
Malam berjalan seperti biasa nampak tidak ada apapun yang terjadi.
Jaya sakti keluar dari dalam ruang tempat penyimpanan barang tak terpakai menuju ke kamar tidurnya.
Menuruni tangga menuju kearah kamar tidurnya.
"Seperti kejadian aneh tak pernah terjadi..aku tak tahu apa sebenarnya.." jaya sakti berjalan menuju pintu kamar tidurnya dan membuka pintu kamar tidurnya.
"Apa ..?? Siapa kalian? Apa yang kalian lakukan disini.?! " Jaya sakti terkejut setelah membuka pintu kamar tidurnya ada banyak orang berkumpul dengan bentuk tubuhnya yang aneh-aneh.
Ternyata makhluk aneh dari planet oah muncul segerombolan dengan berbagai tingkah nempel di berbagai ruang kamar jaya sakti.
"Kalian telah merusak apa yang ada di dalam kamarku ini !! Dan memporak porandakan!!" Jaya sakti masuk dalam kamarnya dan melihat sekeliling ruangan itu sudah tak berbentuk kamar, semua rusak tak karuan.
"Ini mimpi atau nyata ? Kalian muncul disini di dalam kamar ini !! " Jaya sakti berteriak keras baga angin kencang menyapu seluruh tokoh dalam komik oah
yang muncul didalam kamarnya.
Tanpa diduga salah satu tokoh dalam komik oah angkat bicara.
"Kamu sudah tidak ada di sini !!" Watondol menarik kabel listrik sembarangan dan membuat padam listrik dalam kamar, saat itu semua tak terlihat, semua hilang begitu saja tidak hanya seluruh benda yang ada dalam kamar tetapi rumah yang ada itu juga lenyap hilang , hingga nampak seperti ada di luar padang rumput yang luas terbentang, terlihat juga pemandangan langit-langit malam hari.
"Apa yang telah terjadi ini ? Aku ada diluar padang rumput nan luas diluar .. mana rumahku ? Hilang lenyap?' jaya sakti
TERDAMPAR DI PLANET OAH
__ADS_1
jaya sakti nampak heran apa yang telah terjadi pada dirinya dan sekitarnya berubah menjadi ada di luar dan rumahnya hilang tak terlihat oleh jaya sakti.
"Ini benar-benar aneh bin ajaib ..tak bisa dijelaskan dengan kata-kata.." jaya sakti masih tak mengerti apa yang telah terjadi, terpaku pada kejadian yang dialaminya.
"Kalian memang aneh!! Apa telah kalian lakukan ini..? Padaku? Pada tempat tinggal ku?"Jaya sakti nampak seperti tak mengerti itu bisa terjadi begitu saja.
"Kini kamu telah jauh tinggalkan tempat yang sama sekali tidak bisa dipahami dan dimengerti oleh dirimu kini telah hilang entah kemana.." icikidut membuat jaya sakti seperti tak bisa mengerti apa yang terjadi pada dirinya.
"Kamu telah membaca sebagian cerita komik oah itu dan kini kamu coba membaca pikiran para tokoh dalam komik oah itu.." iyikidul berjalan diawan biru seperti terbang melintasi pikiran jaya sakti saat berlalu.
"Begitu banyak cara jaya sakti tempuh .. namun tetap ada disitu tempat dimana para tokoh dalam komik oah berada.."enthol fatamorgana melihat iyikidul benar-benar seperti berhenti di tengah langit-langit ruang pikiran jaya sakti.
"Suasananya membuat awet..." Trindil mutualisme berucap belum sampai selesai.
"Awet turu ne seperti itu.." srundul menambahi ucapan trindil mutualisme yang terpotong begitu cepat mengalir.
"kamu sudah terjebak pada aliran cerita komik oah yang memporak porandakan bangunan mimpi jaya saat terlelap dalam tidurnya.."watondol bergerak diantara angin lalu.
"Aku harus menembus putaran angin waktu yang ada di depan ku.." jaya sakti berlari menuju ke arah putaran angin kencang yang ada di depan jaya sakti.
jaya sakti nekat menembus putaran angin kencang berputar yang ada di depan dirinya hingga dia terbawa tinggi menembus awan dan menghilang entah kemana.
Para tokoh komik oah melihat jaya sakti terbawa angin kencang yang berputar putar itu mereka berlari bersama menembus angin kencang berputar putar itu dan sama dengan Jaya sakti terbawa keawan dan menghilang entah kemana perginya.
Jaya sakti dan gerombolan tokoh dalam komik oah juga masuk kedalam pusaran angin kencang berputar putar yang membawa mereka semua ke tempat dimana waktu terasa lambat berputar bahkan nampak seperti mundur bergerak kebelakang sampai pada batas waktu yang ditentukan ke masa silam, waktu masa silam yang jauh tertinggal.
__ADS_1
Mereka seketika jatuh dari lubang raksasa turun kebawah kawah gunung tak berapi,terasa gelap gulita tak ada cahaya apapun, mereka terus meluncur ke bawah dasar tanah hingga seperti terdengar suara yang aneh bermunculan di dasar.
Dan berhenti pada dasarnya.
"Kita berada dibawah kawah gunung tak berapi..seram gelap dan juga terasa panas meskipun tak ada api disini.." iyikidul mencoba menyalakan api dekat korek kayu kecil yang disimpan disaku sebelah kiri celana pendeknya.
"Ya..terang..tapi kita butuh penerang api yang lebih besar dari pada sekedar api korek api kecil yang mudah habis dan mati apinya.."enthol fatamorgana mengeluarkan korek gas dari dalam saku bajunya.
"Ya..sama aja itu juga bisa habis juga kurang besar apinya..." Trindil mutualisme membawa lampu sorot dari dalam bajunya.
"Nah !! Itu cukup lumayan terang dan dengan jarak sorot senter yang cukup jauh bisa melihatnya.." icikidut juga mengeluarkan alat penerang yang lebih baik berupa lampu emergency berukuran kecil berbentuk pensil yang sangat terang benderang hingga bisa melihat sesuatu dari jarak sepuluh meter jangkauan sorotan lampu emergency itu yang dibawa oleh icikidut.
Sedangkan matondol membawa lampu senter juga dengan bentuk seperti berbentuk kerucut dan lingkaran depan kerucut mengeluarkan sinar putih cahaya untuk melihat dari jarak lima belas meter bisa terlihat terang dan jelas.
Namun watondol belum menemukan untuk cahaya penerang, tapi dia nekat apa yang ditemukan berupa ranting kecil diikat.dan dibakar seadanya.
mereka para tokoh dalam komik oah masih-masing membawa penerangan yang berbeda-beda hanya jaya sakti tak membawa apapun namun dia membawa yang tak terlihat oleh para tokoh dalam komik oah itu.
jaya sakti melihat begitu remang-remang sekitar lokasi kejadian dimana mereka jatuh dari putaran angin kencang.
"Kita ada di dalam kawah gunung..? tapi tidak ada yang terluka setelah jatuh dari atas..?" iyikidul mengamati sekitar tempat itu sepi tak terlihat apapun hanya batu karang yang kering.
"Bukan kawah ini ?? seperti dalam gunung tak berapi.." enthol fatamorgana memutar arah perjalanan menuju ke arah bawah batu kapur.
"Sama saja itu !! tidak ada yang berbeda.." trindil mutualisme menepis pembicaraan mereka sembari cari jalan menurun ke sebuah tanah yang mengeluarkan asap gelap dan bergelembung.
__ADS_1
"ada asap dan pasti sebuah gas beracun itu.." watondol mengira-ngira apa yang telah dilihatnya.
"Tetap berhati-hati apa yang kita temui disekitar sini..ini sangat berbahaya jika terkena asap tersebut." icikidut berjalan paling depan.