Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
Gagal


__ADS_3

Ryan duduk di taman belakang rumahnya. Duduk termenung menatap tanaman hijau dan bunga-bunga bermekaran. Suasana yang sungguh menentramkan jiwa, namun tidak jiwanya yang sedang pilu.


Hatinya sangat rapuh saat ini , beberapa kali ia menghela nafasnya menetralkan perasaannya.


" aku harus ikhlas " lirihnya.


Ryan memejamkan matanya , mencoba membuyarkan pikiran negatifnya. Sebuah tangan menyentuh lembut pundaknya.


" Ryan " panggil Anita mamanya.


" ma " sahut Ryan.


" kamu sedang sayang " Anita duduk disamping Ryan.


" tidak sedang apa-apa ma " kilah Ryan.


" kamu jangan bohong sama mama , mama tahu kamu sedang ada masalah kan " tebak Anita.


Ryan menghela nafasnya. " ma , apa aku salah mengharapkan sesuatu yang bukan milikku , apa aku terlalu egois ingin memiliki yang bukan punya ku "


Anita tersenyum ,ia tahu kemana arah bicara anak lelakinya itu.


" sifat manusia itu serakah , walaupun kita telah mendapatkan keinginan kita tapi melihat orang lain memiliki yang tak kita punya , maka sifat itu akan ada didiri kita , itu kenapa manusia harus bisa mengendalikan diri dari sifat serakah itu."


" tapi tidak bisakah aku serakah sekali saja ma "


" tidak sayang , walaupun kita meminta sifat itu dalam artian sekali saja tetap saja tidak akan pernah bisa hanya sekali . Jika sudah mempunyai sifat serakah seterusnya akan seperti itu tidak ada kepuasan darinya. Ibarat kita lapar , kita mengambil semua makanan yang ada untuk memenuhi hasrat serakah kita , tidak tahu nantinya akan beresiko seperti apa. Jika sudah begitu hanya kemalangan yang ada karena kita tak bisa mengendalikannya "


Ucapan mamanya ada benarnya ia terlalu serakah untuk mendapatkan hati Bella padahal ia tahu Bella masih milik orang lain. Sifat egois manusia memang seperti itu akan terus mengambil apa saja yang bukan haknya tanpa tahu resiko apa yang akan datang.


" ma aku akan mengikhlaskan Bella dan memulai hidup baru dengan wanita pilihan mama dan papa "


Anita terdiam mendengar ucapan anaknya, ia ragu dengan ucapan Ryan. Masalahnya Ryan pernah mengatakan bahwa ia sudah merelakan Bella namun nyatanya dia malah semakin larut dalam kesedihannya.


" kau yakin sayang " tanya Anita memastikan.


" iya ma , tadi aku sudah bertemu dengan Bella , dia telah menikah "


" Bella sudah menikah " Anita terkejut.


" iya ma , Bella telah menikah kemarin dengan suaminya "


" Sean tidak mengundang papa mu "


" entahlah , aku juga tidak diundang ,tapi Selena diundang "


" Selena ? mungkin Sean mengundang nyonya Eva jadi dia ikut hadir di acara pernikahan Bella. "


" Selena berteman dengan Bella "


Anita mengernyitkan keningnya . " mereka berteman bukannya mereka tak mengenal satu sama lain "


" aku tidak tahu ma , tapi Selena yang bilang kalau dia berteman dengan Bella "


Anita hanya mengangguk.


" sebaiknya kamu makan ya, ini sudah siang " ajak Anita.


Ryan mengangguk lalu beranjak mengikuti langkah Anita menuju ruang makan.


Hari minggu ini Sean lebih menghabiskan waktu di kamar , sebenarnya ada tujuan lain ia menghabiskan waktu dikamar ,ia ingin berduaan dengan Bella. Tetapi Bella malah lebih banyak menemani Zyan yang sedang melukis diruang lukisnya , padahal tanpa ditemani pun Zyan tak masalah , tapi Bella ingin menemaninya, memperhatikan putranya melukis.


" hah gagal lagi ini " desah Sean


Sean guling-guling diranjang empuknya , menunggu Bella masuk kedalam kamarnya.


" arrghh " Sean mengacak rambutnya.


ceklek , pintu kamarnya terbuka.


" kau kenapa Sean " tanya Bella masuk kedalam kamar.


" akhirnya " ucap Sean penuh harapan.


" kau kenapa ?


" kemarilah " pinta Sean.


Bella duduk ditepi ranjang. " ada apa ?

__ADS_1


" bell, aku ingin meminta hak ku " ucap Sean memelas.


" apa " pekik Bella.


Sean mengangguk menampakkan wajah memohon.


" tidak bisa Sean aku masih lelah " tolak Bella.


" please " nada Sean mulai melemah.


pria ini sungguh tak tahu malu , urusan ranjang saja sampai memelas seperti itu, batin Bella.


" nanti malam saja Sean "


" kenapa tidak sekarang saja , aku sudah tak tahan bell "


" malam saja , aku janji "


Sean tertunduk lesu. " baiklah , kau harus janji bell "


" iya " Bella merebahkan tubuhnya disisi Sean. Melihat Bella yang terbaring Sean menyeringai ,ia pun ikut berbaring disisi Bella sambil memeluknya.


" Sean lepaskan " berontak Bella.


" hanya memeluk saja sayang "


Bella menghela nafasnya, membiarkan Sean memeluknya.


" bell " panggil Sean.


" hmm "


" maukah kau berbulan madu ?


" tidak " jawab Bella datar.


" kau ingin bulan madu kemana ?


" tidak ingin kemana-mana "


" aku tahu tempat yang bagus dan romantis untuk kita berbulan madu "


" akan aku persiapkan secepatnya untuk bulan madu kita " ucap Sean tanpa memperdulikan penolakan dari Bella.


" sudah kubilang aku tidak ingin bulan madu " tegas Bella.


Tetapi Sean memilih tertidur tak menggubris penolakan Bella.


" Sean " Bella menggoyangkan tubuh Sean yang sudah terlelap.


" kau tidur ?


Terdengar dengkuran halus , tak membutuhkan waktu lama Sean sudah terlelap.


" hah kau tidur rupanya "


Bella membelai lembut rambut Sean yang tertidur di dadanya.


" aku mencintaimu Sean " guman Bella , terus membelai lembut rambut Sean.


Setelah makan malam Sean dan Bella kembali ke kamarnya. Sean akan menagih janji Bella.


Bella yang akan merebahkan tubuhnya, tiba-tiba Sean menariknya ke dalam pelukannya.


" Sean apa yang kau lakukan " pekik Bella.


" aku menagih janjimu sayang " Sean menyeringai.


" kau ingat , aku kira kau sudah lupa "


" mana aku lupa soal itu sayang "


" ya ya ya " ucap Bella jengah.


" ayolah " pinta Sean memelas.


Bella mengangguk.


Bolat mata Sean seketika berbinar , apa yang dia tahan-tahan akhirnya malam ini terwujud. Sean langsung ******* bibir Bella penuh gairah tak ingin melewatkan kesempatan ini , Sean menekan tengkuk Bella memperdalam ciumannya.

__ADS_1


" ah Sean " desah Bella dalam ciumannya.


Sean langsung menggiring tubuh istrinya ke ranjang empuknya.


" sayang akhirnya aku memiliki mu malam ini" suara serak Sean menahan gairahnya.


Sean pun meluncurkan aksinya , gairah yang ia tahan selama bertahun-tahun akhirnya akan dituntaskan malam ini. Ia sudah menunggu momen ini selama beberapa tahun. Hanya kepada Bella saja juniornya akan bereaksi.


Tubuh mereka seketika sudah polos semuanya, pakaian mereka tercecer dilantai. Sean bersiap untuk memasuki Bella.


tok tok tok


" mommy " panggil Zyan.


Bella yang sudah bergairah mendengar suara anaknya memanggilnya seketika menghilang gairahnya.


" Sean , Zyan " bisik Bella.


" nanti saja , aku sudah tak tahan sayang " tahan Sean , memegang kejantanannya untuk memasuki Bella.


" mom , dad , buka pintunya " rengek Zyan terus menggedor pintu.


" Sean kumohon , aku takut Zyan kenapa-kenapa " pinta Bella.


Sean tak merespon Bella , ia semakin menekan kejantanannya. Zyan yang terus-terusan menggedor pintu dengan sekuat tenaga Bella mendorong tubuh Sean.


Bergegas memakai pakaiannya yang tercecer di lantai.


" argh **** " Sean memukul ranjangnya kesal.


" pakai celana mu Sean " Bella melemparkan celana panjang ke ranjang.


Sean dengan kesal langsung memakai celananya.


" sayang ada apa ? tanya Bella membukakan pintu kamarnya.


" mom , bolehkah aku tidur disini , aku mimpi buruk mom aku takut tidur sendirian " rengek Zyan.


" tentu saja boleh sayang , ayo masuk " Bella merangkul Zyan masuk ke kamarnya.


" Zyan kau kenapa " tanya Sean setelah menetralkan rasa kesalnya.


" Zyan mau tidur disini dia takut tidur sendirian di kamarnya " jawab Bella.


" apa tidur disini " Sean menelan ludahnya , malam yang ditunggu-tunggu nya gagal lagi.


" iya " balas Bella , membawa Zyan ke ranjangnya.


" ya sudah tidur ya sayang "


" iya mom "


Zyan merebahkan tubuhnya , Bella menyelimuti seluruh tubuh Zyan.


Sean berdiri mematung melihat anaknya tidur diranjangnya.


" Bella " seru Sean lesu.


" sudah tidur sini " perintah Bella.


Sean berjalan lesu ke ranjangnya. Gairah yang sudah dipuncak ubun-ubunnya terpaksa ia tahan kembali.


" masih ada hari esok " ucap Bella , seperti tahu apa yang suaminya rasakan.


*hah gagal lagi , desah Sean.


.


.


.


jangan lupa like comment and vote*


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2