Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
Mengobati


__ADS_3

.


Kini Sean berada di teras belakang. Emosi yang meluap tapi pada akhirnya ia menyesal telah memperlakukan Bella seperti itu.


" Argghh sial ," teriak Sean meremas rambutnya.


Sean kembali lagi kedalam kamar yang dimana ia menyiksa Bella. Hati Sean bergemuruh , perasaannya sangat kalut. Kesalahan Sean sangat fatal. Ia terbawa emosi sesaat.


Perlahan Sean membuka pintu kamar. Melihat Bella yang menangis sesenggukan karena ulahnya.


" Bella sayang ," seru Sean menghampiri Bella.


" Jangan sentuh aku," sentak Bella terbangun dari baringannya.


" Bella maafkan aku," Sean menyesal.


" Kau mudah sekali meminta maaf Sean setelah apa yang kau perbuat padaku," bentak Bella.


" Aku khilaf sayang aku terbawa emosi," sesal Sean.


" Kau hanya mengandalkan emosi saja Sean sama seperti dulu . Kau selalu kasar padaku ," luapan emosi Bella keluar.


" Maaf , maaf sayang," tubuh Sean merosot kebawah ranjang.


" Sean kenapa kau tega lakukan ini padaku ," Bella kembali terisak.


" Maaf sayang , aku cemburu padamu," Sean menatap sesal dihadapan Bella.


" Kau cemburu apa lagi ? Ian telah menikah dengan Selena dan dia tak mengganggu kehidupan kita lagi ! apa lagi sekarang Sean ? apa yang kau cemburu kan?"


" Maaf kan aku sayang, sungguh aku menyesal."


" Kau tahu Sean . Kau sering seperti ini saat dulu kau cemburu buta padaku. Sifatmu tak berubah Sean."


" Aku mohon Bella maafkan aku," sesal Sean. " Apa yang harus aku lakukan agar kau mau memaafkan ku."


Bella memejamkan matanya sebentar. Mengatur nafasnya yang kesal dan sakit atas perlakuan Sean.


" Jangan menyentuh ku selama sebulan." tegas Bella.


" Apa ?"


" Dan satu lagi . Ijinkan aku mencambuk bokong mu dengan gesper mu Sean," desis Bella.


" Aku rela kau mencambuk ku dengan gesper tapi tidak menyentuh mu selama sebulan aku tak sanggup."


" Dulu kau bisa menahan kenapa hanya sebulan ini kau tak bisa," hardik Bella.


" Ini berbeda sayang . Kini kau telah menjadi istri ku."


" Mana ada istri disiksa dan diperkosa suaminya dengan kejam Sean," geram Bella.


" Maaf kan aku," Sean tertunduk lesu.


" Ini keputusan ku kalau kau menolak gampang saja, aku akan menambahkannya lagi jadi enam bulan,"kecam Bella.

__ADS_1


" Ah jangan sayang," Sean makin lemas.


" Kau setuju tidak ? Dengan syarat ku yang pertama?"


" Baiklah aku setuju," ucap Sean pasrah.


" Buka kemeja mu Sean," perintah Bella.


" Untuk apa ?"


" Buka saja lah jangan banyak bertanya," kesal Bella.


Sean lalu membuka kemeja putihnya. Setelah terlepas dari tubuh Sean , Bella meraih kemeja Sean untuk dipakainya.


" Kau sangat cantik sayang memakai kemeja kebesaran itu," goda Sean.


" Diam kau," bentak Bella ketus. " Buka seluruh pakaian mu Sean," perintah Bella kemudian.


Sean menurut ia melepaskan celana panjangnya dan juga ****** ********. Tubuh Sean polos seketika. Sedikit terpana melihat tubuh polos Sean yang menggoda. Apalagi otot-ototnya yang menonjol, perutnya yang sixpack, sungguh sempurna.


" Berbaring ," titah Bella.


Sean langsung berbaring terlentang di ranjang.


" Tengkurap Sean,"


" Kenapa tidak seperti ini saja ,"


" Aku bilang tengkurap," bentak Bella.


Dengan kesal Sean membalikan tubuhnya. Bella mengambil gesper Sean yang terletak dibawah lantai. Memegangnya erat. Sorot mata Bella menatap penuh kemarahan.


Plak


" Apa yang kau lakukan sayang," pekik Sean.


" Sesuai keinginanku Sean . Aku membalas perlakuan mu padaku," jawab Bella kembali mencambuk.


Plak plak plak


Cambukan Bella tak begitu sakit di bokong keras Sean. Hanya sedikit rasa sakit yang ia rasakan.


Bella dengan sekuat tenaga mencambuk tubuh Sean. Bukan bokong saja tapi seluruh tubuh Sean. Bella benar-benar sangat marah dan emosi.


" Kau suami kejam Sean , kau jahat , kau bajingan, " segala umpatan keluar dari bibir Bella. Namun Sean hanya terdiam merasakan cambukan Bella yang lama-lama terasa sakit dan perih.


" Hah hah hah ," nafas Bella terengah-engah setelah puas mencambuk tubuh Sean.


Merasakan tidak ada lagi cambukan brutal dari istrinya. Sean membalikan badannya menghadap kearah Bella.


" Kau sudah puas sayang," tanya Sean tanpa rasa sakit sedikit pun.


" Argghh kau brengsek Sean," Bella menerjang tubuh Sean lalu menindihnya.


" Sayang," lidah Sean kelu mendapati tubuh Bella diatas perutnya.

__ADS_1


Bella memukul dada Sean dengan sekuat tenaga, menjambak rambut Sean ,mencubit lalu kembali memukul Sean dengan brutal. Kebrutalan wanita tak seperti kebrutalan lelaki.


Namun Sean malah menikmatinya. Biarkan dia tersiksa asal Bella mau memaafkannya. Itulah pemikiran Sean.


Nafas Bella kembali terengah-engah setelah puas membabi-buta menganiaya Sean.


" Kenapa berhenti ? kau capek sayang?"


" Dasar pria brengsek. Apa kau tak sakit aku menganiaya mu hah," sentak Bella.


" Ya sakit . Tapi aku lebih baik sakit di aniaya oleh mu asal kau memaafkan aku."


Bella kembali memukul dada Sean lalu beranjak dari tubuh Sean namun bokong Bella ditahan kedua tangan Sean.


" Lepaskan aku," desis Bella.


" Aku lebih nyaman seperti ini," Sean semakin kuat menahannya.


" Lepaskan," berontak Bella.


Namun Sean mendorong pinggang Bella hingga dibawah kepalanya.


" Sean apa yang kau lakukan," bella menatap kesal Sean.


" Aku akan mengobati lukamu sayang."


" Apa ?"


Tubuh Bella ditekan dibawah. Sean mengobati luka area sensitif Bella dengan caranya sendiri.


" Sean lepas ," Bella menjambak rambut Sean.


" Tenang lah sayang aku sedang mengobatinya," Sean kembali menekan dalam paha Bella.


Bella menggigit bibir bawahnya. Sensasi perih dan nikmat menjadi satu.


Tak dapat dipungkiri permainan lidah Sean membuat tubuh Bella merasakan panas bergejolak. Entah bagaimana Sean mampu membuat Bella meledak.


Sean menggeser kembali tubuh Bella ke perutnya.


" Apa masih sakit ?" tanya Sean.


" ehmm nikmat , eh maksudku sakit Sean," Bella gelagapan.


Sean menyeringai. " Mau aku obati. lagi," tawar Sean.


" Tidak. Aku masih marah padamu," Bella lalu beranjak dari tubuh Sean. Ia langsung menuju kamar mandi.


Sean terkekeh geli melihat tingkah Bella yang malu-malu.


.


.


jangan lupa like comment and vote

__ADS_1


.


.


__ADS_2