
"Banyak yang tahu apa yang ada pada dirinya,para tokoh komik oah mewarnai cerita absurd pada detik - detik berlalu meskipun itu bukan bagian penghuni planet oah yang terlalu normal untuk baca pada waktu mimpi yang tak terlihat dibalik awan." Termondol membuka pembicaraan tentang wujud para tokoh oah yang masih bergerak meskipun banyak yang tak menyangka apa yang tak terjadi pada sisi mimpi semu para tokoh komik oah itu.
"Mulai pada apa ? kita sudah tak bisa membaca cerita mimpi jaya sakti yang terlihat berbeda pada dunia beda juga."Icikidut menempel pada langit - langit ruang mimpi jaya sakti yang jadi hiasan cerita semu para tokoh komik oah itu.
Diantara tokoh komik oah yang bernama super wagu melesat terbang diantara gedung - gedung pencakar langit.
"Lihat itu super wagu telah pergi tinggalkan tempat yang dianggap begitu berbeda dari yang beda." Srundul melihat super wagu terus melesat pergi tanpa terlihat gerakannya karena begitu cepat pergi menghilang tanpa terlihat wujudnya
"Itu hanyalah omongan kosong tanpa ada yang bisa di jelaskan apa itu. ."Trindil mutualisme menyusul tinggalkan dunia yang sama dilangit yang berbeda bersama awan gelap menyelimuti cerita mimpi semu para tokoh komik oah.
Jaya sakti membuka pintu mimpi yang belum terbuka hanya angin kecil mencoba mendorong gerakan pada pintu mimpi jaya sakti saat tak terbaca pada bagian cerita komik oah yang lenyap.
"Dimana enthol fatamorgana menyimpan cerita masa lalu yang telah lupa terhapus bersama angin dingin melewati waktu yang cepat berlalu." Iyikidul melihat bayangan hitam melintasi jaya sakti saat tak terbangun dari mimpi- mimpinya.
"Apa kamu yakin ? " Trindil mutualisme melompati pepohonan yang tinggi di tepian danau biru mengalir di sudut ruang mimpi jaya sakti.
"Apa yang sedang kamu bicarakan ini ? aku hampir tak tahu karena kamu dan yang lainnya sering memberi tanda tanya yang berputar diatas kepalaku saat kalian sering menyajikan cerita yang penuh dengan misteri." Icikidut ikut menggambarkan sesuatu yang tak mudah untuk mencari jawaban yang masih belum jelas apa yang tak terjadi pada para tokoh komik oah.
Jaya sakti melihat dengan seksama beberapa bentuk wajah para tokoh komik oah yang begitu unik dan tak seperti pada umumnya bahan diluar dugaan jaya sakti dalam memahami karakter beberapa tokoh komik oah itu.
"Para tokoh komik oah itu begitu tak umum dan sangat gak pernah jelas seperti bayangan yang melintasi pikiran para tokoh komik oah." Jaya sakti mencoba mengikuti jejak cerita komik oah yang terkadang tidak nyambung yang lainnya.
__ADS_1
"Santai saja !" Trindil mutualisme melintasi lembaran cerita yang di baca oleh jaya sakti telah terlewatkan.
"Semakin udara terasa berubah." Srundul menikmati angin dingin yang membawa jauh tinggi diawan.
Jaya sakti berjalan keluar ruang mimpi yang telah lama terjadi begitu saja.
"Kemana jaya sakti pergi menembus awan biru saat angin melintasi suasana hari yang berjalan bersama waktu para tokoh komik oah yang begitu cepat tak terlihat."Watondol melihat.jaya sakti terus berjalan diatas awan biru.
"Ternyata jaya sakti sudah lama melihat langit dan melihat begitu banyak wajah asing yang tergambar dalam lintasan mimpinya,tak terduga oleh kita." Termondol menjaga seluruh cerita semu mimpi para tokoh komik oah itu.
"Apa yang kamu maksud itu ?" Iyikidul menghapus cerita mimpi bersama waktu yang tentu mengusik jaya sakti.
"Aku sudah melihat sebagian wajah tokoh komik oah yang begitu berbeda di langit - langit ruang mimpinya yang tak pernah bisa di jangkau pada waktu itu." Srundul terus mencoba menggambarkan apa yang tak ada dalam ruang pikiran jaya sakti saat angin mengusik seluruh jiwa yang berkelana entah kemana.
"Lihat itu !! gambaran yang tak bisa di kunyah dengan empuknya pada bagian lembaran cerita komik oah." Trindil mutualisme terselip pada sela - sela waktu yang berputar pada jarum jam yang berputar begitu cepat.
"Iya masih terlalu keras suara mimpi jaya sakti yang tenggelam dalam cairan warna biru di kolam mimpi semu jaya sakti saat itu." Icikidut sudah pergi menjauh menuju tempat puncak gunung es yang membeku dengan angin dingin menyapu awan berarak -arak di ujung waktu itu.
"Aku masih belum ingat apa yang tak terlihat di balik mimpi enthol fatamorgana saat semua para tokoh komik oah pergi ke cerita sebelumnya."Termondol kontemplasi tak membuka cerita semu semua ataupun sebagian cerita komik oah yang berlalu begitu saja.
"Aku masih menyimpan dengan rapi cerita mimpi di saku sebelah kanan dengan warna tak tentu bergaris hitam putih bagai zebra cross yang tergambar di wajah para tokoh komik oah saat melet - melet diguyur sinar matahari saat itu." Super wagu melesat diatas para tokoh komik oah yang masih goyang mengikuti irama mimpi enthol fatamorgana yang begitu keras hingga tak mampu mendengar suara hati para toh komik oah.
__ADS_1
"Sebenarnya apa ini ? " Matondol mencoba bicara dengan arah yang jelas namun tak bisa begitu saja terjadi karena arus oah terlalu deras menerpa segala kegilaan yang terjadi pada kisah perjalanan para tokoh komik oah.
"Cepat !! waktu sudah terlewatkan !" Icikidut memutar mundur waktu yang belum terlihat jelas olehnya.
"Itu hal yang tak mungkin terjadi !! pada dunia fana ini ." Srundul melayang diantara lembaran cerita yang masih belum nampak jelas terbawa kabut dingin seperti diatas bukit dingin.
"Mungkin itu hanya cerita mimpi yang coba dibaca oleh jaya sakti saat ngantuk mengetuk pintu mimpi jaya sakti dan tak terbuka." Iyikidul mencari lagi apa yang tak pernah ada di dalam mimpi jaya sakti saat itu dan nanti.
"Aku masih bingung apa yang telah terjadi pada akhir cerita mimpi para tokoh komik oah itu."Enthol fatamorgana memulai pembicaraan pada bayangan semu melintasi dirinya.
"Ada -ada saja ! " watondol coba menjawab segala tanya yang tak terlihat pada langit - langit mimpi jaya sakti .
"Tak pernah ada !" Srundul langsung menyahut watondol membuat pertanyaan semu pada jaya sakti.
"Sudah ada ! namun belum terlihat di balik mimpi jaya sakti saat membuka pintu mimpi yang belum terjadi pada saat angin membelai seluruh jiwa- jiwa yang berkelana dilangit biru.
"Sudah itu ! tadi aku lihat bayangan hitam tinggi di mengawasi gerakanku saat aku berdiri di batas mimpi semu ." Jaya sakti membuka ucapannya dengan nada tinggi setinggi langit.
"Kapan itu terjadi ? sehingga kamu merasa ada yang berdiri bayangan hitam tinggi setinggi dua meter dengan penuh pengawasan bagai hantu pengawal jiwa tokoh komik oah yang belum di ketahui sebelumnya." Termondol menggambarkan makhluk lawas berkeliaran di dunia mimpi jaya sakti saat itu dengan wajah segi enam dan garis tepi bergelombang seperti ombak di tepi pantai.
"Wajah - wajah para tokoh komik oah semua dicetak dengan tinta warna - warni sesuai karakter satu persatu tokoh komik oah itu." Termondol kontemplasi mencoba memberi sedikit banyak uraian para tokoh komik oah yang berbeda dari apa yang tergambarkan jaya sakti.
__ADS_1