
Bahagia banget akhirnya yang kami nantikan hadir juga,mas Wahyu begitu sayang dengan anaknya.fitri kami menamakan anak kami
cuaca tidak mendukung sehingga anakku tidak bisa dijemur seperti pada umumnya,dan menyusu pun dia kurang, pas waktu nya balik cek up paska melahirkan, anak kami di nyatakan kuning oleh bidan,dan bayi kami dirujuk ke rumah sakit untuk di rawat di sana.
Mas Wahyu yang awalnya diam saja sampai rumah dia langsung bilang ke ibu mertua,kalau anak kami harus di rawat karena kuning,ibu mertua langsung menyalahkan ku mengatakan kalau aku ga bisa merawat anakku,aku hanya bisa nangis di marah dan dibentak sama ibu mertua.
ya Allah mama dan papaku saja ga pernah memarahi apalagi membentakku,ini ibu mertuaku berani memarahi dan membentakku.
Mas Wahyu yang melihat ku di marahin dan dibentak ibunya malah diem saja.
aku langsung pulang menuju kontrakan .
aku menangis sekencang-kencangnya,tiba tiba mas Wahyu datang bukan nya menenangkanku ,dia malah ikutan marah
"kamu marah sama ibu ,benar kan yang dibilang ibu kalau kamu ga bisa merawat anak, kalau bisa ga mungkin Han,anak kita sampai kena kuning,"
"ya Allah siapapun juga ga mau anaknya sampai sakit apalagi ini masih bayi, kalau kamu juga menyalahkan ku tas ini semuanya,,baik aku minta maaf mas,"kataku sambil terisak-isak"kamu tau sendiri kan mas dari aku pulang bersalin,,itu hujan terus,ditambah anak kita ga mau nyusu padahal sudah aku paksa,"lanjut ku.
"kamu mau marah, silahkan mas aku terima,maaf aku belum bisa jadi istri dan ibu yang baik buat kamu dan anak kita"
tangisku tambah pecah.aku sudah tak tahan kenapa jadi begini jadinya.
Hari demi hari anakku di rumah sakit keadaan nya sudah mulai membaik,aku tak lupa selalu mengirimkan ASI ku pada anakku.aku antar pagi dan sore.tak peduli aku habis bersalin,demi anakku aku harus kuat.sejak itu mas Wahyu tidak mau melihat ku apalagi mendekati ku,setiap aku tawarkan makan dia selalu menolak,tapi sekali lagi aku harus kuat demi anakku.
Dua Minggu anakku di rawat di sana,kini dia sudah diperbolehkan pulang, senang nya hati ku.sejak hari ini aku berjanji apapun yang terjadi aku akan selalu ada buat anakku.
tak henti-hentinya aku mencium anakku.
aku dan mas Wahyu menjemput anak kami.dinperjalanan kami hanya diam ku gendong erat anakku hanya dua kini yang menjadi penghibur ku.
Sampai dirumah sudah ada ibu mertuaku sebisa mungkin ku tahan perasaan ini,para tetangga pun juga berdatangan menengok anakku.senangnya ternyata masih ada orang yang peduli sama ku.
__ADS_1
Sejak anakku pulang aku hanya diam saja.tak banyak kata yang kuucapkan.karena hatiku sudah terlanjur sakit.mas Wahyu mulai bicara"Han,,kamu marah sama aku, maafin aku ya,aku emosi waktu itu, maafkan aku ya,ga seharusnya aku mengeluarkan biaya kata itu,aku tau kamu baru belajar jadi seorang ibu mungkin kamu belum mengerti seharusnya aku ga menyalakan kamu,"katanya dengan mata berkaca-kaca.sambil tangan nya menggenggam tanganku.
aku yang sedari tadi hanya diam akhirnya bersuara"kenapa aku harus marah,yah mungkin ini pelajaran buat kita,aku juga minta maaf ya mas"sambil mencium tangannya.
Anakku sudah enam bulan,sudah saatnya aku berikan makanan tambahan,di saat aku sedang memberikan anakku pisang,ibu mertuaku datang,dia melihat ku memberikan anakku pisang lalu dia berkata,"kalau ngasih makan anak yang bener dong jangan dipaksa gitu,"
ya Allah apalagi ini pikirku"di paksa gimana si Bu,ini ga di paksa"jawabku sambil menahan diriku.
"itu anak sampai nangis bukan dipaksa namanya"katanya lagi.
tetangga sebelah yang melihat ibu mertua ku sedang memarahi ku langsung berkata"ga di paksa Bu,Gita juga baru ko kasih makannya,itu anaknya baru bangun tidur,"katanya membela ku.
"iya makanya sampai nangis emang dasar Gita nya ga bisa merawat anak,anak baru satu aja udah begini,hadeh cantik doang tapi ga bisa jadi ibu yang baik"kata ibu mertua.
degg!
Aku yang mendengar itu langsung marah,"Bu mau nya ibu apa sih,selalu aja nyalahin Gita,Gita dah sabar ya Bu,sejak kejadian waktu itu"jawabku
tetangga sebelah dan Oma yang mendengar ribut ribut Langsung menghampiri ku.dan Oma memeluk ku,Oma menyuruh ku ke rumahnya dulu untuk menenangkan hati dan pikiran ku Oma menggendong anakku.rumah nya ada di depan kontrakan ku.
tidak berselang lama mas Wahyu pulang kerja.dia langsung masuk ke rumah dan mencariku.
"assalamualaikum Han,,Han,,"karena tidak menemukan ku dia keluar rumah.
"Wahyu ini Gita ada disini,sini kamu ke sini dulu"Oma menghampiri mas Wahyu.dan mengajak mas Wahyu ke rumah nya.
Oma menjelaskan duduk persoalannya.
mas Wahyu melihat ke arah ku.dia langsung memeluk ku.aku hanya bisa menangis.
"Gita mau ke mama saja mas huhuhu"kataku dengan terisak-isak.
__ADS_1
"iya besok ya kita ke sana, sekarang kita ke rumah dulu ya"ajaknya sambil menggendong Fitri.
aku mengikuti nya.sampai rumah aku langsung merebahkan tubuhku yang sedari tadi menahan amarah dan emosi.
"kamu jangan ambil hati ya Han..sama perkataan ibu,,"katanya sambil menaruh Fitri yang tertidur pulas di gendongan.
aku hanya diam sudah terlalu sakit dengan perkataan ibu mertua.
Sampai malam tiba mas Wahyu tidak ke rumah ibunya,sampai ibunya mendatangi rumah kami.
"tok tok tok wahyu yu,, kamu sudah pulang"panggil nya dari depan pintu.
"sudah Bu.tadi siang."mas Wahyu membuka pintu.
"sudah makan belum kamu"tanya nya lagi.
ya Allah sampai urusan makannya saja ibunya masih menanyakan.astaqfirullah.kataku dalam hati
"sudah bu, Gita kan masak Bu"jawab mas Wahyu
"oo masak toh Gita, kirain ga masak"kata nya lagi.
mas Wahyu mulai berbicara sama ibu nya ,aku hanya di kamar saja.
"ibu berhenti menyalahkan gita.gita sudah mengurus Wahyu dan anaknya dengan benar, buktinya sesibuk apapun Gita dia tetap masak buat Wahyu bu.semua kerjaan rumah dia kerjakan.jadi berhenti menghakimi Gita Bu."katanya
"ibu bukan mau menyalahkan Gita,ibu hanya ,,,"ibu mertua tidak melanjutkan bicaranya.
"yah pokoknya mulai sekarang ibu berhenti ikut campur urusan rumah tangga kami, biarkan kami urus sendiri rumah tangga kami Bu,biarkan Wahyu dewasa Bu,Wahyu bukan mau melawan ibu,ibu dan bapak tetap tanggung jawab Wahyu"kata nya lagi.
mungkin ibu mertua ga menyangka anaknya bakal bicara seperti itu.
baru kali ini aku mendengar mas Wahyu bicara seperti itu,biasanya dia akan membela ibunya.
__ADS_1
Alhamdulillah mungkin mas Wahyu sudah mulai berfikir tentang apa yang terjadi.