Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
Sean bertemu devan


__ADS_3

Di cafe Bean Sean dan Tio menyelesaikan pertemuan bisnisnya dengan pak Hendro investor yang akan berinvestasi di perusahaan Sean.Langkah kakinya terhenti saat seseorang memanggilnya, " hei tunggu"seru seorang pria,yang tidak lain mantan kekasih istrinya devan. Sean memicingkan matanya menatap Devan sinis, "ada apa ???tanya Sean dingin


"saya ingin bertanya padamu "jawab Devan


"apa ??? tanya Sean dingin


"apa Bella menjual dirinya kepada mu untuk mendapatkan uang??


Sean menatap tajam ke arah Devan,dari mana dia tahu,dalam hati Sean


"Bella tidak menjual dirinya tapi menyerahkan dirinya padaku"


"itu sama saja,...berapa uang yang harus Bella bayar untuk melunasi hutang nya padamu"


"kenapa..?? kau akan membayarnya??tanya Sean meremehkan


"iya aku akan membayarnya, melepaskan Bella darimu"jawab devan sinis


Sean menyunggingkan bibirnya " 500 juta,..saya ingin kau menyediakan uang itu dalam seminggu,kita bertemu lagi disini saat makan siang dan tentunya kau membawa uangnya " ucap Sean sinis, padahal hutang Bella 200juta,tapi Sean ingin menggertak devan menambahkan nilai hutang Bella 500juta.


"tentu saja saya akan membawa uangnya",ucapa Devan yakin


Sean dan Tio melanjutkan langkahnya menuju parkiran mobil "Tio kau tahu apa yang harus kau lakukan" perintah Sean dingin


"saya mengerti tuan"Tio mengangguk kepalanya,Tio tahu apa yang diinginkan bosnya,menggagalkan Devan mendapatkan uang.


Sean tidak ingin Devan mendapatkan uang untuk membawa Bella kembali,Sean tidak ingin yang jadi milik nya di ambil orang lain.Apapun caranya Sean akan mempertahankan miliknya.Bella tidak boleh direbut oleh siapapun hanya miliknya seorang.


Di sisi lain Devan mencoba meminjam ke perusahaan tempat dia berkerja tapi gagal,perusahan tempat ia berkerja tidak menerima pinjaman yang sangat besar, sekalipun perusahaan memotong gajinya. Devan mencoba meminjam ke bank tapi tetap nihil tidak bisa,ini karna campur tangan Sean yang meminta seluruh bank tidak menerima pinjaman atas nama Devan Prayoga.


seminggu berlalu Devan tidak bisa mendapatkan pinjaman sama sekali,seluruh bank menolaknya, hingga tempat pinjaman kecil pun tidak menerima atas nama Devan Prayoga.


Devan mulai putus asa tapi tekad nya ingin Bella kembali padanya. "aku harus bagaimana,,...apa aku jual rumah ini,.. tapi bagaimana dengan ibu,,pasti tidak menyetujui"keluh Devan.


Devan menghembuskan nafas panjang mungkin suami Bella bisa diajak negosiasi,mau menerima tawaran untuk di cicil hutangnya.


Devan menunggu Sean di tempat dimana mereka sepakati. Sean dan Tio tiba di cafe menghampiri Devan.

__ADS_1


"bagaimana kau sudah membawa uangnya??tanya Devan


"aku tidak membawanya"jawab Devan. Sean tersenyum senang melihat Devan tidak mendapatkan uang.


"berarti Bella tetap milikku"


"tidak...,aku ingin kau memberiku waktu,aku ingin mencicil hutang Bella."pinta Devan


sean menyunggingkan bibirnya, "aku tidak ingin di cicil,aku ingin kau membayar nya kontan,aku memberi Bella uang kontan tidak di cicil,jika kau ingin membantunya kau juga harus membayar kontan."


Devan termenung memikirkan cara membayar utang Bella, kalau ia menabung pasti akan lama Bella kembali padanya.Tapi mencari pinjaman tidak satupun yang mau meminjamkan padanya.Devan mendesah pelan bingung harus bagaimana.


Melihat Devan yang semakin putus asa,Sean tersenyum penuh kemenangan tidak ada satupun yang bisa merebut yang menjadi miliknya.


"kalau begitu kami pergi dulu,masih banyak pekerjaan " pamit Tio mewakilkan Sean


"tunggu...."tahan Devan


"ada apa lagi tuan,bukan kah sudah selesai??tanya Tio


"beri aku waktu lagi untuk melunasi hutang Bella"pinta Devan


"apa kau pikir aku bodoh,hanya memberi ku waktu seminggu untuk mendapatkan uang 500 juta, kenapa ??apa kau takut jika aku melunasi hutangnya,Bella akan kembali padaku"tantang Devan


"aku tidak takut pada siapapun terutama kau " jawab Sean dingin


"kalo begitu beri aku waktu lagi"


"terserah kau saja"ucap Sean pergi meninggalkan Devan,Sean sangat emosi Devan mau menantangnya,tidak akan ku biarkan,dalam hati Sean


"Tio lakukan apapun agar dia tidak bisa mendapatkan uang sepeserpun"perintah Sean emosi


"baik tuan" Tio menganggukkan kepalanya.


takkan ku biarkan kau merebut milikku,guman Sean dalam hati.


______________________

__ADS_1


sebulan berlalu Bella menjadi istri Sean, kegiatan Bella sehari-hari hanya menonton televisi, menunggu Sean pulang dan tentu nya menjadi partner ranjangnya, walaupun Bella sering menolaknya mentah-mentah tapi selalu ada saja akal Sean membuat Bella tidak menolak.


"Sean apa boleh aku keluar "pinta Bella,saat mereka sedang menonton televisi di kamarnya.


"untuk apa kau keluar sayang,kau cukup menungguku pulang"jawab Sean


"aku bosan,lagian aku ingin menjenguk bi Marni!!pinta Bella.


"baik lah ..tapi ada satu syaratnya,kau harus diantar oleh supir kemanapun kamu pergi "perintah Sean.


"baiklah "jawab Bella malas


Bella beranjak dari tempat duduknya menuju ranjang merebahkan tubuhnya.


"kamu mau tidur sayang"tanya Sean


"iya aku ngantuk" jawab Bella datar


Sean menghampiri Bella merangkak naik ke ranjang menempelkan tubuhnya ke arah Bella."sayang bagaimana kalau kita bermain dulu"pinta Sean dengan nada menggoda


"aku sedang datang bulan"jawab Bella datar


"kapan kamu datang bulan??tanya Sean tak percaya.


"tadi sore"


"berapa lama kamu datang bulan??tanya Sean masalahnya Sean tidak bisa menahan hasratnya jika berdekatan dengan Bella.


"seminggu"jawab Bella datar


",lama sekali"desah Sean


"sudahlah aku ngantuk, biar kan aku tidur Sean "ketus Bella.


"baiklah,. tidurlah sayang"mengecup kening Bella.


Sean menatap wajah Bella yang mulai tertidur,wajahnya yang tenang,bibir merah jambu yang menggoda,kulit putih bersih,Sean benar-benar tergila-gila padanya. Padahal Bella sangat dingin dan ketus tapi sean menyukai sifatnya itu, menurutnya itu menggemaskan.

__ADS_1


"aku takkan membiarkan kau berpaling dariku,walau sedetik saja aku benar-benar mendambakanmu bell,"mengusap pipi Bella.


__ADS_2