Terimakasih Untuk Semua Nya

Terimakasih Untuk Semua Nya
Terbelit hutang


__ADS_3

Setelah Ali menikah dan Adi juga belum pulang,rumah terasa sepi.hanya suara canda dan tangis anak-anak ku.


aku mencoba berjualan sayuran kuberanikan diri meminjam uang bank keliling, itupun seizin mas Wahyu,karena aku mau membantu keuay keluarga,kasian mas Wahyu harus tutup lobang gali lobang.


sisa dari sayuran yang aku jual aku buat olahan masakkan matang, seperti ayam ungkep,ikan ku bumbui,bahkan sayuran,


senangnya karena jualan ku laris.dan keuntungan nya lumayan,biar lelah tapi ga apa-apa,mas Wahyu pun membantu ku belanja ke pasar setiap jam tiga pagi,Fitri dan Erina ku titip KIA dirumah.


pagi ku jual sayuran tak lupa mas Wahyu membukakan ku warung kelontong juga,


dari keuntungan ku bayar bank keliling,dan sisanya ku tabung,


Alhamdulillah semuanya berjalan lancar,dan tiba tiba tetanggaku ada yang sirik kepadaku,,yah Memang sejak dulu , mereka satu keluarga tidak suka jika melihat keluarga ku maju.padahal waktu almarhum papa masih ada pap tidak pernah pelit sama siapapun,orang orang pasti datang kerumah untuk meminjam uang ataw meminta kerjaan.yah papa semasa hidupnya boleh di bilang orang yang dermawan.makanya kami anak-anak nya mewarisi sifat papa itu.


tetangga ku itu menghasut pelanggan yang belanja di aku.satu persatu pelanggan ku pergi tapi aku ga menyerah dari hasil tabungan ku,ku ganti haluan dari jual sayuran ku ganti dengan jualan ikan asin,berbagai ikan asin ku jual, Alhamdulillah akhirnya keuanganku stabil lagi.utang bank keliling pun bisa ku bayar.


"kita ga bisa kaya gini terus Han,,aku mau usaha warnet ,kan sekarang lagi buming tuh gimana kamu setuju ga"mas Wahyu antusias mengutarakan niatnya.


"aku si setuju aja mas,tapi dari mana modalnya.tabungan kita ga cukup mas,kita masih harus bayar utang sama Batak belum lunas kan"jawabku


mas Wahyu mulai berfikir,,dan dia berkata lagi"kalau di boleh kan aku mau gadaikan sertifikat tanah rumah ini gimana,tapi tentu nya dengan izin ku dan adek adek kamu"


"ya udah nanti di bicarakan sama adek adek ya"


kataku padanya.


aku mengumpulkan semua adekku kecuali Adi,aku ingin membicarakan tentang maksud mas Wahyu.


"Ali ,KIA,,mba mengumpulkan kalian sekarang mba mau minta pendapat kalian" aku memulai bicara.


"tentang apa mba"KIA bertanya.


"begini mba bermaksud ingin menggadaikan surat tanah milik bapak,buat modal usaha ,dan buat Nebus ijazah kamu KIA"aku menjelaskan pada mereka.


"emang nya mau buka usaha apa mba?"tanya Ali lagi.


"mba SM mas Wahyu mau buka warnet dan PS seperti nya akan laku di sini,gimana menurut kalian"jawabku pada Ali dan menunggu jawaban mereka juga.


"ya kalau itu maksudnya saya si boleh aja,"KIA menjawab.


"iya silahkan mba,saya juga boleh"jawab Ali, mendengar jawaban mereka aku senang sekali, adekku memang selalu mendukung ku.


setelah mendapat persetujuan dari mereka,aku dan mas Wahyu langsung ke bank untuk mencoba mengajukan permohonan penggadaian.


kami menunggu jawaban dari pihak bank ,nanti akan di survei dahulu,baru pengajuan kami di aprof sama pihak bank.

__ADS_1


lama juga menunggu jawaban dari pihak bank.


kami hampir putus asa.dan akhirnya pihak bank pun menelepon kami.kami di suruh datang ke bank bersama adek adek kami dan menandatangani berkas berkas.


Alhamdulillah setelah menerima uang nya kami pun langsung membelanjakan barang elektronik yang buat usaha.


untuk menghemat biaya mas Wahyu membuat meja warnet sendiri dan mencoba merakit PC komputer nya sendiri.


Alhamdulillah warnet kami sudah berjalan lancar ,selain warnet mas Wahyu juga membuka PS ,kamar depan yang bisa di pakai mama terpaksa kami bongkar buat warnet dan teras kami tutup sebagai buat tempat PS.


anak anak banyak yang main,tapi kami membuat peraturan kalau jam sekolah kami tidak melayani anak sekolah bermain,


"mba Gita,,saya main PS dong,"seorang anak tapi masih memakai seragam sekolah.


"kamu sudah pulang sekolah belum,ko bajunya belum di bukamba gaau ya nanti orangtuanya marah sama mba"


kataku padanya.


"sudah mba saya sudah pulang sekolah"jawabnya.


"baca ga peraturannya tuh"sambil menunjuk ke kertas yang ditempel di dinding.


"iya mba saya baca,ya udah saya pulang dulu mba , tapi saya main disini ya mba jangan di kasih siapapun"katanya sambil menunjuk meja PS yang dimaksud nya


"oke siap mba take ya buat kamu"jawabku.


"ini mba saya main dua jam ya mba"sambil memberikan uang kepada ku .


*oke itu sudah bisa dimainkan,nanti waktu nya akan berhenti sendiri ya"


"siap mba Gita"jawabnya lalu duduk dieja yang sudah ku take buat dia tadi .


"mba Gita mau main warnet dong,"kata anak yang lain nya lagi,"


dia pun memberikan uang nya.


"main tiga jam ini kamu"tanya ku sambil membuka komputer dan memprogram waktu bermainnya.


"iya mba ada tugas sekolah nih harus nyari di komputer,terus nanti diprint,bisa kan mba prin disini"katanya lagi


"iya bisa,ya sudah kerjakan dulu soalnya nanti kalau sudah selesai kalau mau prin panggil mba aja ya"kataku lagi.


aku di ajarkan mas Wahyu untuk memprogram waktu bermain di komputer dan di PS.yah dikit dikit aku jadi paham.


rumah kami di sulap jadi tempat usaha oleh mas Wahyu.

__ADS_1


diteras dalam warung sembako di besarkan sama mas wahyu.semuanya ada di sana termaksud ikan asin.dan gas tiga kilo yang lumayan banyak.


Alhamdulillah penghasilan tambahan dari warnet dan PS lumayan sehari bisa satu juta.dan bisa untuk membayar cicilan pada bank.


sedikit sedikit utang Batak rentenir kami bayar,sudah selesai tinggal cicilan bank keliling dan bank saja yang belum.


"Han kalau bisa bank keliling di tutup ya biar kita ga repot "mas Wahyu bicara padaku


"iyaa mas ini juga tinggal dikit lagi insyaallah akhir bulan selesai kok" jawabku.


Alhamdulillah akhirnya utang bank keliling ku sudah habis,sudah cukup aku ga mau lagi berurusan sama bank keliling.


sudah setahun usaha ku berjalan lancar dan maju.


tapi seiring berjalannya waktu karena sudah banyak yang punya hp dan hp bukan barang langka lagi.warnet ku lama lama berkurang pemasukan,dan warnet yang tadi berjalan lancar,makin ke sini makin sedikit yang bermain.itu bertahan selama setahun kemudian.


usaha warnet dan ps ku masih bertahan walaupun sedikit buang bermain.memasuki tahun ketiga, pemasukan kami makin berkurang saja.ga nutup buat bayar cicilan bank.


akhirnya satu persatu komputer kami jual untuk menutupi cicilan.masih tersisa 1 komputer,dan PS masih ada empat.tak cukup hanya mengandalkan hasil warnet dan PS, terpaksa PS kami jual lagi.dan akhirnya usaha warnet dan ps ku tutup total.tinggal warung kelontong ku.karena warung ku banyak yang minta hutangan padaku


"mba Gita saya boleh ngutang ga mba"kata tetanggaku,aku sebenarnya keberatan tapi aku ga berani untuk bilang ga pada nya.


"iya boleh tapi bayar nya yang bener ya"jawabku.mungkindari mulut ke mulut akhirnya banyak yang berhutang. akhirnya sedikit demi sedikit warungku ga bisa buat belanja.emang dasar orang ya ketika berhutang aja manis tapi giliran ditagih banyak alasan nya


"Bu maaf ya hutang nya sudah banyak ini lima ratus ribu,bisa dibayar dulu ga,baru ngambil lagi,saya buat belanja Bu"tagihku pada ibu yang hutang.


"iya nanti ya mba nunggu gajian bapaknya dulu"


jawabnya.tapi setelah kutunggu sesuai janjinya,dia hanya bayar setengahnya.


mau marah tapi aku ga enak karena dia lebih tua dari ku.


setelah nya ibu itu ga belanja di warung ku lagi.


setiap ku tagih hutang nya selalu tar sok tar sok,,hanya tembakan kata yg kudapat.


mas Wahyu pusing gimana caranya bayar cicilan bank, ngandelin dari gaji mana mungkin cukup.akunpun ikutan pusing,


kami takut jika rumah kami disita bank akan tinggal dimana kami nanti ,dan apa kata saudara dari bapak dan mama.


satu satunya jalan ku ambil lagi pinjaman Batak rentenir.


ya Allah ga selesai selesai urusan sama Batak lagi.


semua barang yang kupunya sudah ku jual agar ketutup buat bayar cicilan.dari tabung gas,cincin kawin ,kalung,gelang dan tabungan ku semua nya terkuras habis.

__ADS_1


ya Allah sampai kapan kami harus begini.


__ADS_2