
Tiba dirumah, Selena langsung menemui Omanya yang sedang berada di taman belakang.
" Oma " seru Selena menghampiri Omanya.
" Lena "
Selena duduk di samping Omanya. " bagaimana ini Oma Ryan melemparkan kotak bekal makan siang ku " Selena mengerucutkan bibirnya kesal.
" kau harus sabar sayang ,kau tahu pria itu sedang patah hati . Kau harus mendekati dengan perlahan dan harus dengan hati yang sabar "
" tapi dia keterlaluan Oma " kesal Selena.
" itu baru permulaan Lena. Kau terus dekati dengan perlahan dan tentunya penuh cinta kalau kau menginginkan pria itu " nasehat Oma.
" iya aku menginginkannya " ucap Selena lesu.
" sabar sayang kau baru mendekati sekali , tahu tidak apa kelebihan mu dalam mendekati orang ?
" apa Oma ?
" sikap ceriamu dan kepintaran mu Lena , jadi jangan menyerah begitu saja "
Selena tersenyum mendengar nasehat dan pujian Omanya.
" thanks Oma , kau Oma ku memang yang terbaik " Selena menghambur memeluk tubuh Omanya.
" sama-sama sayang " Oma mengusap kepala Selena.
Kantor Sean.
" Tio apakah sudah siap semuanya ? tanya Sean kepada asistennya Tio.
" sudah tuan "
" berarti seminggu lagi ?
" iya tuan . Apakah tuan akan mengundang semua rekan bisnis kita ? tanya Tio.
" tak perlu , Bella hanya ingin mengundang keluarga dan teman-temannya saja "
" baiklah tuan "
" ya sudah kau boleh pergi "
Tio mengangguk , berlalu pergi meninggalkan ruangan Sean.
" sebentar lagi kita akan bersanding Bella " guman Sean menatap foto Bella.
" jadi kangen padamu " Sean merogoh kantong celananya mengambil ponsel untuk menghubungi wanita pujaannya.
" ada apa Sean " tanya Bella tanpa basa-basi di sebrang sana.
" kau tak sabar sekali sayang " sahut Sean tersenyum.
" cepatlah katakan "
" oke baiklah . aku ingin kau kemari sayang " pinta Sean.
" untuk apa ?
" aku akan menunjukkan sesuatu pada mu "
" lalu kenapa harus ke kantor mu , aku malas " tolak Bella
" come on sayang kemarilah , apa perlu aku yang kesana membuat kegaduhan di toko bibimu "
" iya oke aku yang akan kesana , tapi kau tidak akan berbuat macam-macam kan " ucap Bella selidik.
Sean terkekeh. " tidak sayang kau curigaan sekali pada ku "
" tentu aku harus curiga padamu karena kau pria cabul "
__ADS_1
" aku begitu padamu saja sayang " kekeh Sean.
" menjijikkan " ketus Bella.
Sean tertawa senang mendengar ucapan Bella. " so kau mau kesini jam berapa ?
" sebentar lagi , tunggu saja " jawab Bella.
" oke aku tunggu sayang "
Panggilan pun diakhiri. Sean terus tersenyum senang. Impian dan harapan untuk mempersunting Bella akhirnya akan segera terlaksana sebentar lagi.
Dua jam berlalu namun Bella tak kunjung datang. Sean mulai tak sabar ia akan mendatangi Bella. Saat ia melangkahkan kakinya keluar pintu , Bella yang berjalan ke arah ruangan menatap datar Sean.
" sayang kau baru sampai " tanya Sean memandang wajah Bella yang amat sangat tak punya ekspresi.
" iya " jawabnya datar.
" ayo masuk " ajak Sean. Sebenarnya Sean agak kesal menunggu kedatangan Bella ,tak ada yang berani memintanya menunggu ,malah orang lain yang harus menunggu,tapi ia terkalahkan oleh wanita pujaan hatinya yang harus menunggu sampai dua jam.
Bella duduk disofa menatap datar Sean. " cepat katakan ada apa ? tanya Bella tanpa basa-basi.
" tenang lah sayang kau baru sampai istirahat lah dulu "
" kau buang-buang waktu ku saja Sean , aku sibuk " ketus Bella.
" sesibuk apa sih kamu ini ? aku yang sibuk saja masih menyempatkan waktu untuk mu sayang " ucap Sean gemas.
" iya iya . Cepat katakan ada apa "
" sebentar " Sean mendekati meja kerjanya mengambil map yang berisi tentang persiapan pernikahannya.
" ini " Sean menyerahkan map tersebut kepada Bella.
" apa ini ? Bella meraih map tersebut.
" bukalah , kau pasti akan senang " ujar Sean percaya diri.
" ini apa Sean ? tanya Sean bingung.
" ini konsep yang kau inginkan untuk pernikahan kita , wedding garden " jawab Sean
Bella mengangguk.
" bagaimana sayang , apa kau menyukainya ?
" bagus , aku sangat suka " jawab Bella seadanya.
" baguslah , pernikahan kita akan dilaksanakan seminggu lagi " ucap Sean, seketika Bella melotot kan kedua matanya terkejut. Keputusan yang diambil Sean terlalu mendadak , ia pun tak merundingkannya dengan Bella.
" apa ? seminggu ? kau tak salah Sean " ucap Bella masih tak percaya.
" iya lebih cepat lebih baik "
" tapi Sean apa tak terlalu mendadak "
" tidak sayang , aku telah menunggumu lama masa aku harus menunggu lagi , aku sudah lelah "
" ah kau ini , ya sudah lah terserah padamu aku ngikut saja " ucap Bella pasrah.
" benarkah sayang , yes " Sean melompat girang.
Bella menggelengkan kepalanya melihat tingkah Sean yang seperti mendapat undian lotre.
" oh ya sayang semuanya telah aku persiapkan , kau tinggal ikuti saja arahan dari orang-orang ku "
" iya baiklah "
Sean mendekati Bella lalu memeluk tubuhnya. " aku sangat senang akhirnya kau mau menikah lagi dengan ku " ucap Sean disela pelukannya.
" iya aku juga senang Sean " balas Bella.
__ADS_1
Sean melepaskan pelukannya , menangkup kedua pipi Bella.
" aku benar-benar mencintaimu sayang " ucap Sean penuh cinta.
" aku juga Sean " balas Bella tersenyum.
Lalu keduanya hanyut dalam sebuah ciuman yang penuh cinta dan gairah, ciuman saling menuntut penuh kasih sayang, saling membalas menyalurkan kerinduan yang mendalam.
Ryan kembali ke rumah orangtuanya pukul 9 malam. Ia sangat lelah dengan pekerjaan yang menumpuk yang perlu diselesaikan. Pekerjaan yang ia tunda selama berhari-hari karena ulah patah hatinya yang berlarut larut.
" Ryan kau baru pulang " tanya Anita yang sedang duduk disofa ruang tengah.
" iya ma " Ryan menghampiri mamanya.
Ryan menyenderkan kepalanya di sofa, memijat pelipisnya yang sedikit pusing.
" sepertinya kau sangat lelah sayang " ucap Anita melihat anaknya kelelahan.
" iya ma , pekerjaan ku sangat banyak belum terselesaikan " jawab Ryan.
" kau jangan terlalu memforsir pekerjaan mu nanti kamu sakit " ingat Anita.
" mau bagaimana lagi ma pekerjaan ku menumpuk kalau bukan aku siapa yang akan mengerjakannya "
Anita tersenyum hangat menatap anak lelakinya itu. Sungguh ia tak tega melihat Ryan yang terus dilanda patah hati berkepanjangan.
" oh ya ma , papa mana ?
" papa sedang diruang kerjanya , tumben kamu menanyakan papa "
" biasanya kan kalian selalu berdua kaya perangko tak terpisahkan " canda Ryan tertawa.
Anita tertawa kecil. " nanti setelah kamu menikah kamu juga akan merasakan seperti itu sayang "
Ryan menghela nafasnya. " menikah , aku hanya ingin menikah dengan Bella " ucap Ryan memandang kearah langit-langit rumahnya.
" Bella sudah milik Sean sayang , sebaiknya kamu menerima Selena ," ucap Anita.
" Selena si bocah tengil itu , aku tidak mau ma dia tak dewasa dan lagi aku tak menyukainya " Ryan menggeleng kepalanya tak mau.
" tapi dia wanita yang baik dan pintar sayang, dia selalu membantu dalam proyek-proyek Mr Davis. Cobalah kamu pendekatan dengan dia, kamu tak menyukainya karena kamu belum kenal sama dia " ungkap Anita menyakinkan Ryan.
" tidak ma , aku hanya ingin Bella " putus Ryan pada pendiriannya.
Anita menghela nafasnya, ternyata susah menasehati pria yang sedang bucin akut, pikirnya.
" aku ke kamar dulu ma " pamit Ryan.
" iya sayang, istirahat lah "
Anita menatap sendu anak laki-lakinya, harus sampai kapan Ryan menerima kenyataan bahwa Bella milik orang lain.
___________________________________
.
.
.
jangan lupa like comment and vote
biar author yang sakit ini semangat up nya 🤧🤧🤧🤒🤒
.
.
.
.
__ADS_1