
"Kadang iyikidul nampak seperti nyata di depan mata jaya sakti namun tidak seperti yang dibayangkan oleh jaya sakti sendiri." Enthol fatamorgana mengurai cerita dalam komik oah yang tersimpan di dalam ruang mimpi jaya sakti.
"Kadang semua itu tak semudah untuk dipahami.." icikidut menapaki jalan keluar dari mimpinya jaya sakti.
"Jaya sakti sudah terbangun dari tidurnya keluar dari dalam mimpinya... tapi dia masih belum lengkap nyawanya.. masih separuh tertinggal di alam mimpi."trindil itu tidak akan bisa menemukan sesuatu yang belum terungkap oleh jaya sakti saat membaca komik kode rahasia itu.
Sekilas warna pelangi melintasi jalan cerita didalam komik oah yang sedang dibaca oleh Jaya sakti saat itu dan tak terduga dan tak terkira sebuah tangan muncul dari dalam buku komik oah itu, tangan yang penuh dengan keanehan, tangan dengan jari-jari terdapat kuku tajam, setajam pisau mengkilap.
Jaya sakti kaget tak terkira langsung mundur dan melempar buku komik oah yang penuh dengan keanehan keunikan kebebasan tersendiri dan bahkan penuh dengan misteri.
"Aduhhh!! Ada apa itu tadi,di dalam buku komik oah muncul tangan yang menyeramkan seperti nyata didepan mataku.." jaya sakti duduk terpaku apa yang telah terjadi dan apa yang telah dilihat didalam buku komik oah itu.
"Aneh benar-benar aneh!! Ini nyata atau hanya mimpi?" Jaya sakti penasaran dengan apa yang telah terjadi sebelumnya.
"Aku ingin Lihat lagi apa isi buku komik oah itu? Seperti tangan berlumuran darah keluar dari dalam buku komik oah itu.." jaya sakti perlahan berjalan menuju ketempat dimana buku komik oah itu dilemparkan oleh jaya sakti.
"Hemmm.. nampak tidak ada apapun di buku komik oah ini.. seperti buku cerita biasa tidak ada yang membuat hal yang penuh dengan misteri.." jaya sakti mengambil buku komik oah itu yang ada dilantai dan membukanya perlahan,membuka satu persatu,lembar -perlembar halaman buku komik oah itu namun tidak ada tangan yang berlumuran darah didalam buku komik oah itu.
"Heran..! Tadi tiba-tiba muncul tangan berdarah dari dalam buku komik oah ini .. tapi sekarang tidak ada bahkan bekas darah yang menetes dari tangan yang keluar dari komik oah juga tidak ada..." Jaya sakti mencari tangan yang keluar dari dalam buku komik oah itu.
"Ini aku tidak bisa mengerti apa yang telah terjadi pada komik ini.
" jaya sakti masih tidak percaya apa yang telah dilihatnya tadi.
__ADS_1
"Aneh?? Apa yang telah terjadi pada komik ini? Atau itu hanya ilusi belaka...?" Jaya sakti masih belum mengerti tentang semuanya itu.
"Atau aku sedang mimpi??" Jaya sakti menampar pipinya sendiri dengan begitu kerasnya.
" Plak !!!" Suara tamparan tangannya jaya sakti terhadap pipinya sendiri.
"Aduhhh!! Ini benar-benar tidak mimpi terbukti aku masih merasakan rasa sakit akibat tamparan tanganku sendiri menampar pipiku.."jaya sakti mengusap pipinya sendiri merasakan sakit tak terkira akibat ditampar tangannya sendiri.
"Kalau bukan mimpi lalu.. kenapa aku seperti melihat tangan berlumuran darah keluar dari dalam buku komik oah itu...."jaya sakti kembali mengamati komik alternatif yang tak ada ditempat lain itu, komik underground, komik absurd dan bahkan komik ekspresi.
"Iya..tidak ada apapun di dalam gambar komik aneh itu...tapi aku benar-benar melihat dengan jelas ada tangan yang keluar dari dalam buku komik oah itu.." jaya sakti berdebat dengan suara dalam hatinya tentang keanehan buku komik oah itu.
"Mungkin benar tidak ada apapun di dalam komik oah itu.."jaya sakti merasa ada sesuatu yang memasuki lubang telinga sebelah kanan dan menghilang entah kemana.
Ditarik ada sesuatu yang masuk dalam lubang telinga sebelah kanan.
seperti cacing kecil ditarik oleh jaya sakti keluar dari dalam lubang telinga sebelah kanan.
"Aneh...?? ada apa lagi ini?? hewan kecil seperti cacing mencoba masuk ke dalam lubang telinga sebelah kanan... akhirnya aku bisa menariknya ke luar dari lubang telinga sebelah kanan." jaya sakti mengalami kejadian aneh di detik waktu berlalu.
"Ada ada aja kejadian yang aku alami saat ini.." jaya sakti duduk santai di kursi malas didepan jendela kamarnya itu sembari menggoyang goyangkan kursi goyang itu,dan memandangi pemandangan yang ada di luar sana.
Jaya sakti menghidupkan kipas angin yang ada di atas langit-langit kamar itu.
__ADS_1
Karena begitu sejuk tubuh terasa dibuai dengan angin sepoi-sepoi.
Kedua matanya jaya sakti seperti lampu lima Watt terasa redup dan ....
Tiba-tiba ada angin kencang menghantam tubuhnya jaya sakti saat itu pula dia dibawa terbang oleh makhluk aneh yang tak ada didunia nyata, makhluk aneh dari dunia komik oah,dari dunia planet oah bermunculan di sekitar lokasi kejadian jaya sakti berada.
Mereka para tokoh dalam komik oah bermunculan entah datang dari mana tak pernah mengerti dan tak pernah diketahui sebelumnya.
Membawa terbang kedunia penuh dengan misteri teka-teki silang yang menggelitik langit-langit ruang pikiran jaya sakti.
"Aduhhh!! Apa lagi ini?? Para tokoh komik oah muncul dari mana dan mau kemana ini ??'" jaya sakti mulai perlahan membuka kedua matanya yang besar bulat bagai bulan purnama terang benderang melihat mereka para tokoh dalam komik membawa dirinya pergi terbang melayang tanpa sayap tinggi tinggi diawan.
"Jangan khawatir kamu sekarang jadi bagian makhluk koplak dari planet oah yang telah dicetak dengan kode kadaluarsa yang tak terlihat oleh mata jaya sakti masih rahasia..." Iyikidul mulai membuat ucapan tak bermakna apa-apa.
"Seperti biasa mereka membuat jaya sakti seperti diaduk-aduk pikiran dan hatinya kemana arahnya tak jelas.." watondol muncul juga bersama para tokoh dalam komik oah itu membuat ulah yang tiada beda.
"Perjalanan ini sudah terlalu jauh tinggalkan tempat yang disebut sebagai cerita oah dalam bingkai ekspresi para tokoh dalam komik oah itu.
"Hah ....aku harus mengapa? Meski gak jelas seperti para tokoh dalam komik oah itu..!" Jaya sakti bangkit dari duduknya yang ada diawan biru seperti mimpi disiang bolong.
"Huhu...tak usah dipikirkan dan dirasakan semua pasti berlalu seperti masuk kuping kiri keluar dari kuping kanan.." matondol nampak seperti membuat perbedaan seperti nyata diantara para tokoh dalam komik oah itu meskipun bagian dari lembaran cerita komik oah itu.
Sedangkan trindil mutualisme selalu merasa berbeda dari yang lainnya juga padahal sama seperti ulahnya yang dilakukan mereka para tokoh dalam komik oah itu.
__ADS_1
"Kita tak saling menuding diantara kita para oah !!!" Srundul melayang terbang memutari langit-langit ruang pikiran jaya sakti saat masih terbawa arus pusaran mimpi sendiri.