
Sejak kami mengontrak sendiri ibu dan bapak mertua sering main dan menginap di sini.senag rasanya mereka mau datang ke sini.
adek iparku Joko juga sudah nikah.sudah punya anak juga.retno juga sudah punya anak dua Sama seperti ku,hanya saja dia laki laki semua.
bapak mertua sudah mulai sakit sakitan,karena anak dan mantu yang lain pada sibuk semua nya ,hanya aku yang tidak,maka dari itu aku yang selau diminta ibu mertua untuk menemani mereka untuk berobat.
Padahal ipar iparku tahu aku kalau ke sana naik angkot dan membawa serta Fitri dan erina ,beda dengan mereka yang baik motor dan mobil.tapibya sudah lah demi bakti ku sama mertua aku lakukan.
"assalamualaikum Bu pak ,Gita datang,kalian dimana"kataku mengucapkan salam dan mencari mereka ke dalam.
"kami di kamar git,kamu baru datang,sudah makan belum makan dulu nduk "itu yang selalu di ucapkan bapak mertua selalu memanggilku nduk.aku berasa papa yang memanggil.
"sudah pak,ayo kita berangkat ,sudah pesen taksi kah"tanyaku lagi.
"belum git"jawab ibu.
"ya sudah git minta tolong Abang ojek di depan ya suruh panggil taksi"
"kalian siap siap yah"lanjut ku lagi.
aku pun ke depan dan meminta tolong pada ojek di depan untuk dipanggil kan taksi untuk membawa mertua ku berobat.
"bang tolong ya panggil kan taksi di depan ,Gita mau bawa bapak berobat."kataku karena Abang ojeknya sudah kenal dengan ku,sambil memberikan uang untuk nya.
"baik neng Gita, ditunggu ya"
ga berapa lama Abang ojek datang dengan taksi dan bapak ibu mertua langsung masuk ke dalam taksi.fitri dan Erina juga ikut.
"sudah siap pak ,ayo jalan"ucapku pada bapak taksi nya.
taksi pu.melaju membawa kami ke rumah sakit besar di daerah Jakarta timur.
"ayo pak ibu turun kita sudah sampai"kataku pada mertuaku.
Fitri menuntun mba akung nya bersamaku,dan Erina mengikuti di belakangnya bersama Mbah utie nya.
"tunggu di sini dulu ya pak,Gita mau daftar dulu"
"permisi saya mau daftar berobat ke poli penyakit dalam dimana ya"sapa ku kepada satpam disana.yang membelakangi ku karena sedang mengobrol dengan temanya, seketika dia berbalik badan.
"Gita kan,bener ini Gita,ya ampun Gita makin cantik aja kamu"katanya padaku ,aku pun heran ko dia bisa kenal aku ya.
"iya saya Gita,maaf saya mau daftar ke poli penyakit dalam di mana ya,,dan bapak siapa ya maaf saya lupa"jawabku.
"ayo git gw antar,sambil jalan aja ngobrol nya"katanya sambil mengajakku.
aku mengikuti nya dan dia kembali melanjutkan bicaranya.
"masa lupa sih ,gw dulu mantan Lo git waktu di SMA,yang putusin Lo karena..."dia ga melanjutkan ucapannya dan mendadak berhenti.
"ko berhenti kenapa?.tadi blg kamu mantan ku,siapa ya?"tanyaku padanya.
"tuh kan lupa,iya git,gw akuin gw salah sama Lo dulu,gw Aryo git,dah inget belum" jawabnya.
aku mengingat nama itu,hihihi karena gebetan ku waktu SMA lumayan banyak,setelah inget aku pun berkata"oo iya Gita ingat,ya udah sih lupain aja,dah masa lalu juga,ayo ahh sambil jalan.ga enak kelamaan sama mertuaku"ucapku.
Aryo pun kembali berjalan sambil berkata"oo kamu mau berobat untuk mertua kamu."
"suaminya orang mana git, beruntung ya dia bisa dapetin kamu"
"suami Gita orang Jawa tinggal di Depok,"jawabku.kemudian dia berhenti di tempat pendaftaran.yangbku maksud kan.
"sini Gita gw yang daftarin ya,dah kamu duduk aja mana KTP mertuanya"
aku pun mengambil berkas berkas mertuaku.dan memberikannya pada aryo.juga beberapa lembar uang untuk bayar pendaftaran.ga lama dia menghampiriku dan memberikan nomor antrian.ga antri ternyata lumayan juga punya kenalan satpam disini.tapi suster yang di depan meja poli penyakit dalam melihat ku sambil berbisik dan senyum kepadaku.pasti Aryo ngomong yang ngga ngga nih.ya sudahlah biarin aja.
"Aryo ,Gita ke tempat mertua dulu ya mau bawa ke sini"kataku pada nya.
aryo pun mengikuti ku berjalan di samping ku.setelah sampai di tempat mertuaku duduk aku pun langsung berkata" pak Bu ayo kita ke poli penyakit dalam ya,ini sudah dapat nomor antrian,kita dapat nomer sepuluh pak"
"ceper banget git.apa ga antri tadi."tanya ibu mertuaku.
"tadi di bantu Aryo satpam di sini pak"kataku sambil menunjuk pada Aryo.
Aryo yang melihat aku menunjuk padanya langsung mengangguk sambil senyum pada mertuaku.
"oo Alhamdulillah di bantu,ya udah ayo "ajak ibu sambil berjalan bersama erina.
aku menuntun bapak bersama Fitri.
aku melewati Aryo dan senyum padanya"Gita ke sana dulu ya dan makasih banyak ya"sambil berjalan melewati nya.
setelah selesai pemeriksaan terhadap bapak mertua ku,aku menanyakan kondisi bapak mertua pada dokter"maaf dok gimana kondisi bapak saya dok"
"begini mba nanti kita lakukan semua pemeriksaan terhadap bapak nya ya,ini saya kasih obat dulu mudah mudahan ada perubahan, seminggu lagi balik kontrol dan kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut"jawab dokter itu.
__ADS_1
"baik dok, terimakasih dok"aku langsung pamit dan keluar dari ruangan dokter.
"mari pak Bu kita pulang,tapi makan dulu ya."kataku.
karena hari sudah siang dan pastinya mereka juga lapar semuanya.
setelah sampai rumah,aku istirahat sebentar karena sudah janjian sama mas Wahyu mau menjemput kami di rumah ibu.
Fitri dan Erina sudah tertidur pulas Mungkin mereka lelah.
mas Wahyu sudah sampai,setelah istirahat sebentar dan ngobrol dengan bapak ibu kami pamit pulang,karena besok pagi anak anak mask sekolah, kebetulan tadi mereka libur ada rapat disekolah nya.
sampai rumah anak anak langsung cuci kaki ganti baju dan lanjut tidur.aku dan mas Wahyu berbicara sebentar,aku bilang tentang kondisi bapak,"mas seperti nya penyakit bapak serius deh, seminggu lagi bapak di suruh balik kontrol dan akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut"
"ya udah kita ikutin aja apa kata dokter kan mereka lebih tau"
"hann, terimakasih ya kamu mau mengantar bapak ke rumah sakit,"
"iya mas , mereka kan juga orangtuaku,"
mas Wahyu mencium keningku dan mengajak tidur.
seminggu sudah sejak pemeriksaan terakhir kemarin ,hari ini kami balik lagi ke rumah sakit.
"pak kita lakukan pemeriksaan ya ikutin aja yang dokter bilang buat kesehatan bapak juga kan"kataku pada bapak.
bapak selalu denger apa yang aku bilang.setelah dilakukan pemeriksaan semua nya,tinggal menunggu hasilnya,nanti sore ,dari pada pulang kami istirahat di masjid belakang rumah sakit.kami sholat dulu dan pesen makanan dulu.lumayan lelah,Fitri dan Erina tidak ikut karena mereka harus sekolah.
setelah mengambil hasil nya aku menemui dokter yang memeriksa bapak.
"gimana dok hasilnya apa ada yang serius dengan penyakit bapak saya."
"setelah melihat hasilnya Alhamdulillah bagus mba hanya ada sedikit penyumbatan di paru paru nya ,tapi saya kasih obat saja ya semoga lekas hilang penyumbatan nya"
"ini resep obatnya buat sebulannya mba, kalau ada apa-apa balik ke sini saja mba"
"baik dok terimakasih atas penjelasannya"aku pamit dan langsung keluar.
bapak dan ibu sudah menunggu di ruang tunggu.kasian mereka mungkin lelah.
kami langsung balik ke rumah.sampai rumah aku langsung pamit.karena sudah lama meninggal kan anak anak dirumah.
Alhamdulillah kesehatan bapak semakin baik nafas nya sudah ga sesak lagi l,aku ajak bapak balik kontrol bapak ga mau."bapak dah sembuh nduk dah ga usah balik kontrol lagi kasian kamu sama anak anak"kata bapak di balik telepon.
"ga akan ada yang menyalahkan kamu git"jawab ibu.
"kalau sampai mereka menyalahkan kamu biar ibu yang bicara"sambung nya lagi.
"ya sudah Bu , baiklah kalau begitu sehat sehat ya kalian , Assalamualaikum Bu " sambil menutup telepon.
sebulan bapak Sakin sehat saja , Alhamdulillah seneng liat nya.tiba tiba ibu berkata" Gita kamu ga mau nambah anak lagi nak"
"siapa tau kali ini cowok nak,kan biar ada temannya nanti"
aku kaget mendengar ibu berkata begitu.
"belum kepikiran bu,"
"kasian Gita Bu, kalau harus nambah anak lagi"jawab mas Wahyu.
"kali aja cowok yuk,,mau yah,,"pinta ibu.
merasa aneh aja kenapa tiba tiba ibu mertua minta ku nambah anak lagi
"ya nanti di bicarakan dulu Bu "kataku.
setelah pembicaraan ibu waktu itu jadi kepikiran, akhirnya aku memutuskan untuk lepas KB dan mengikuti saran ibu.
lama juga aku kosong Erina sekarang sudah besar,sampai lupa rasanya hamil lagi.
setelah menunggu akhirnya kabar gembira itu datang,aku positif hamil.ibu dan bapak senang bukan main,.
tiga bulan kemudian Retno adek iparku juga hamil.
usia kandungan ku sudah tujuh bulan dua bulan lagi aku melahirkan.
ko rasanya kaya baru hamil aja ya padahal ini sudah anak ke tiga.
perutku mules sangat luar biasa ,mas Wahyu membawaku ke bidan dela.setelah menunggu cukup lama dan pembukaan ku sangat lama dan aku sudah pucat,dan lemah akhirnya mba dela berkata "mas dan mba Gita maaf sebelumnya seperti nya mba Gita harus cecar mba karena sepertinya ada Maslah nih sama kandungan mba"
"lakukan yang terbaik aja mba,ga apa-apa kalau harus cecar"kata mas Wahyu.
"ya udah saya rujuk ke rumah sakit Aulia ya mba"
"iya mba dela"
__ADS_1
mas Wahyu menelepon bapak ibu memberitahu kalau aku harus cecar.ada masalah sama kandungan ku.mereka sangat kaget mereka mau menyusul ke rumah sakit.
sampai dirumah sakit,dokter kandungan segera memeriksa ku terlebih dahulu ,lalu menyuruh aistennya menyiapkan ruang operasi.aku di infus dan digantikan baju khusus pasien cecar,aku di tidurkan di ranjang di ruangan Sangat dingin, perasaan ku campur aduk,aku berdoa semoga tidak ada apa-apa Sam bayi ku maupun aku.
lima belas menit kemudian terdengar suara tangis bayi"owe owe owe,,"Alhamdulillah batinku berkata.
"selamat buat Bu bayinya laki laki"kata dokter nya.dokterpun memberikan bayi itu untuk dibersihkan dahulu pada asistennya.
"ya Allah terimakasih kau hadirkan juga bayi laki laki kepadaku"
"Bu maaf ini ternyata ada kista dijalan lahirnya ataw dimulut ****** ibu,kita angkat sekalian ya Bu"kata dokter lagi.
terkejut aku mendengar nya.ya Allah ternyata itu masalah nya.
setelah bayiku dibersihkan iya dibaringkan di atas dadaku katanya agar bayi merasakan rangsangan untuk menyusui.
mas Wahyu sangat senang mendengar anak kami cowok begitu juga bapak dan ibu
"tuh kan ibu bilang juga apa pasti cowok kan, ganteng lagi "
"namanya Ilham ya "kata bapak.
"ibu jadi tenang kan"katanya lagi.
sejenak aku berfikir maksud perkataan ibu.ahh biarkan aja lah mungkin ibu asal bicara.
adek iparku Retno senang ,katanya" akhirnya mba Gita dapet cowok juga,semoga Retno cewek ya mba anaknya"
"Aamiin "jawabku.
tiga bulan berikutnya Retno lahiran, ternyata anaknya cowok lagi.
Ilham sekarang sudah masuk enam bulan.
saat lagi menyusui Ilham tiba tiba aku dapat telepon dari bapak.
"Gita,ibu sakit nduk bisa kesini ga mana mas Wahyu"kata bapak.
kebetulan mas Wahyu libur.
"iya pak nanti kami ke sana"
ya Allah bapak mertua sudah sembuh kenapa ibu gantian yang sakit.
kami akhirnya ke Depok tempat bapak ibu.
"ibu kenapa Bu"kata ku.
"ibu nafasnya tiba tiba sesak git"kata bapak.
"dan jantung nya sakit"
"sudah ke dokter belum"
"ayok di antar Wahyu Bu , mumpung Wahyu libur" kata mas Wahyu.
ibu pun dibonceng mas Wahyu dan diantar ke dokter Deket sini.
setelah dikasih obat jantung ibu membaik.dalam hati berkata mas Aiya ibu punya penyakit jantung.
setelah nya bapak bercerita kalau ibu habis bertengkar dengan Joko.
yah sejak Joko bercerai dengan istrinya ibu banyak ribut dengan joko.joko menyalahkan ibu atas Maslah rumah tangga nya.
mas Wahyu memarahi Joko,dan bilang jangan buat ibu marah ,ibu menderita jantung, jantung ibu sudah buruk banyak cairan di dalamnya. ibu tidak boleh cape ataw banyak pikiran.
kesehatan ibu makin lama makin drop ,kami anak mantunya bingung harus bagaimana lagi.
sampai suatu ketika ibu pingsan dan kami di telepon bapak disuruh ke rumah.ibu pingsan ga bangun bangun,padahal sudah lama juga.akhirnya ibu di bawa ke rumah sakit di sana ibu dirujuk ke rscm Jakarta, ternyata ibu koma,bapak cerita lagi lagi Joko penyebab nya,ya sudahlah ga penting apa penyebab nya yang penting sekarang ibu harus di tangani dulu,
sudah seminggu ibu di rawat tapi ibu masih saja koma,kata dokter alam bawah sadarnya ibu masih bisa merespon.makanya kadang air mata ibu suka keluar.walaupun mata ibu tertutup.
tiba tiba bapak menelepon kami agar kami berkumpul di rumah sakit kalau masih mau melihat ibu.
"cepat ya kalian kesini , sepertinya ibu kalian sudah tidak tertolong lagi,"
kami semuanya datang,yah kami melihat ibu satu persatu, akhirnya kami memutuskan bahwa kamu ikhlas melepas kan ibu.mendadak sepertinya alam mendengar pinta kami,hujan turun dengan lebatnya disertai angin yang sangat kencang,kami pun langsung di panggil dokter mengatakan bahwa ibu sudah tidak ada.
mungkin pertanda angin tadi menandakan kepergian ibu.
kami menangis terutama mas Wahyu sangat terpukul.akubyang sudah pernah merasakan kehilangan mama dan papa jadi bisa merasakan apa yg mas Wahyu dan adek iparku rasakan.
seketika aku ingat perkataan ibu waktuaku habis melahirkan ibu bilang "ibu jadi tenang" mungkin kah ibu mau melihat cucunya lahir dan benar cucunya laki laki, mungkin akan jadi penerus keluarga Slamet.
innalilahi wa inalillahi rojiun, selamat jalan ibu, semoga ibu tenang di sana ,kami ikhlas melepas ibu.
__ADS_1