
Pengajian tiga hari setelah bapak meninggalkan kami.kami mengadakan pengajian untuk mengirim doa.tapi di saat aku sedang bantu menyusun makanan
tiba tiba aku pengen banget minum jus jeruk,,seger banget kayanya,aku bilang sama mas Wahyu"mas tolong belikan jus jeruk dong haus nih ,seger baget kayanya."pintaku padanya.
"nanti ya selesai acara ini,ataw tuh joko sama sila mau keluar nanti juga di belikan sama dia" aku hanya diam,ya sudah lah aku tahu mas Wahyu dah habis habisan buat urus surat surat kematian bapak., mungkin uang nya dah habis,dan gajian masih tiga hari lagi.aku hanya bisa menelan air liur.dan aku tak begitu berharap dibelikan Joko dan sila.
aku kembali bantu menyiapkan makanan untuk pengajian.
setelah selesai pengajian Joko dan sila kembali dan membawa makanan dan jus dan berkata"ini buat mba Retno sama anak-anak ,ini buat Fitri berdua sama Erina ya,"
"mas Wahyu ini buat mas Wahyu minumannya"mas Wahyu melihat ku.mas Wahyu melihatku menahan air mata.dalam hati ku berkata"sudah biasa aku diperlakukan seperti ini sama adek iparku,apa karena aku orang ga punya,"ku tahan air mataku ku duduk di bawah pohon mangga.
mas Wahyu menghampiri ku,dan berkata",ini buat kamu aja han,,"
"ga usah kan mereka belikan buat mas nya bukan buat aku yang hanya KK iparnya."kataku.
"sabar ya Han,, maafkan mereka"kata mas Wahyu.
selalu sabar sabar sabar dan sabar kata itu yang selalu di ucapkan,,,tapi sampai kapan.
dulu waktu masih ada bapak sama ibu mereka ga berani berbuat begini.ahh sudahlah ya aku harus sabar dan sabar.
Sejak saat itu aku dan mas seperti menjaga jarak dengan adek iparku.setiap mereka ngajak kumpul kami selalu alasan ga sempet dan mas Wahyu masuk kerja.
Sampai suatu ketika kami sedang kekurangan uang untuk bayar kontrakan rumah,mas Wahyu menelepon Retno adeknya untuk meminjam uang,tapi bukannya di kasih malah pertanyaan yang kami dapat,"lah emang gajian nya mas kemana mas,ko bayar kontrakan aja ga bisa,"
"ya udah kalo ga di kasih ga apa-apa,,maaf merepotkan kalian"itu yang selalu di ucapkan,kata maaf.
begitu pula dengan.joko lama sekali pesan WhatsApp mas Wahyu di balasnya"yah mas maaf kemarin abis bayar ini bayar itu"selau diminta bantuan nya begitu sama bilang ga ada mungkin mereka takut kalau direpotkan oleh keluarga mas nya.
sejak itu rasa sakit hati ku semakin dalam.
"halo mas besok kita kumpul yok ,kangen nih sama ponakan ku."terdengar suara Retno menelepon mas Wahyu.
"insyaallah ya kalo mas ga masuk kerja"jawab mas Wahyu.
__ADS_1
kangen katanya ,kenapa ga mereka aja yang ke sini,kan mas nya lebih tua.lagiam mereka ga jarang sekali main ke sini malah ga pernah Dateng kalo ga pas mendesak banget.apa mereka malu datang ke rumah mas nya yang hanya mampu ngontrak rumah yang kecil.
tapi terpaksa kami pun datang kerumah mereka,tapi kami ga mau lama lama di sana.rasanya sudah asing dengan mereka.bukan karena kami ga betah tapi mereka kelihatan sekalli membedakan keluarga kami.
mas Wahyu tahu aku ga nyaman berada di deket mereka,aku hanya diem saja kadang aku malah milih duduk menyendiri ketika sedang kumpul.
Dalam hati aku selalu minta maaf kepada bapak dan ibu"pak Bu maafkan Gita,bukan Gita menjaga jarak tapi mereka yang memperlakukan kami seperti bukan saudaranya tapi orang lain."
Akhirnya mas Wahyu menyadari bahwa adek adeknya tidak pernah menganggap dia ada,adeknya hanya menganggap dia beban .
aku pun berkata pada mas Wahyu"kita tunjukkan bahwa kita bisa tanpa bantuan dari mereka,"
"iya Han,, terimakasih kamu selau ada buat ku "katanya sambil mengusap air mata nya.
"kamu tunjukkan kamu juga bisa sukses lebih dari mereka mas"kataku lagi.
Alhamdulillah atasannya mas Wahyu menyuruh mas Wahyu melamar di divisi lain di kantor itu juga,,berkat bahas Inggris nya mas Wahyu dikenal banyak orang kantor.
Sekarang mas Wahyu sudah tidak jadi satpam lagi,tapi resepsionis.alhamdulillah ya allah.pelan tapi pasti kau tunjukkan janji.
aku terkejut dengan ucapannya"apa,,"
" kamu serius mas mau kuliah lagi,dimana?" tanyaku.
*iya serius Han,,kamu ngizinin kan, rencananya aku mau kuliah di Universitas terbuka,yang biayanya ga mahal,*
"ya iyalah aku izinin,masa suami mau maju malah ga boleh,kan demi aku dan anak anak juga"
"terimakasih han,kamu memang istri yang palin baik dan pengertian,aku ga salah milih kamu"katanya sambil mengucap tangan dan keningku.
biarlah aku prihatin lagi demi mas Wahyu tiga tahun bukan waktu yang lama ,aku senang sekali mas Wahyu ada tekad untuk kuliah lagi.
ku dukung setiap langkah kakinya ,ku doakan selalu kemudahan untuk nya.aku ingin tunjukkan pada adek adeknya mas nya yang selalu di remehkan bisa maju dan melebihi mereka dan juga pada saudara dari papaku bahwa mantu dari keluarga Sanyoto yang selalu mereka sindir orang susah dan hanya seorang satpam bisa lulus sarjana dan mendapatkan kerja yang lebih baik.
Karena rasa sakit hati sering di remehkan dan direndahkan mereka yang merasa lebih,,yang membuat ku ingin lebih maju dari mereka.
__ADS_1
karena rasa sakit hati ini yang akan membuat ku ingat selalu apa yang mereka lakukan pada kami.
Fitri dan Erina juga Ilham sudah besar,,Fitri sekarang sudah kelas tiga SMA dan Erina sudah kelas tiga SMP.ilham sudah kelas empat sd.aku dan mas Wahyu ingin yang terbaik untuk anak anak kami.biarlah kami susah tapi anak kami jangan sampai seperti kami.mereka harus kuliah cita cita mereka harus tercapai.
Fitri bercita cita ingin jadi dokter kandungan,Erina ingin menjadi dokter spesialis,Ilham masih bimbang dia,setiap di tanya selalu berubah ubah,"aku mau jadi ABRI mah,eh ga deh dokter juga,eh ga deh jadi pemadam ajalah"hihihi lucu kadang, maklum dia masih kecil belum perfikir sampai ke sana.
adek ipar ku masih seperti dulu masih merendahkan kami walaupun tidak terang terangan , tapi masa bodo lah,,kami tak peduli lagi.
Walaupun begitu aku dan mas Wahyu tetap menjalin hubungan dengan mereka.
Akhirnya hasil dari kesabaran kami dari sering di rendahkan dan diremehkan, Alhamdulillah kami bisa punya rumah sendiri walaupun kecil tapi bukan kontrakan lagi,yah pas lah buat keluarga kecilku.ini semua nya hasil jerih payah kami.dan kegigihan mas Wahyu dalam bekerja.
karier mas Wahyu pun makin menanjak, tapi biar begitu Alhamdulillah mas Wahyu tak pernah merasa sombong ataw tinggi ,dia selalu merendah dan selalu sabar.
Adek adekku juga sudah punya rumah sendiri.
KIA sudah punya anak tiga sudah pada besar juga.angga juga kerja nya Alhamdulillah semakin sukses.
Ali anaknya empat dia masih tinggal di rumah peninggalan papa.ali pun sama sekarang sudah menjadi kepala satpam dikantor pusat.
Adi adekku yang bontot sudah menikah bjuga anaknya sudah dua, Alhamdulillah dia pun sudah kerja,di kantor pajak,
Senang rasa nya melihat mereka sukses semua nya, akhirnya aku bisa menunaikan janjiku pada almarhum papa dan mama,tentu mereka bangga sekali.
Aku dan mas Wahyu sudah mulai tua kini umur kami sudah kepala lima,tapi mas Wahyu tetap romantis terhadap ku,apalagi kalau sudah minta jatah,, dia tetap mas Wahyu yang dulu, yang selalu bisa memuaskan.semoga Allah SWT selalu melindungi kami.
Dalam hati aku berkata"TERIMAKASIH UNTUK SEMUA NYA, UNTUK PAPA DAN MAMA YANG SUDAH MENDIDIK KU MENJADI ANAK YANG KUAT YANG TIDAK PERNAH MENYERAH.
UNTUK BAPAKA DAN IBU MERTUA YANG SELALU ADA SEBAGAI PENGGANTI ORANGTUAKU SAMPAI AKHIR HAYAT MEREKA UNTUK ADEK ADEKKU SELALU SABAR WALAUPUN HIDUP KITA SEJAK DITINGGAL PAPA MAMA SELALU SUSAH SELALU DIRENDAHKAN KELUARGA PAPA, SELALU MENDUKUNG APAPUN YANG MENJADI KEPUTUSAN MBA.
UNTUK ADEK ADEK IPARKU TERIMAKASIH BERKAT KALIAN KAMI BISA MAJU BISA SEPERTI SEKARANG INI.MUNGKIN KALAU KALIAN TIDAK MERENDAHKAN KAMI,BELUM TENTU KAMI BISA TERMOTIVASI UNTUK LEBIH BAIK LAGI.UNTUK SAUDARA PAPA, TERIMAKASIH ATAS BANTUANNYA WALAUPUN KALIAN TIDAK SEPENUH HATI UNTUK MEMBANTU KAMI.
DAN TERIMAKASIH UNTUK MAS WAHYU YANG SUDAH HADIR DI DALAM HIDUPKU.TERIMAKASIH SUDAH MAU BERJUANG BERSAMA KU SAMPAI DETIK INI.
TERIMAKASIH YA ALLAH KARENA MU AKU KUAT KARENA MU AKU IKHLAS,KARENA MU AKU BISA MELEWATI BERBAGAI COBAAN HIDUP"
__ADS_1