TERDAMPAR DI PLANET OAH

TERDAMPAR DI PLANET OAH
BUKU KOMIK OAH YANG ANEH


__ADS_3

"Segala sesuatu yang nampak itu hanyalah ilusi belaka dan tidak pernah diketahui dimana letaknya posisi yang semestinya mengalir pada aliran cerita jaya sakti itu... enthol fatamorgana mencelat lompat jauh gaya bebas dari jaya sakti yang sedang membaca bagian komik oah tak jelas apa adanya.


"Mana mungkin tokoh fiktif yang hadir di setiap hembusan nafas kehidupan jaya sakti seolah nyata?" Jaya sakti menepis segala serangan potongan cerita dalam komik kode rahasia itu yang telah memasuki ruang pikiran jaya sakti.


"Kita sudah terlalu jauh tinggalkan tempat kita berpijak sudah saatnya kita melayang terbang kembali pada aliran cerita komik oah yang penuh dengan keanehan keunikan kebebasan tersendiri tanpa ada tanda-tanda kehidupan nyata hanya menggoyang seluruh langit-langit ruang hatinya jaya sakti saat ini dan nanti.." iyikidul nampak terpaku pada satu tokoh komik oah yang bernama Termondol kontemplasi itu karena dia seperti membaca pikiran jaya sakti apa adanya.


"Nampaknya para tokoh dalam komik oah mempunyai rencana gila dan dilontarkan sebagai wacana tak terbayangkan dan tak mau membayangkan..." Jaya sakti terlihat melayang diantara alur cerita dalam komik oah itu.


"Dibakar!!! Serasa dibakar oleh nafsu amarah yang menyambar kesana-kemari bagai kilat petir dilangit biru...!" Matondol langsung menerjang api amarah para tokoh dalam komik oah itu yang bermunculan di tepian jurang pemisah karena tak terlihat akan kebenaran yang tersimpan dari waktu ke waktu.


"Pasti ada yang terbawa sesuatu yang tak terlihat oleh jaya sakti.." icikidut melihat jaya sakti seperti mulai redup lagi.


"Heran... iyikidul nampak berbeda dengan sebelumnya..." Watondol juga ikut terpental jauh terkena api amarah dari salah satu tokoh dalam komik oah itu yang bernama super wagu.


Saat jaya sakti menikmati gambar dan tulisan dalam komik oah, tiba-tiba huruf vokal berjatuhan dilantai yang tersisa huruf konsonan sehingga jaya sakti nampak kebingungan juga heran sekaligus setengah takut melihat dan memegang buku komik oah yang begitu aneh juga misteri.


"Hah ?! Ada apa ini?? Kok aneh tulisan dalam komik oah berjatuhan dilantai dan hilang terbawa angin kencang dari kipas angin yang ada di atas kamarnya.

__ADS_1


Lalu jaya sakti melempar buku komik oah itu keluar kamar lewat jendela kamarnya tanpa diduga tanpa dikira oleh jaya sakti buka aneh itu tidak jatuh keluar jendela namun malah kembali masuk kedalam kamar lewat jendela tadi waktu jaya sakti melemparnya keluar.


"Hah ?! Aneh bin ajaib.. buku komik oah itu kembali masuk dalam kamar ini..dan terbang melayang di atas kamar ini..." Jaya sakti beranjak dari tempat duduknya.


Buku komik oah itu terus terbang melayang di dalam ruang kamar tempat penyimpanan barang tak terpakai, sekejap mata buku komik oah menyerang jaya sakti tepat di depan wajahnya hingga jaya sakti terjepit diantara lebaran buku komik oah itu.


"Aduhhh!!! Apa-apa ini ? Buku komik oah ini melakukan penyerangan!!" Jaya sakti memegangi buku komik oah itu pada lembaran sebelah kanan dan sebelah kiri lalu membuka melepaskan jepitan pada wajahnya.


Dengan sekuat tenaga jaya sakti menarik keluar dari tempelan wajahnya hingga terlepas, dilemparkan ke lantai hingga terpental dari tempat awal jatuh hingga terpental ke lantai lainnya di dalam ruang kamar itu.


"Buku komik oah aneh!! Seperti setan yang telah memasuki buku komik oah itu..! Aku harus membakarnya!! Agar tidak membuat ulah!! Dan menyerangku begitu misteri.' jaya sakti memaki-maki buku komik oah itu sembari mencari korek gas di dalam lemari kecil berukiran ornamen klasik pada tepi lemari kayu itu.


"Plak !!" Suara buku komik oah itu menerjang punggung jaya sakti dari belakang meskipun hanya seperti buku komik oah biasa namun kekuatan pukulan buku komik oah itu tak pernah dibayangkan oleh jaya sakti begitu keras dan membuat jaya sakti tersungkur jatuh kelantai dan hampir menabrak lemari kecil yang ada di hadapannya.


"Aduhhh!!! Sakit juga pukulan seperti tamparan tangan orang buku komik oah itu menampar punggungku hingga terjatuh.." jaya sakti bangkit dari tengkurep itu lalu dengan cepat menendang buku komik oah aneh juga ajaib itu jauh dengan tendangannya.


Buku komik oah itu terlempar jauh dari dalam kamar tempat penyimpanan barang tak terpakai keluar kamar lewat jendela begitu tepat tendangannya jaya sakti.

__ADS_1


"Akhirnya berhasil tendangan kakiku pada buku komik oah itu keluar dari dalam kamar ini lewat jendela itu.


' jaya sakti cukup lega apa yang telah dilakukan terhadap buku komik oah yang penuh keanehan juga misteri.


"Aku coba lihat jatuh dimana buku komik oah itu.. lewat jendela itu.' jaya sakti berjalan mendekati jendela kamar tempat penyimpanan barang tak terpakai.


"Uh !! Ternyata buku komik oah itu sudah tidak seperti berdaya tersangkut di sela-sela ranting pohon." jaya sakti melihat buku komik oah nampak tersangkut di sela-sela ranting pohon besar dan mengeluarkan asap putih bercampur warna-warni keluar dari dalam buku komik oah itu.


"Ada yang keluar dari dalam buku komik oah itu berupa asap dan juga warna-warni diantara asap putih itu...apa tokoh dalam komik oah muncul lagi dan membuat ulah yang aneh -aneh.." jaya sakti terus mengamati buku komik oah yang lama-lama seperti terbakar, entah darimana asal api itu.


"Aku siram saja buku komik oah itu sebelum membakar seluruh ranting daun pohon besar.." jaya sakti bergegas mencari air dengan ember tapi apa yang terjadi setelah mendapatkan air untuk menyiram ke bawah yang terdapat buku komik oah yang nampak terbakar ternyata sudah tidak ada ditempat berada di ranting daun pohon besar itu.


"Aneh buku komik oah itu sudah tidak ada di pohon besar itu..dan pohon besar pohon jambu itu, seperti tidak ada apapun yang telah terjadi didalam pohon besar pohon jambu itu.." jaya sakti heran apa yang telah disaksikan itu.


"Apa ini mimpi atau nyata? Tak percaya apa yang telah aku lihat ini.."jaya sakti terpaku di jendela melihat sekeliling seperti biasa saja tidak terjadi apa-apa.


kejadian aneh dan tak masuk akal terjadi begitu saja apa yang dialami jaya sakti saat itu.

__ADS_1


"Ah... nampak seperti menjelang malam.. langit mulai gelap.. matahari juga sudah pergi kebarat tenggelam.." jaya sakti tidak beranjak dari jendela melihat perubahan langit menjelang sore menuju malam hari.


__ADS_2