
"Sekian lama sudah ada disini namun itu tak membuat jaya sakti berada pada dunia yang dilihatnya begitu saja." Srundul membaca pikiran jaya sakti yang mulai goyah apa yang tak terlihat seperti biasanya.
"Enthol fatamorgana sudah berada pada sisi cerita yang tak bisa di uraikan bagai benang kusut dan membayangi perjalanannya."Jaya sakti melihat emosi tokoh komik oah itu bergoyang diantara putaran waktu yang tak tentu.
Jaya sakti berjalan menuju kearah pintu keluar di berbatasan dunia nyata dan di dunia mimpi namun ketika tepat di depan pintu dunia nyata jaya sakti lupa password pintu itu dan dia berpaling ke belakang betapa terkejutnya jaya sakti bahwa tak ada jalan yang tadi barusan dilewati semua hilang dalam sekejap.
"Oh !! Apa yang telah terjadi begitu aneh,kemana jalan yang barusan aku lewati hilang tak terlihat."Jaya sakti melihat jalan yang barusan dilewati hilang dan berubah menjadi jalan menuju ke tepi pantai.
Sedangkan para tokoh komik oah hilang tak terlihat di sekitar tempat jaya sakti berada.
Namun salah satu tokoh komik oah muncul dari tempat yang tak diketahui jaya sakti.
Enthol fatamorgana melayang menembus langit melihat jaya sakti terlihat kebingungan yang berjalan mondar - mandir seperti setrika listrik.
"Hai !! Jaya sakti apa yang kamu lakukan di situ ?"Enthol fatamorgana melesat turun menuju kearah jaya sakti yang terlihat dari atas berjalan tak tentu arah nampak kebingungan mencari jalan yang hilang dalam sekejap.
"Apa ? Siapa kamu ? Aku tidak pernah kenal kamu !" Jaya sakti melihat makhluk dari dunia lain dunia yang berbeda seperti dari planet lain yang berbeda,jaya sakti tak pernah tahu dan mengenal siapa itu.
"Nampaknya kamu lupa dan. mengalami perubahan yang tak terduga.."Enthol fatamorgana melompat lompat bagai tupai yang bergerak cepat.
"Mereka telah pergi menghilang tinggalkan planet oah itu." Srundul melihat begitu banyak bayangan hitam melintasi langit - langit cerita mimpi jaya sakti saat semua berlalu diawan biru.
Para tokoh komik oah telah melintasi bukit hijau di tepi pantai bersama cerita yang telah dibawa dalam mimpi jaya sakti.
"Masih ada disitu ?" Enthol fatamorgana datang ke lingkaran mimpi jaya sakti yang terlihat samar di balik awan.
__ADS_1
"Apa yang dilakukan para tokoh komik oah itu.? nampak tak bergerak tapi sudah tak ada di lembaran cerita ini." Jaya sakti membawa cerita komik oah yang membuat khayalan jaya sakti melompati waktu yang bergerak begitu cepat.
Jaya sakti berjalan menyusuri jalan setapak dan tiba- tiba semua yang ada di sekitarnya hilang tak terlihat apapun hanya warna putih semua tak ada apa - apa.
Tak ada warna lain selain putih terang terlihat disekitar jaya sakti bahkan baju yang dipakai jaya sakti juga berubah menjadi putih sepatu yang dipakai juga menjadi putih.
Keadaan semua menjadi putih semua membuat jaya sakti terlihat tak mampu membedakan benda atau apapun yang dilihatnya.
"Apa yang terjadi ini ? aku tak mampu melihat semua dengan keadaan putih semua.." Jaya sakti berjalan perlahan dan terhenti karena begitu kacau apa yang dilihatnya.
Jaya sakti menabrak sesuatu gak jelas karena bentuknya tak terlihat begitu jelas pula karena semua serba putih,didepannya putih,disamping kiri putih,disamping kanan putih dan di belakangnya juga putih bahkan langit-langit yang di lihat ruang itu putih,bawah yang diinjak putih.
"Bisa gila !! Ini !! Semua serba putih,apa yang aku lihat sekelilingku putih !! Tak ada warna lain selain putih !!"Jaya sakti berguling - guling tak karuan di bawah,sekelilingnya bernuansa putih membuat pikirannya tak menentu.
Warna putih itu membuat jaya sakti kacau tak tentu arah yang pasti tak jelas perasaannya.
"Aku tak mau begini !! Aku tak mau ada disini ! di ruang putih ! " Jaya sakti mencoba membuka kedua matanya dengan kedua telapak tangannya namun masih terlihat putih tanpa batas yang terus menyerang seluruh ruang pikiran jaya sakti.
Jaya sakti merangkak mencari jalan keluar namun tak bisa , tak bisa menemukan dan bahkan semakin memaksa untuk melawan ruang putih semakin gila tak menentu.
"Semakin melawan semakin remuk pikiranku tak bisa melihat arah yang jelas serba putih, remuk !" Jaya sakti hampir muntah namun tak bisa keluar,akan marah tak bisa,akan berteriak tak mampu keluar suaranya,semua meremukkan jaya sakti secara perlahan.
Jaya sakti mencoba berdiri dan menatap sekelilingnya terlihat tak ada apa - apa kecuali warna putih yang membuat kedua mata jaya sakti menjadi berputar - putar tak tentu arah.
"Aku mau keluar dari tempat ini !! " Jaya sakti berjalan kedepan dan tak diduga membentur tembok putih di depannya hingga jaya sakti terjatuh pingsan tak sadarkan diri.
__ADS_1
Jaya sakti seperti tersiksa di dalam ruang yang ada hanya warna putih tak ada sedikitpun warna lain yang ada di dalam ruang itu.
"Aku harus tidur saat ini.." Jaya sakti menutup kedua matanya dan mencoba untuk rebahan,namun saat menutup kedua matanya tiba-tiba dia tak bisa menutupnya karena melintasi warna putih di hadapannya entah apa itu.
"Apa itu ?" Jaya sakti bangkit dari tidur namun malah semakin pusing karena melihat sekitarnya hanya ada warna putih tak ada satupun warna lain selain putih.
"Hentikan ini !! Aku bisa mati !! "Jaya sakti memegangi kepalanya yang terasa mau meledak karena berhadapan warna putih semua di sekitarnya,di dalam ruang putih.
Jaya sakti tak bisa berbuat apa - apa menghadapi semua yang berwarna putih itu.
Jaya sakti berteriak keras namun tak ada suara yang terdengar di dalam ruang putih itu seperti sepi tak terdengar apapun.
"Bahkan aku bicara tak terdengar suara pun !!! Ini benar- benar gila !" Jaya sakti mencoba sekali lagi dengan teriakan yang keras namun tak terjadi apapun di dalam ruang putih.
Berkali-kali jaya sakti mencoba berteriak namun itu hanya sia - sia saja karena semua tetap tak terjadi apapun sunyi sepi di dalam ruang putih itu.
Sedangkan para tokoh komik oah tak terlihat keberadaannya,hilang entah kemana bahkan TDK meninggalkan jejaknya.
"Dimana para tokoh komik oah itu ? dan dimana buku komik oah yang aku bawa itu ?" Jaya sakti tak melihat itu semua semua seolah tak terlihat yang terlihat hanyalah warna putih ada di mana-mana TDK ada sedikitpun warna lain selain warna putih yang membuat jaya sakti terlihat kacau apa yang dilihat,dirasakan dan di hadapi oleh jaya sakti semua hanya putih dan putih.
"Dimana pintu jalan keluar dari ruang putih ini ?!" Jaya sakti terus berusaha keluar dari tempat yang buatnya gila tak berdaya menghadapi melawan ruang putih.
"Ini bukan mimpi ? Nampak tak bisa dirasakan,sepi sunyi dan dan menyilaukan !! tak ada warna lain,putih..putih ..putih ..semua di sekitarku putih..membuat terasa silau juga pusing tak bisa di hindari." Jaya sakti berguling-guling seperti kacau,sakit namun tidak ada yang melukai tubuhnya namun kedua matanya menyerap warna putih dan jiwanya tak bisa di bayangkan terjadi begitu berontak melawan namun tak bisa.
Waktu berjalan seperti lama begitu lama hingga jaya sakti terkapar tak berdaya meskipun tak ada yang melukai,jaya sakti terperangkap warna putih juga tersiksa.
__ADS_1
Sesaat kemudian jaya sakti pingsan dan bermimpi melayang tak tentu arah,bahkan mimpi pun tak bisa merasakan apapun karena tak ada warna lain selain putih membuat jaya sakti seperti gila dan tersiksa.
Tiba - tuba ada suara pintu terbuka diiringi angin dingin masuk kedalam ruang putih dan menyelimuti suasana di sekitar jaya sakti terasa dingin tak terkira.