
Acara pernikahan Selena dan juga Ryan tinggal satu hari lagi. Persiapan sudah hampir 100 persen. Selena sangat cukup puas dengan dekorasi pernikahan yang ia inginkan.
Konsep pernikahan Selena sama seperti Bella,
wedding garden. Ia menatap sekeliling taman yang berhias bunga mawar putih yang tampak cantik.
" Aku puas sekali " Selena mengatupkan kedua tangannya bahagia.
" Kau sangat pintar sayang memilih dekorasi pernikahan ini " ucap Omanya.
" Tentu saja Oma siapa dulu cucunya Selena " ujar Selena bangga.
" iya iya kau memang terbaik Lena " balas Oma mengiyakan ucapan Selena.
" Oma apa Mr Sean dan nona Bella sudah pulang dari honeymoon-nya ? tanya Selena.
" Entahlah Oma tak tahu "
" Mereka pasangan yang sangat serasi aku ingin seperti mereka "
Omanya hanya menggeleng-geleng. " Mereka memang pasangan serasi tapi perjuangan cinta mereka tak mudah Lena "tukas Oma.
" Iyaa Oma kau benar ".
" Sayang semuanya sudah siap ? tanya Sherly ibunya Selena
" Yes mom "
" Mommy tak menyangka kau akan menikah sayang " ucap Sherly menatap anak semata wayangnya.
" Ini karena Oma menjodohkan ku dengan Mr Ryan " tukas Selena.
Sherly tersenyum kecut selama ini dia sebagai ibunya tidak terlalu memperhatikan Selena . Ia terlalu sibuk dengan pekerjaannya sebagai desainer. Begitu pun dengan Davis sibuk dengan urusan perusahaannya.
" Oma doakan supaya besok acaranya lancar " pinta Selena.
" Tentu saja sayang untuk cucu Oma pasti akan Oma doakan yang terbaik " jawab Oma.
" Terimakasih Oma " Selena memeluk tubuh Omanya tanpa memperdulikan ibunya yang menatap iri dengan kedekatan anak dengan mertuanya.
Sean dan Bella telah tiba dirumah. Perjalanan panjang dari Barcelona ke Indonesia membuat mereka kelelahan. Apa lagi dengan Bella ia sangat amat kelelahan selama honeymoon.
" Mommy " teriak Zyan menghampiri kedua orangtuanya.
" Zyan sayang ". Balas Bella memeluk tubuh Zyan.
" Zyan kangen sama mommy " Zyan menatap Bella.
" Mommy juga kangen sama Zyan "
" Daddy " teriak Zyan menghambur ke pelukan Sean.
" hei boy " Sean langsung menggendong tubuh Zyan.
" Aku merindukanmu dad " ucap Zyan.
" Daddy juga "
" Zyan ayo sama Oma , biarkan Daddy sama mommy istirahat dulu " ajak bi Marni.
" Iya oma " Zyan turun dari gendongan Sean.
" Kalian istirahat saja dulu " perintah bi Marni kepada Sean dan juga Bella.
" Iya bi terimakasih " jawab Bella.
Sean dan Bella pun masuk kedalam kamarnya. Bella langsung membaringkan tubuhnya di ranjang. Perjalanan panjang membuat tubuhnya sangat lelah.
" Kau lelah sayang " tanya Sean membuka kaosnya.
" Seperti yang kau lihat . Aku kelelahan " ketus Bella.
" Istirahat lah aku mau dulu "
__ADS_1
" hmm " Bella memejamkan matanya.
Tiga puluh menit kemudian Sean baru keluar dari kamar mandi. Melihat Bella yang sudah tertidur pulas Sean tersenyum miring.
Sean mengambil kaos dan juga celana pendeknya ,lalu memakainya. Ia langsung ikut berbaring disamping Bella.
Ponsel Sean bergetar . Asistennya Tio menghubunginya.
" Iya ada apa ? sahut Sean.
" Besok jangan lupa tuan hadir di acara pernikahan Ryan Suhendro " Tio mengingatkan.
" Baiklah " sahut Sean. Langsung memutuskan panggilan.
Sean lalu memeluk tubuh Bella yang sudah terlelap.
" aku mencintaimu sayang" bisik Sean ditelinga Bella.
Namun yang dibisikkannya tak menanggapi.
" Bella " bisik Sean.
" Bella sayang " bisik Sean menggoda Bella. Tangannya sudah bergerilya menyentuh buah kenyal Bella.
" hah Sean " desah Bella.
" Iya sayang " jawab Sean menggoda. Sean makin nakal dengan tangannya.
" Sean " Bella makin mendesah.
" Awww " teriak Sean. Bella menyikut perut Sean dengan keras.
" Jangan ganggu aku Sean " sentak Bella.
" Aku tak mengganggu mu " elak Sean .
" Menjauh dariku atau aku akan tidur di kamar Zyan " ancam Bella geram.
" Oke oke aku tidak akan menganggu mu sayang tapi jangan tidur dikamar Zyan "
" Iya sayang. Maaf "
Bella kembali melanjutkan tidurnya. Sean pun ikut berbaring namun ia hanya berguling-guling tak bisa tidur.
" Sean diam lah " bentak Bella. Ia risih dengan gerakan tubuh Sean yang menggangu tidurnya.
" Aku diam sayang ".
" Mulut mu memang diam tapi tubuhmu tak bisa diam "
" aku tak bisa tidur sayang ".
" Keluar lah " usir Bella.
" kau mengusir ku sayang " Sean menatap tak percaya.
" Iya "
" Tapi apa salah ku ?
" Keluar Sean " sentak Bella.
" Sayang jangan mengusirku dari kamar ini " Sean memelas.
" Keluar atau aku yang keluar " ancam Bella.
" Baiklah aku yang keluar " Sean pasrah.
Bella menatap dingin suaminya. Sean beranjak dari ranjang lalu keluar dari kamarnya. Dengan cepat Bella langsung mengunci pintu kamarnya. Supaya Sean tak bisa masuk dengan seenaknya.
" Sayang kau mengunci kamarnya " Sean menggedor pintu tak terima.
" Kau mengganggu ku Sean " sahut Bella.
__ADS_1
" Aku sudah keluar tapi jangan kau kunci kamarnya sayang " teriak Sean.
" Berisik Sean . Aku mau tidur "
Sean terus menggedor pintu kamarnya. Namun tak dibukakan oleh Bella.
" Dad ada apa? tanya Zyan.
" Ah tidak boy " kilah Sean.
" oh " balas Zyan lalu pergi dari hadapan Daddy nya.
" Zyan tunggu "
Zyan membalikkan badannya. " Ada apa dad ?
" Kamu mau kemana ?
" Aku mau melukis dad " jawab Zyan.
" Daddy ikut ya " pinta Sean.
Zyan mengernyitkan keningnya heran. " Bukankah Daddy harus istirahat "
" Iya . Tapi Daddy tidak ngantuk " Sean menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
" Oh , ya sudah ayo dad " ajak Zyan.
Sean mengikuti Zyan menuju ruang lukis. Ruangan yang berada di lantai bawah dekat taman belakang. Sean sengaja memilih ruang lukis Zyan menghadap ke arah taman belakang supaya dia bisa menyegarkan otaknya untuk berimajinasi. Melihat tumbuhan hijau yang segar bisa membuat otak sedikit segar.
" Lukisan mu sudah banyak boy " Sean melirik sekeliling ruangan lukis Zyan yang sekarang penuh dengan lukisannya.
" Iya dad . Saat aku jenuh aku selalu melukis " jawab Zyan.
Sean mengangguk senang. Mata Sean teralihkan oleh sebuah lukisan seorang pria yang tak asing baginya.
" Zyan ini " Sean menyentuh lukisan tersebut.
" Oh itu untuk mu dad " jawab Zyan.
Sean menyentuh lukisan pria itu. Ia tak menyangka Zyan bisa melukis wajahnya dengan sempurna.
" Apa kau suka dad ? tanya Zyan.
" Ini sangat sempurna boy . Daddy menyukainya "
" Syukurlah dad . Aku kira Daddy tak menyukai , aku terus belajar membuat lukisan ini dad tapi selalu gagal. Sampai beberapa puluh kali aku baru bisa membuat lukisan ini mirip seperti Daddy "
" Kau memang berbakat boy " Sean mengelus rambut Zyan bangga.
" Terimakasih dad , kalau bukan berkat Daddy aku takkan bisa melukis dengan bagus "
" Sama-sama boy "
Selain Sean memberikan ruang lukis Zyan pun diberikan guru lukis yang handal untuk menunjang bakatnya supaya lebih baik.
" Daddy akan pajang ini dikamar Daddy biar mommy mu bangga dengan hasil mahakarya mu "
" Iya dad terserah Daddy saja " tukas Zyan.
Sean terus memandang lukisan dirinya. Ia akan memajang lukisan ini dikamar nya supaya Bella bisa terus menatap lukisan dirinya setiap hari.
.
.
jangan lupa like comment and vote
.
.
maaf lama updatenya.
__ADS_1
.
.