
Ketika hari telah menunjukkan waktu malam, kami masih berjalan entah kemana. Kini hutan nampak berkabut kembali yang menyulitkan kami untuk berjalan di malam gelap gulita seperti ini. Angin berhembus dengan diiringi datangnya kabut, jalan yang kami lewati terlihat samar-samar. Kabut terus menutup jalan kami hingga sulit bagi kami untuk berjalan ditengah hutan seperti ini.
"Tolong....!!!"
"Tolong....!!!"
Langkah kami terhenti disetengah jalan, samar-samar kami mendengar suara meminta tolong dari kejauhan. Setelah beberapa saat, suara tersebut kembali terdengar dengan ucapan tolong seperti sebelumnya.
"Apa kalian juga mendengar itu?" ucap Ilyas memastikan jika tidak hanya dia yang mendengar suara itu.
"Iya, aku mendengarnya. Apakah itu manusia atau bukan?" ucapku berbalik bertanya pada mereka.
"Itu yang juga ingin aku katakan ke kalian tadi." ucap Ilyas menimpali.
"Sudah jangan banyak bicara lebih baik kita cari tahu asal suara itu!" ucap Yasya kembali berjalan.
Kami berjalan mengikuti asal suara tersebut. Sampai dititik asal suara tersebut, suara itu kembali terdengar kini lebih jelas dari sebelumnya yang hanya terdengar samar-samar saja.
"*Tolong....!!"
"Tolong*....!!"
"Kenapa suara itu seperti tidak asing? Coba kalian dengarkan baik-baik!" ucap Yasya.
__ADS_1
"Tolong....!!"
"Suara itu...." ucap Ilyas sembari menatap kami seolah memberikan jawaban yang ia tebak.
"NAILA!!!" ucap kami serentak.
Kami sesegera mungkin bergegas menuju asal suara dengan langkah kaki besar-besar. Hingga sampai ditempat suara itu berasal, hanya sunyi dan gelapnya malam yang berada disini menyambut kami. Tidak ada suara seseorang yang meminta tolong lagi, hanya ada kesunyian dan suara beberapa hewan malam yang terdengar samar-samar namun masih jelas.
"HAHAHAAA....HAHAAA...."
Tiba-tiba tawa seram yang mengelegar memecahkan kesunyian tempat ini, memekikkan telinga orang yang mendengarnya. Namun hanya sesaat dan suara itu lenyap kembali bersama dengan hembusan angin. Suasana kembali sunyi seperti sedia kala, bahkan sekarang benar-benar sunyi dan sepi. Tidak ada hewan yang terdengar suaranya meski samar-samar, benar-benar sunyi. Kami mengamati sekitar tanpa berniat pergi meninggalkan tempat itu.
"Apa kau merasa ada yang aneh sekarang?" bisik Ilyas pelan.
"Dan tadi itu suara apa? Benar-benar membuat telingaku sakit dan berdengung." ucap Ilyas kembali berbisik.
"Ada yang tidak beres sepertinya." ucapku angkat bicara.
"Sebaiknya tetap waspada dengan sekitar!" sambungku kembali tegas dan dibalas anggukan kecil oleh mereka.
'Wushhh........'
Suara angin yang tiba-tiba datang entah darimana, melintas membuat kami waspada. Selang beberapa lama kemudian suara tawa itu kembali mngelegar, kali ini lebih keras dan menyeramkan dari sebelumnya.
__ADS_1
'WUHAHAH....HAAHAH....'
'DATANG.... DATANG....'
"SIAPAA!!!" teriakku lantang dan seketika suara itu kembali lenyap dengan sendirinya.
"Apa yang baru saja kau lakukan An?" tegur Yasya sembari menatap mataku seakan tak percaya dengan apa yang aku lakukan baru saja.
"Apa kau gila h? Itu bahaya, bisa saja itu makhluk lain An!!" ucap Ilyas tak habis pikir dengan tindakan yang aku lakukan.
"Aku tau itu, dan yah memang benar yang barusan itu bukanlah manusia." ucapku.
"Lalu jika kamu tau itu, kenapa malah bertindak seperti tadi, hm?" ucap Yasya bertanya.
"Yah tidak apa-apa, lagian aku hanya ingin tahu kenapa dia terus menganggu kita." jelasku pada Yasya.
"Tapi cara kamu yang salah An!!" ucap Yasya.
"Jangan gegabah bertindak, satu kali kesalahan kita dalam bertindak itu bisa membahayakan kita semua bukan hanya kamu, paham!!" ucap Yasya tegas.
"Hm. Aku minta maaf, selanjutnya aku akan lebih berhati-hati lagi jika bertindak." ucapku merasa bersalah dengan Yasya dan juga Ilyas.
"Hm. Maka usahakan!" ucap serentak Yasya dan Ilyas.
__ADS_1