
"Udah lama kalian?" tiba-tiba terdengar suara laki-laki paruh baya yang entah dari mana datang.
"Eh...!!!" serentak kami berempat kecuali aku.
"Maaf pak anda pemilik rumah ini?" tanya Clara yang masih terkejut dengan kehadiran laki-laki paruh baya itu.
"Iya saya pemilik rumah ini." jawab laki-laki paruh baya itu sembari melirik ke arah Yasya.
Yasya yang mengetahui maksud lirikan dari laki-laki paruh baya itu pun mengangguk tanda mengerti.
"Mmm maaf sebelumnya menganggu istirahat paman, saya Yasya anak dari teman paman yang belum lama berkunjung kesini." jelas Yasya kepada laki-laki paruh baya yang saat ini berada dihadapannya.
"Oh kau Yasya ternyata ada hal apa yang membuatmu berkunjung kemarin nak?" tanya laki-laki paruh baya tersebut.
"Begini maksud kedatangan kami kemari bermaksud untuk meminta bantuan paman." tutur Yasya menjelaskan.
"Baiklah, apa yang dapat paman bantu untuk kalian?" tanya laki-laki paruh baya.
"Jadi say..." ucap Yasya terpotong.
"Dan ini siapa nak kenapa dia memelukmu sejak tadi?" tanya laki-laki paruh baya tersebut memotong ucapan Yasya.
"Umm." ucap Yasya lirih sembari melirik kearahku.
"Kenapa dengan dia, kenapa dia terlihat sedang tidak baik-baik saja?" tanya laki-laki paruh baya tersebut kembali sembari terus melihat kearahku.
"Emm ini teman saya paman namanya Ani lengkapnya Ani Safitri, dan dia sudah sejak tadi begini paman kami tidak mengerti ada apa dengannya." jelas Yasya.
"Mmm baiklah sepertinya saya mengerti apa yang terjadi dengan teman kamu nak!" seru laki-laki paruh baya tersebut.
Kini suasana menjadi hening di ruang tamu tanpa ada sepatah katapun yang terucap dari mereka.
Beberapa menit kemudian.
__ADS_1
'brakkk'
'brakkk'
suara pintu almari yang tiba-tiba terbuka lebar. Alhasil semua yang berada di ruang tamu terkejut.
"Aaaa...setan!" teriak Naila.
"Aaaa...kodok, kadal, bunglo, tawon." sontak Ilyas.
"APA SIAPA ITU!!!" teriak Clara dan aku serentak kompak.
"Astaghfirullah." seru Yasya bersamaan dengan laki-laki paruh baya itu.
Dengan sepontan mereka melihat kearah sumber suara tersebut.
"Siapa disana?" teriak Clara.
"Hawa ini!" guman laki-laki paruh baya tersebut.
"Ya sepertinya begitu." jawab laki-laki paruh baya tersebut.
Seketika laki-laki paruh baya tersebut beralih menatapku dengan lekat.
"KAMU!!!" suara laki-laki paruh baya tersebut terdengar nyaring.
Semuapun ikut terkejut melihat laki-laki paruh baya tersebut yang menunjukku dengan lantang dan mereka melirik kearahku.
"Apa kamu juga merasakannya?" tanya laki-laki paruh baya tersebut kembali terdengar.
Aku mengerti apa yang sedang laki-laki paruh baya itu maksud.
"Ada aura hitam didalam almari itu!!!" jelasku sepontan.
__ADS_1
"APA!!!" jawab mereka berempat serempak.
"Apa yang dimaksud dengan perkataan Ani barusan paman?" tanya Yasya sepontan.
"DIA DATANG!!!" jelas laki-laki paruh baya tersebut.
"DIA!!!" serentak kami berlima dengan masih kebingungan.
"Siapa yang paman maksud 'DIA'?" tanya Ilyas.
"Sudahlah jangan kalian pikirkan tentang dia." jelas laki-laki paruh baya tersebut.
"MAKSUD PAMAN?" tanya kami berlima serentak.
"Dia datang karena merasa tertarik dengan salah satu dari kalian." jelas laki-laki paruh baya tersebut.
"Apakah dia yang paman bicarakan sosok yang jahat?" tanya Clara.
"Tergantung!" jelas laki-laki paruh baya tersebut singkat.
"Maksudnya?" tanya Naila yang masih belum mengerti dengan keadaan yang saat ini terjadi.
"Dia bisa jahat atau baik tergantung dengan tujuan yang akan dia capai, jika ada yang menghalanginya maka bersiaplah untuk terluka bahkan MATI!!" jelas laki-laki paruh baya tersebut menekan kata mati.
"Sudahlah silahkan kalian beristirahat kamar sudah saya siapkan untuk kalian." perintah laki-laki paruh baya tersebut.
"Tapi bagaimana dengan sosok yang saat ini paman?" tanya Naila dengan gelisah.
"Untuk itu kalian tenang saja dia hanya memberi tanda jika dia datang, dia tidak akan menganggu jika tidak diganggu dan satu lagi dia hanya mengawasi orang yang berhasil membuat dia tertarik dan datang kesini yang pasti itu diantara kalian jadi tetaplah saling menjaga dan melindungi satu sama lain mengerti." jelas laki-laki paruh baya tersebut.
"Baik kami akan saling menjaga dan melindungi terima kasih untuk semuanya paman." ucap Ilyas.
Disamping itu aku merasa seperti ada sepasang mata yang sedang mengawasiku sejak tadi tapi aku tidak berani mengatakannya pada mereka dan paman.
__ADS_1
"👀KAU MENYADARI JIKA SEDANG KUPERHATIKAN!!!" gumam sosok tersebut.
...***...