
Sean melajukan mobilnya ke gedung tua pinggiran kota,Tio dan beberapa anak buahnya menunggunya di sana.
"dimana dia sekarang"Sean menghampiri Tio
"disini tuan " Tio menunjukan ruangan yang lumayan luas, ruangan yang sudah terbengkalai.
Sean manatap tajam pria yang duduk terikat itu,pria berumur sekitar 40 tahunan
"jadi...apa alasan mu mencelakai istri saya" tanya Sean
"saya cuma disuruh tuan"jawabnya ketakutan
"siapa yang menyuruhmu??
"saya tidak tahu tuan...mereka berdua menghampiri saya...saat itu saya sedang ngojek, lalu menawari saya uang 10 juta,, asal mau menabrak seseorang"
"kau tahu ciri-ciri pria itu??? tanya Sean
"saya tidak tahu tuan,,mereka berdua memakai masker,"
",Tio... kau harus cari tahu lagi,dengan detail...biarkan pria ini disini" menatap tajam Tio
"baik tuan" Tio mengangguk kepalanya
"tapi tuan saya di tidak tahu apa-apa "sela si pria itu
"kau salah....kau melukai istriku"ucap Sean dingin.
"usut terus sampai siapa dalang yang menabrak istriku" perintah Sean meninggalkan gedung tua .
"baik tuan" sahut Tio.
Sesampainya di rumah Bella menunggunya diruang tamu.
"Sean kau dari mana???
"maafkan aku sayang,,,aku ada urusan sebentar,maaf tidak memberitahu mu" Sean menghampiri Bella yang duduk di sofa ruang tamu.
"oh begitu....Sean...bolehkah besok aku ke tempat bibi??
"no Bella...kamu belum sembuh total" tolak Sean tegas
"tapi aku bosan dirumah terus"
"nanti kalau kondisi kamu sudah baik"
"aku tidak terluka parah Sean...hanya luka-luka kecil...lagian terluka parah itu ian,,,selama dia dirumah sakit aku tidak menjenguknya"
"jangan coba-coba menemui pria lain selain diriku Bella" Sean menatap tajam bella
Bella menghela nafasnya, "Sean..dia telah menyelamatkanku,,, setidaknya kita menjenguknya,,,, kalau kau tidak mau aku menjenguknya sendiri kamu boleh ikut,,,biar kamu tidak cemburu "sindir Bella
"aku tidak mau menemuinya,,,lagian aku sudah membayar seluruh perawatannya...jadi untuk apa menemuinya lagi" ujar Sean
"Sean...jangan seperti itu.. kamu tidak menghargai dia yang telah menyelamatkan ku... kalau kamu tidak mau menemui dia...biar aku sendiri yang menemuinya" tegas Bella.
"aku tidak ijinkan kamu keluar dari rumah ini" Sean menatap tajam Bella.
"aku tidak peduli,,,dengan ijin atau tidak aku tetap akan menjenguk nya" Bella tak mau kalah.
sean menghela nafasnya, "baiklah aku akan menemanimu menjenguk dia" Sean mengalah
"terimakasih Sean" Bella tersenyum
"kau sangat akrab dengannya???
"aku tidak akrab dengannya,,,kita juga jarang ketemu ataupun mengobrol...lagian aku tidak terlalu menyukai pria jail seperti dia"
"benarkah itu???
"iya Sean...kau tak percaya padaku"
"iya aku percaya padamu"
"Sean...aku tahu status ku...aku punya seorang suami,,,jadi aku tidak akan macam-macam dengan pria lain" jelas Bella, ia tahu bahwa Sean cemburuan.
"tapi aku tak suka kau dekat-dekat dengan pria lain"menggenggam tangan Bella.
"aku tidak akan pernah selingkuh walaupun aku belum mencintaimu"
"kau masih belum mencintai ku" desah Sean.
__ADS_1
"cinta tidak di ukur dari ucapan tapi dari sikap orang itu, saling menghargai, saling mempercayai dan menemani saat dia susah ataupun senang" Bella membelai lembut wajah Sean
"kau selalu bisa membalas ucapan ku sayang"sean menatap penuh cinta
"aku hanya berpendapat sesuai hatiku Sean" membalas tatapan lembut Sean.
Sean tersenyum mendekatkan wajahnya ke arah Bella.
"stop " tangan Bella menahan wajah Sean.
Sean mengernyitkan dahinya
"kita makan dulu Sean,,aku lapar" cengir Bella
Sean menggeleng-gelengkan kepalanya, " ya sudah ayo, aku juga lapar" meraih tangan Bella lalu menggandengnya menuju ruang makan.
Keesokan harinya Bella dan Sean bersiap pergi ke rumah sakit.
"aku harus membawa apa ya buat ian"tanya Bella saat perjalanan menuju rumah sakit.
"tidak perlu.." ucap Sean dingin
"kau ini....menepilah " pinta Bella
"kenapa... kau marah padaku???
"tidak...aku hanya ingin membeli buah " jawab Bella
"aku kira kau marah padaku"
"aku tidak akan marah,, kecuali kau kasar padaku" sarkas Bella
Sean menepikan mobilnya ,tampak berjejer kios-kios buah sepanjang jalan.
"biar aku saja yang keluar" ucap Sean
"baiklah "
Beberapa menit kemudian Sean membawa sekeranjang parsel buah.
"apa ini cukup" memperlihatkan parsel buah yang di bawahnya.
"iya cukup"
ceklek
Sean membuka pintu kamar inap Ryan,tampak Ryan sedang diperiksa oleh dokter.
"saudara ian...luka anda sudah membaik,,jadi nanti siang anda boleh pulang,, kalau ada keluhan lagi segera periksa kan" ujar dokter yang memeriksa Ryan.
" baik dok"
"kalau begitu saya permisi" pamit sang dokter
Ryan mengangguk.
Sean dan Bella menghampiri Ryan.
"bagaimana keadaan mu" tanya Bella
"aku sudah mendingan,,dan hari ini aku bisa pulang " balas Ryan tersenyum.
Sean menatap tajam ke arah Ryan.
"syukurlah,,, maafkan aku yang baru menjenguk mu sekarang"
"tidak apa-apa bell,,tapi sekarang kamu sudah ada disini," Ryan tersenyum manis
Sean yang melihat Ryan tersenyum kepada istrinya, menatap tajam Ryan seakan ingin menguliti tubuh Ryan, sedangkan Ryan ia tidak peduli,malah semakin memanasi Sean, membuat Sean terbakar cemburu, seperti sekarang ini ia sengaja menyuruh Bella mengupaskan jeruk untuknya.
"bell,,,boleh minta tolong kupaskan jeruk untukku,,, mulut ku terasa pahit ingin makan yang manis-manis" pinta Ryan manja
"tentu saja " Bella mengambil satu jeruk lalu ia kupas,
"ini " Bella menyuapkan jeruk ke mulut Ryan,
Ryan menerima suapan dari tangan Bella, tersenyum manis menatap Bella, "manis bell "
Dada Sean benar-benar terbakar api cemburu,ingin sekali ia mencekik Ryan yang terang-terangan menggoda istrinya.
"sayang biarkan dia sendiri,,kau tak usah menyuapinya" ucap Sean
__ADS_1
"tapi dia masih sakit Sean "
"aku membayar perawatannya mahal,, harusnya dia sudah baikan, dia bisa makan dengan tangannya sendiri....kecuali dia ingin aku patahkan tangannya" sarkas Sean dingin
Bella tahu Sean sedang cemburu,ia pun meletakkan jeruk yang ia pegang.
"kau bisa makan sendiri kan" ucap Sean menatap dingin Ryan
"tentu saja bisa...tapi aku ingin Bella yang menyuapiku" membalas tatapan Sean.
"sudahlah hentikan...Ryan maafkan suamiku...kamu bisa kan makan sendiri???Bella mencoba menengahi
"iya bell " ucap ryan pasrah
Sean menyunggingkan senyumnya,ia merasa menang dari pria yang menyelamatkan istrinya itu.
Tidak lama bi Marni dan alan masuk kedalam kamar inap Ryan.
"Bella.... Sean ..kalian disini?? tanya bi Marni.
"iya bi...kami ingin menjenguk ian "jawab Bella
"kamu sudah baikan bell?? tanya bi Marni lagi.
"sudah bi "
bi Marni mengalihkan pandangannya ke arah Ryan , "ian..jam berapa bisa pulang nya?? tanya bi Marni
" jam 11 bi " jawab Ryan.
"sayang duduklah di sofa kamu baru sembuh jangan terlalu lama berdiri" perintah Sean.
Bella mengangguk, ia duduk di sofa di temani Sean disebelahnya.
"ian mana baju-baju mu,,biar ibu beresin" tanya bi Marni
"tidak usah Bu...biar saya saja cuma sedikit ini ko" jawab Ryan.
",tidak apa-apa ian...ibu ingin membantumu"
"tapi Bu..."
"sudah mana " sambar bi Marni.
"di lemari Bu"
bi Marni membereskan baju-baju ian di bantu Alan membereskan barang-barang Ryan. Sedangkan Sean ia malah sedang asyik menggoda Bella dengan menyiumi wajah Bella,
"Sean hentikan...malu tahu ada orang " bisik Bella risih
Tapi Sean terus menerus menyiuminya dari wajah sampai leher Bella. Ryan yang melihat kelakuan Sean menatap kesal.
bisa-bisanya bermesraan di depan orang banyak, batin Ryan kesal
"Ian sudah ibu bereskan,," ucap bi Marni
"terimakasih bi,,, sebentar lagi perawat pasti kesini" balas Ryan.
Sean bangun dari tempat duduknya, "bi kita pamit pulang saja" ucap Sean
"tapi Sean...ian mau pulang apa kita sebaiknya mengantarkannya" sela Bella
"kamu belum sembuh sayang... biarkan nanti Tio kesini mengantar bi Marni dan yang lainnya" ujar Sean
"iya bell gak apa-apa..mending kamu pulang, istirahat" kata bi Marni
"ya sudah " Bella menghampiri Ryan, " Ian cepat sembuh ya" Bella tersenyum manis.
"dia akan sembuh sayang...aku sudah memberikan yang terbaik untuk perawatannya" sambar Sean.
Bella mendengus sebal dengan kelakuan suaminya yang sombong.
"aku pamit ya bi,,,"
"iya bell... istirahat ya" ucap bi Marni.
"iya bi "sahut Bella.
________________________________________________
Dukung terus yaa
__ADS_1
like comment and vote 💐💐💐
biar author semangat up nya