
Entah sejak kapan seluruh badan mama ada lebam lebam seperti orang di pukul.mama memang tidak pernah mengeluhkan kondisi nya kepada anak anaknya
setelah tidak bekerja aku sibuknya diriku dengan membuka lagi warung jajanan anak anak.alhamdulillah biar sedikit keuntungan nya yang penting lancar.tiba tiba anak tetangga berteriak "mba Gita,,Fitri terjatuh "
segera ku matikan dan tinggalkan kompor yang sedang masak pesenan anak-anak.kulihat Fitri"astagfirullah aku kaget tangan anakku patah,aku tidak bisa bicara, Langsung memanggil tetanggaku untuk mengantarkan ku ke dukun patah tulang.kuambil dompet lalu naik motor tetangga ku itu.fitri hanya nangis aja ku pegang tangan Fitri agar tidak semangkin parah.setelah sampai di tempat tujuan segera ku bawa masuk anakku, Alhamdulillah tangan Fitri sudah di obatin walaupun harus di perban untuk sementara.kenapa aku bawa ke dukun patah tulang karena kalau ke rumah sakit.biaya nya besar ,uang dari mana kami.
sampai rumah mas Wahyu sudah pulang mungkin di telepon mama.
dan anak anak yang berada di sana saat kejadian langsung bercerita kenapa Fitri bisa patah tangan nya.reno mulai bercerita,
"tadi Fitri lagi digendong sama Eli sambil naik ke atas kursi mba,terus di kagetin sama inu.eli spontan aja melempar Fitri sampai jatuh."dibenarkan juga sama anak yang lain.sedangkan Eli dan inu tidak berani datang ke rumahku.mama Eli pun datang kerumah minta maaf atas yang dilakukan anaknya dan berjanji akan menanggung biaya pengobatan,Eli yang ada di samping mama nya langsung minta maaf juga dan bilang"nanti juga bisa di sambung lagi kan tangan nya Fitri",yang lain tertawa mendengar Eli bicara seperti itu.yah namanya juga anak kecil belum mengerti,ya sudah lah mau di bilang apa.
aku langsung menghubungi ibu bapak mertua melalui wartel maklum kami tidak punya hp.seperti yang lain.mereka kaget aku mengabarkan Fitri tangan nya patah.
sejam kemudian mereka sudah berada dirumah.aku jelaskan sama mereka kenapa Fitri bisa patah tangan nya.alhamdulillah Fitri tidak rewel.tidak mengeluh sakit pada tangannya hanya saja aku melihatnya kasian .Fitri sangat dekat dengan mamaku dia memanggil mama dengan sebutan eyang,, sedangkan dari orangtuanya papa nya dia memanggil nya Mbah Putri dan Mbah Kakung
mama sakitnya tambah parah saja lebam di sekujur tubuhnya tambah banyak.
setelah kami bujuk untuk berobat ke klinik mama akhirnya mau juga berobat, awalnya dokter tidak tahu mama mengidap penyakit apa.akhirnya mama dirujuk ke rumah sakit besar,dan harus dirawat agar ketahuan penyakit nya apa dengan melalui berbagai pemeriksaan tentunya.
setiap hari kami gantian yang menjaga mama,karena aku punya anak jadi yang bertugas menjaga mama adekku KIA dan Ali, Alhamdulillah nya sekolah mereka sedang libur,setiap hari ku bawakan mereka lauk pauk, karena kalau harus beli mahal, maklumlah keuangan kami sedang tidak stabil.
Ramadhan telah tiba mama masih dirawat,sepi rasanya ramadhan ga ada mama.fitri juga tangannya masih di gibsun dengan perban.cukup lama juga Fitri di perban belum sembuh juga,biaya pun sudah banyak yang keluar,mama Eli yang awalnya janji akan menanggung biaya pengobatan Fitri,tapi nyatanya tidak,dia hanya sekali memberikan uang itu pun seratus ribu.aku dan mas Wahyu ga mau banyak omong, ya sudah kami tanggung sendiri biaya pengobatan Fitri.kami pinjam kembali uang bunga untuk pengobatan Fitri.ya Allah belum selesai utang kami yang satu kami sudah terjerat lagi hutang yang lain.demi anak apapun akan kami lakukan.
puasa tinggal seminggu lagi mama minta pulang katanya."mba bilang sama dokter mama mau pulang,,mama mau puasa di rumah"kasian kalian kalau lebaran harus di rumah sakit" pinta mama.
kami bingung ya udah kami pun langsung bilang ke dokter, Alhamdulillah dokternya mengizinkan mama pulang untuk sementara,,tak lupa obat obat mama kamu tebus sampai habis lebaran idul Fitri lewat dua Minggu.
Alhamdulillah,,malam ini malam takbir ,,mama senang sekali bisa kumpul dengan anak mantu dan cucunya."Alhamdulillah akhirnya mama bisa ngerasain lebaran dirumah"katanya sambil meneteskan air mata nya.
baru kali ini kami anak-anak nya melihat mama menangis.lebaran IdulFitri kali ini terasa berbeda mungkin karena mama sakit jadi kami tidak bisa pergi kemana-mana.
lebaran idul Fitri telah lewat dua minggu.keadaan mama makin drop.obat mama juga hampir habis.besok kami akan membawa mama ke rumah sakit lagi untuk cek up.
kami membawa mama kembali ke rumah sakit.dokter langsung merujuk mama agar dirawat inap lagi.
dokter sudah mengetahui penyakit mama,kami dipanggil ke ruang dokter.untuk diberitahukan penyakit mama
"sebelum nya kenalkan saya Irawan dokter penyakit dalam yang merawat ibu anda"kata dokter yang merawat mama
"saya Gita dan ini KIA "jawabku
__ADS_1
"baik mba Gita dan KIA,,begini mba,, sebelum nya saya minta maaf karena baru bisa sekarang memberitahu tentang keadaan ibu,,mba kalian harus siap apapun itu keadaan ibu ya mba,"dokter Irawan tampak berfikir." begini mba ibu setelah melewati berbagai pemeriksaan kami tim dokter yang menangani ibu nya mba ,ibu mengidap penyakit leukemia ataw kanker darah,, stadium tiga"ya
degh!
astagfirullah bagai di sambar petir kami mendengar nya.kia sudah menangis aku memeluk KIA untuk menenangkan nya.,lalu dokter melanjutkan lagi"sabar ya mba, insyaallah kami tim dokter akan melakukan semuanya untuk kesembuhan ibunya,
kalian harus siap apapun yang akan terjadi nanti ya,yang terpenting kalian jangan menunjukkan air mata kalian di hadapan ibu ya,karena keadaan ibu sudah sangat drop.kalian bantu doa yah"dokter Irawan mengatakan semuanya.kami pun pamit keluar untuk memberitahu tentang keadaan mama sama yang lain,
ya Allah cobaan apalagi ini kenapa tidak henti-hentinya cobaan hidupku.air mata yang sedari tadi aku tahan langsung meleleh juga.mas Wahyu dan Ali yang baru datang ditemani ibu mertuaku langsung memeluk ku,aku tak bisa berkata-kata lagi.begitu juga KIA
"ada apa Han,,apa yang dokter katakan soal mama"tanya mas Wahyu.
"mama,, huhuhuhu"tangisku makin pecah,
"iya mama kenapa,,"tanya mas Wahyu penasaran.
"mama mengidap leukemia ataw kanker darah stadium tiga mas"
jawabku.
mas Wahyu dan Ali yang mendengar keterangan yang aku katakan langsung kaget.
Adi yang menggendong Fitri,juga kaget dan terlihat menangis.
"jangan tampak kan kesedihan kita di depan mama ya,kita harus kuat demi mama"kata mas Wahyu lagi.
"sabar ya nduk jangan lupa sholat ya ,doakan mama ya ,ibu SM bapak juga bantu doa buat kesembuhan mama" ibuku mengingat kan ku,
"KIA kamu naik ke atas ya jagain mama oh iya ibu SM bapak mau jenguk mama jam besuk nya sudah mulai kan antarkan ibu SM bapak ya kia"kataku sama KIA.kia pun mengangguk pamit kepada ku dan mas Wahyu.
" kamu sudah makan belum Han.,,Fitri sudah makan belum"mas Wahyu bertanya padaku.
"aku belum makan mas kalau Fitri sudah aku bawa kan makan tadi dari rumah" jawabku
"ya udah makan dulu yuk, sekalian beliin adek adek juga"katanya lagi.
"nanti saja kasian ibu SM bapak nanti mencari kita"jawabku sambil menggendong Fitri yang tertidur diperlukan Adi adekku.
"Adi kamu di sini ya nemenin mas Ali sama mba KIA."kataku sama Adi.
"nanti mba pulang dulu besok siang mba ke sini lagi bawakan makan buat kalian "kataku lagi.
__ADS_1
"KIA biar pulang mba sama kamu,kasian dia sudah seminggu belum Istirahat,besok biar bareng kamu ke sini nya"kata Ali kepadaku.
setelah ibu dan bapak selesai jenguk mama,kami pun makan dulu.ali dan Adi gantian jagain mama KIA ikut ku pulang.
tapi sebelumnya aku membelikan mereka makan dulu untuk bekal malam mereka,dan tak lupa memberikan uang kepada mereka untuk jaga jag kalau ada perlu dadakan.
sudah sebulan dari yang dokter bilang kepada kami soal mama, dokter Irawan bilang kanker mama sudah masuk stadium empat akar akarnya sudah menjalar, hanya mukzijat Allah SWT yang akan menolong mama.
mama bilang mama mau pulang saja,
akhirnya dokter mengizinkan mama pulang tapi harus rutin cek up untuk kemo terapi.
mam sudah dirumah selama tiga Minggu, seminggu lagi lebaran Idul Adha, Alhamdulillah Allah masih memberikan kesempatan untuk mama merasakan lebaran idul Adha.
tak lupa selalu setiap sholat kami berdoa semoga Allah memberikan kesembuhan untuk mama.
kebetulan hari ini aku akan menengok ibu dan bapak,mama juga minta dibelikan jeruk katanya.fitri yang sangat Deket sama eyangnya Langsung pamit ke eyangnya"eyang Fiti main ke lumah embah dulu ya,eyang istilaat ya bibi dilumah,nanti sole Fiti pulang ko eyang"katanya dengan khas bicaranya yang masih cadel.fitri pun mencium eyangnya.
setelah sampai rumah mertua aku langsung masuk dan berbincang dengan mereka, mereka menanyakan tentang mama,aku ceritakan semuanya.sekalian aku pun ingin mengobati tangan Fitri yang masih digips.alhamdulilah dua kali berobat ke Mbah inem tangan Fitri sudah bisa digerakkan.ya tempat awal aku membawa Fitri tidak ada perubahan akhirnya ibu mertua menyuruh bawa Fitri ke Mbah inem tetangga dekat rumah mertua.kebetulan aku pun kenal baik dengan Mbah inem.
setelah lama main.kami pamit sama ibu.
sampai dirumah sudah isya,kami pun segera mandi dan menunaikan sholat Isa dulu aku langsung masuk ke kamar mama.di sana ada KIA dan adi.kata KIA "mama sudah mulai ngaco mba ngomong nya"
"mama bilang besok akan banyak orang yang Dateng ke sini rapiin rumah ya KIA,terus nanyain kamu SM mas Wahyu dan Fitri terus"
Fitri yang namanya di sebut langsung masuk ke kamar eyangnya,dan berkata"eyang Fiti pulang nih,ini Fiti bawain jeluk kan tadi eyang minta jeluk"sambil menyuapin jeruk kedalam mulut eyangnya.mama yang melihat Fitri langsung memeluknya,dan berkata"Fitri cucu eyang yang pintar, jangan nakal ya ,Fitri harus nurut sama mama ya nak,Fitri ga boleh cengeng ya,ingat eyang saya sama Fitri"dengan nada bicaranya yang sudah pelo tidak jelas.mama pun menunjuk kearakku.aku pun mendekat ke arahnya."mba kamu harus sabar ya menghadapi ujian ini,ingat mba mama sama papa sayang sama mba,mba harus jagain adeknya semua ya,mba harus kuat demi semuanya, jangan berantem lagi sama Wahyu,jadi istri yang baik dan patuh sama suami ya mba,"kata mama sambil menangis walaupun pelo tapi aku bisa dengan jelas mendengar suara nya.mendadak mama mengatakan sakit,kami terus membisikkan sholawat ditelinga mama dan membacaka kalimat syahadat di telinga nya,mama yang tidur di pangkuan Adi Langsung memanggil kami semua nya.kami kumpul di samping mama.uwa Ismail yang di telepon mas Wahyu dari tadi ,baru datang setelah kami kumpul mama mengucapkan dua kalimat syahadat dengan pelan dan menghembuskan nafas terakhirnya.
Adi yang memang sedari tadi memangku mama langsung teriak histeris"mama,,,,,,,"
kami pun menangis.
innalilahi wa inalillahi rojiun kata uwa Ismail setelah memegang lengan tangan mama untuk memeriksa nadi mama.
KIA langsung memeluk ku dia menangis tanpa hentinya,Ali dan Adi juga.
para tetangga yang mendengar suara kami menangis langsung berdatangan.
Selamat jalan mama kami sayang mama tapi Allah SWT lebih sayang mama, mungkin ini jalan terbaik buat mama,mama sudah tidak akan merasa sakit lagi.mama bisa berkumpul lagi sama papa di alam sana kami sayang kalian mama dan papa
setelah selesai di mandikan dan saudara almarhum papa datang juga saudara almarhumah mama datang juga ibu dan bapak mertua ku, jenazah mama segera dikebumikan disamping makam papa.
__ADS_1
Aku ingat pesan mama ,iya mah Gita akan kuat Gita akan menjaga adek semua nya.insyaallah Gita akan jadi istri yang baik.