Terimakasih Untuk Semua Nya

Terimakasih Untuk Semua Nya
Memilih tinggal sendiri


__ADS_3

Tari sudah melahirkan sebulan sebelum KIA menikah anaknya perempuan.


dan KIA setelah menikah langsung di bawa Angga untuk tinggal sementara di rumah orangtuanya Angga.


Adi sudah mulai bekerja yah walaupun dia masih minder karena dia bekas mantan napi.aku selalu bilang padanya ,lupakan masa lalu kamu ,kmu harus bangkit tunjukkan pada mereka yang pernah meremehkan kamu bahwa kamu bisa maju bisa sukses.


Alhamdulillah omongan ku masih didengar Adi dia mulai berani bekerja sebagai ob di sebuah kampus.


aku ceritakan semua nya pada Adi kejadian selama dia di dalam, termaksud Soal surat tanah yang aku gadaikan,tapi Adi ga marah malah dia bilang" ga apa-apa mba kan kamu berbuat itu juga buat menghidupi kami mba,".


sebulan setelah KIA menikah aku mengumpulkan semua adek adek ku untuk bermusyawarah.aku dan mas Wahyu bermaksud ingin mengontrak rumah sendiri ga jauh dari rumah ku.


"Ali KIA Adi tari dan Angga ,mba sama mas Wahyu sengaja mengumpulkan kalian disini sekarang ada yang mau mba bicarakan,"


"kalian sudah pada menikah tanggung jawab mba sudah lepas terhadap kalian,tapi bukan berarti mba ga peduli lagi sama kalian mba masih tetap bersama kalian.tanggung jawab mba sekarang tinggal Adi."


"begini langsung aja ya mba sama mas Wahyu bermaksud untuk mengontrak rumah sendiri ,masih di daerah sini juga ko.hanya beda RT aja,agar mba bisa tetap mengontrol adi.mba juga punya keluarga sendiri anak anak mba sudah pada besar.mba ingin mandiri,ingin merasakan gimana sih rasanya hidup ngontrak itu.karena seorang wanita yang sudah menikah harus mengikuti kemana saja suaminya tinggal.bukan berarti mas Wahyu sudah ga mau tanggung jawab sama kalian lagi ga,kami hanya ingin merasakan hidup dirumah kamu sendiri"


"jadi Ali kamu sekarang yang harus tinggal di rumah ini,karena kamu anak laki laki,kamu harus bertanggung jawab atas istri dan anak anak kamu.kamubtinggal disini bersama Adi ya"


"Adi kamu tinggal bersama mas Ali ya sekarang, kalau ada apa-apa kamu bisa kerumah mba,anggap KA tari itu KK kandung kamu juga,"


"tari kamu mau kan tinggal disini bersama Ali dan menganggap Adi adek kamu sendiri"


kata ku menjelaskan prihal maksud ku dan ms Wahyu.


mas Wahyu yang sedari tadi diam akhirnya angkat bicara"kalian ga usah berfikir macam macam, seperti yang mba kalian bilang,kami juga ingin merasakan tinggal di rumah kami sendiri yah walaupun itu baru ngontrak,lagi juga kami pindah nya masih Deket sini jadi masih bisa melihat kalian dan kalian juga bisa main ke rumah kami,pintu rumah kami selalu terbuka buat kalian, seperti yang mba bilang tanggung jawab kami Tinggal adi.jadi kami bisa mengawasi Adi dari rumah kami"

__ADS_1


adek adek ku hanya diem saja,ntah apa yang mereka fikir kan.


KIA pun berbicara"ya sudah kalau itu yang mba dan mas Wahyu mau,,yah kalian berhak mendapatkan kehidupan kalian sendiri,kalian sudah banyak berkorban untuk kami.ya benar kata mba seorang wanita harus mengikuti kemanapun suami nya tinggal,KIA juga sekarang mengikuti kemanapun Angga membawa KIA"


"tapi kalau kalian ingin kembali ke rumah ini kami juga akan selalu menerima kalian"


Ali yang sedari tadi hanya menyimak pembicaraan pun angkat bicara"iya mba ,saya akan tinggal disini bersama tari dan anak anak kami,dan tinggal bersama adi.kalau memang itu sudah menjadi keputusan mba dan mas untuk ngontrak rumah sendiri"


tari pun mengangguk tanda dia setuju dengan yang di bilang Ali.


"baiklah kalau kalian semua nya setuju,mba dan mas Wahyu akan pindah Minggu besok ya,kalian bisa kan membantu mba pindahan rumah"kataku sambil menahan air mata ini sudah mengembang dan kutahan agar tidak jatuh.


"bisa mba kami akan bantu mba pindahan,"Angga akhirnya bicara juga.


"Ali kamu bisa pindah kapanpun kamu siap"kataku


tepat hari Minggu kami pindah ke rumah kontrakan kami.awalnya aku merasakan aneh harus tinggal di tempat yang baru,tapi aku harus biasa.fitri tetap sekolah Erina juga.


senangnya bisa tinggal dirumah sendiri walaupun kecil tidak sebesar rumah peninggalan papa,tapi aku merasa nyaman.bukan berarti tinggal di sana tidak nyaman.


disini kami menata kembali keuangan kami lagi,kamu konsen untuk membayar hutang hutang kami.sedikit sedikit kami membayar hutang dari yang kecil.alhamdulillah ketutup hutang kami pelan pelan.


mas Wahyu juga sudah pindah kerja ke tempat yang lebih baik di tempat yang sekarang mas Wahyu bukan karyawan kontrak sudah karyawan tetap.


mas Wahyu sekarang kerja di kantor pemerintah asing .ada manfaatnya dia bisa berbahasa Inggris.yah aku akui mas Wahyu memang pintar apalagi dalam bahasa Inggris.


orang yang mendengar mas Wahyu berbicara bahasa Inggris tidak ada yang percaya kalau mas Wahyu hanya tamatan SMA.dan tidak pernah kursus bahasa Inggris.dan aku bangga menjadi istrinya.

__ADS_1


mas Wahyu juga sangat tanggung jawab terhadap kami istri dan anaknya.tidak pernah sekalipun mas Wahyu menjatuhkan tangan terhadap ku apalagi Sama anaknya


aku pun sama aktivitas ku membuka warung jajanan anak di sini.ada burger.hotdong sosis otak otak bakso bisa di bakar dan digoreng juga naget dan tak ketinggalan aneka macam es belender dan es seduh biasa,walaupun rumah ku pojok Alhamdulillah anak anak pada tau dari mulut ke mulut kalau ada warung di belakang.


aku disini dipanggil mama Fitri.


"mama Fitri beli dong" seorang anak kecil jajan sambil memberikan uang sepuluh ribu kepada ku.


"beli apa mir,"jawabku.


"beli burger sama popice ya mama Fitri"katanya sambil menunjuk rasa es nya.


"iya ditunggu ya, sebentar"aku pun mulai membuat burger dan es yang dia pesan.setelah jadi ku berikan kepadanya tak lupa ku kembalikan uang kembalian nya.


"masih kembali mama Fitri" katanya heran.


"masih dong kan burger nya tiga ribu lima ratus popice nya dua ribu, kenapa emang nya ko heran"


"oo gitu ya,ya udah makasih ya mama Fitri"katanya sambil berjalan.


ga lama setelah anak itu pergi, banyak anak yang lain yang berdatangan ingin jajan


ga terasa sudah setahun aku tinggal di kontrakan,Fitri pun sudah kelas lima SD Erina juga sudah kelas dua SD.ga terasa anak anakku sudah besar.aku ga berniat punya anak lagi,mas Wahyu pun demikian,dia kasian sama ku yang kelelahan merawat dua anak yang kadang suka berantem itu.


yah namanya juga punya anak perempuan itu ada gregetnya.tapi aku bahagia memiliki mereka.


Fitri dan Erina ga pernah minta yang macam-macam kepada ku dan papanya.mereka juga sangat penurut apa yang aku bilang dan larang ga pernah mereka sekalipun melawan nya.

__ADS_1


ternyata ada enaknya juga ya tinggal di rumah sendiri ya.


__ADS_2