan makan malam untuknya dan juga Ryan.


Satu jam berlalu Ryan keluar dari kamarnya menuju ruang makan.


" Kau masak apa?" tanya Ryan duduk dikursi meja makan.


" Liat saja sendiri. Oh ya aku mau mandi dulu. Kalau mau makan duluan saja."

__ADS_1


Tanpa persetujuan Selena, Ryan pun menyendokan lauk ke piringnya. Masakan Selena membuatnya betah dirumah. Selain enak, menu masakan Selena terbilang sangat sehat. Tanpa harus makan diluar seperti dulu saat dia masih sendiri, yang sering makan sembarangan diluar sana.


Usai mandi Selena menghampiri Ryan yang sedang menonton TV.


" Sudah selesai makannya?"


" Kau tak lihat aku sedang apa," ketus Ryan.


" Ck kau marah-marah mulu. Aku kan cuma basa basi saja," decak Selena sebal.


" Basa basi busuk," sarkas Ryan.


Ingin rasanya Selena mencekik leher suaminya yang menyebalkan. Sungguh Ryan tak ada romantis-romantisnya. Yang ada hanya marah-marah dan bersikap dingin. Menyebalkan.


Akan kubuat kau kepanasan Ryan, batin Selena.


Selena pun melangkah masuk kedalam kamarnya. Ia mencari sebuah lingerie yang sangat transparan. Balas dendam dengan membuat Ryan kepanasan.


Lihat saja akan ku buat kau tak bisa berkutik,batin Selena.


Selena keluar dari kamarnya, menghampiri Ryan yang masih fokus menonton televisi. Dengan anggun Selena duduk disamping Ryan. Menyilangkan kedua pahanya.


Ryan melirik sekilas namun ia langsung tertegun melihat istrinya yang begitu sexy memakai lingerie.


" Sedang apa kau memakai lingerie?" tanya Ryan menatap Selena.


" Memangnya kenapa? Memang ada yang salah, ini tempat tinggal kita berdua jadi bebas dong mau pakai apa. Lagian kita sudah menikah ini," jawab Selena enteng.


" Ini masih sore dan kau memakai pakaian seperti itu."


" Terserah aku dong. Cerewet banget sih jadi laki laki," dengus Selena.


Ryan kembali menatap televisi dihadapannya. Sebenarnya ia juga terpesona dengan tubuh sexy istrinya namun ia tak ingin menjamahnya.


Selena melihat sikap Ryan biasa-biasa hampir putus asa. Tapi ia tak ingin menyerah begitu saja. Dia mulai menarik kain tipis itu menampakkan paha mulusnya.


Menyenderkan tubuhnya dilengan Ryan. " Ryan," goda Selena.


Tubuh Ryan seketika panas namun ia tetap bersikap biasa. Karena Ryan tak merespon Selena. Ia nekad duduk dipangkuan Ryan.


" Lena apa yang kau lakukan," sentak Ryan menatap tajam Selena duduk di pangkuannya.


" Aku memanggilmu tapi kenapa kau tak jawab," jawab Selena tak kalah nyolot.


" Minggir aku sedang menonton televisi."


" Tak mau," kekeuh Selena.


" Kalau kau tak mau akan ku dorong kau," ancam Ryan.


" Tak kan bisa." Secepat kilat Selena menyambar bibir Ryan lalu ********** dengan penuh gairah. Ryan yang awalnya menolak akhirnya membalas ciuman ganas Selena.


*Kena kau, batin Selena menyeringai.


.


.


.


Jangan lupa like comment and vote*


.

__ADS_1


.


__ADS_2