Terjebak Akibat MATA BATIN

Terjebak Akibat MATA BATIN
Danau Hitam


__ADS_3

"Lalala...hmhm...hmm..." senandung sembari menuju kamar.


'Tak...tak...tak'


Terdengar suara langkah kaki di halaman belakang. Aku yang mendengar langkah kaki seseorangpun seketika terhenti.


"Siapa malam-malam begini di halaman belakang?" gumamku.


"Sya?"


"Yas?"


"Nai?"


"Ra?" panggilku kepada mereka.


"Apa kalian disana?" sambungku kembali.


Hanya keheningan yang ada saat ini tidak ada jawaban yang terdengar.


"Tidak ada jawaban sama sekali berarti bukan mereka yang ada di halaman belakang. Lalu siapa?" batinku.


"Mungkin hanya halusinasiku saja" batinku kembali.


Ketika hendak melangkahkan kaki kembali tiba-tiba saja.


'Tak...tak...tak'


Terdengar langkah kaki kembali.


"Siapa?" tanyaku setelah mendengar langkah kaki tersebut kembali.


'..............'


Hening kembali tidak ada jawaban sama sekali.


Karena tidak ada jawaban akhirnya aku memutuskan untuk kesana dan memastikan siapa yang sedang berada di halaman belakang.

__ADS_1


Sesampainya di halaman belakang aku tidak menemukan siapapun disana.


"Huft tidak ada siapa-siapa ternyata." gumamku sembari membalikkan badan untuk kembali kedalam rumah.


Saat ingin membalikkan badan tidak sengaja sudut mataku menangkap sesuatu dibalik pondok kecil yang terbuat dari bambu.


Karena rasa penasaranku yang tiba-tiba muncul membuat aku kembali berjalan ke halaman belakang dan menuju pondok kecil itu.


"Danau!!!" gumamku.


"Kenapa bisa ada danau disini? dan paman tidak memberitahu kami jika ada danau disini?" batinku sembari duduk di pondok kecil itu dan mulai menikmati pemandangan disekitar danau tersebut.


"Mmm...kenapa air di danau ini berwarna hitam? apakah ada cerita atau sejarah dibalik danau hitam ini?" tanyaku dengan pikiranku.


Pemandangan disekitar danau itu sangat indah ditambah adanya bulan yang terpantul ke danau dan pohon-pohon yang menjulang tinggi keatas menambah kesan yang indah apalagi dengan warna air danau yang memang berbeda dari danau lainnya dengan warna hitam pekatnya menambah suasana yang indah meski sedikit mencekam membuatku enggan untuk mengalihkan pandangan dan meninggalkan tempat ini.


"Cantik." gumamku.


"Iya cantik dan indah!" seru seseorang yang tiba-tiba muncul entah darimana dan berjalan kearahku.


"Eh" ucapku yang terkejut oleh suara seseorang tersebut sembari mencari asal suara itu.


"Iya memang sangat cantik dan baru kali ini aku melihat danau yang memiliki ciri khas air yang berwarna hitam pekat dan itu disini." balasku.


"Bolehkan aku duduk disini?" tanya seseorang tersebut sembari menunjuk tempat duduk di sebelahku.


"Mmm...silahkan duduk aja." balasku kembali.


"Terima kasih." jawab seseorang tersebut sembari tersenyum kearahku.


"Sama-sama." balasku dengan senyum juga.


"Manis." gumam seseorang tersebut.


"Apa?" tanyaku ke seseorang tersebut.


"Ah tidak, tidak ada mungkin kamu salah dengar." jawab seseorang tersebut dengan sedikit gugup yang disertai senyum tipis.

__ADS_1


"Mmm...begitu yah baiklah." balasku kembali dengan senyum.


Suasana sekarang menjadi hening karena tidak ada lagi yang harus dibicarakan lebih tepatnya ingin berbicara tapi enggan untuk memulai pembicaraan terlebih dahulu.


Beberapa menit kemudian karena merasa saling canggung dan tidak nyaman akhirnya ada yang memulai pembicaraan.


"Mmm...itu?" ucapku bersamaan dengan seseorang tersebut.


"Eh kamu dulu aja!" tanyaku kepada seseorang tersebut.


"Eh kamu dulu aja nggak papa!" balas seseorang tersebut dengan senyum tipis.


"Udah nggak papa kamu dulu aja, mau bicara apa tadi?" tanyaku kembali.


"Kamu orang sini? tapi aku nggak pernah lihat kamu?" tanya seseorang tersebut.


"Ouh bukan aku orang kota, aku ke sini cuman berkunjung ke tempat paman teman aku." jelasku.


"Ouh gitu." jawab seseorang tersebut dengan singkat.


"Kalau kamu? kamu orang sini?" tanyaku.


"Iya." jawab seseorang tersebut dengan singkat+padat+jelas.


"Mmm...kamu tinggal dimana?" tanyaku kembali.


"Aku tinggal disekitar sini juga." jelas seseorang tersebut.


"Ouh." balasku disertai anggukan.


"Oh ya sampai lupa aku!" seru seseorang tersebut.


"Kenapa?" jawabku sembari menoleh ke seseorang tersebut.


"Mmm...nama kamu siapa?" tanya seseorang tersebut sembari mengulurkan tangan.


"Ouh, nama aku Ani Safitri kamu bisa panggil aku Ani." jelasku sembari menerima uluran tangan seseorang tersebut.

__ADS_1


"Nama kamu siapa?" sambungku.


"Ouh nama aku ......" balas seseorang tersebut.


__ADS_2