Terjebak Akibat MATA BATIN

Terjebak Akibat MATA BATIN
Jembatan Bambu #2


__ADS_3

"Ku rasa kalian paham dengan apa yang aku katakan!" tegas Naila.


"Tapi apa mungkin sosok hitam itu penunggu jembatan bambu ini?" tanya Clara.


"Bisa jadi jika sosok hitam itu penunggu jembatan ini dan kemungkinan juga dia muncul karena merasa terusik dengan kedatangan kita." tambahku.


"Tapi apa mungkin sosok itu marah dengan kita? semoga saja sosok hitam itu tidak benar-benar marah kepada kita yang telah mengusiknya." tutur Yasya.


"Yah semoga saja apa yang dikatakan oleh Yasya itu benar." tambah Ilyas.


Selang beberapa menit kemudian tiba-tiba bau bangkai yang sebelumnya muncul kini kembali lagi dengan bau yang lebih menyengat dari bau sebelumnya.


"Astaga kenapa baunya tiba-tiba muncul kembali?" tanya Clara yang mulai menyadari bau bangkai yang kembali datang.


"Apa mungkin sosok itu datang dan bau yang sekarang ada menandakan kehadiran mereka yang sepertinya dekat dengan kita saat ini." tutur Yasya yang mulai waspada dengan kehadiran sosok hitam itu kembali.


"Apa mungkin sosok itu datang karena mendengar semua yang kita katakan barusan?" tanya Clara yang mulai panik.


"Astaga Clara mana mungkin makhluk kasat mata suka mendengarkan gosip." tutur Ilyas.


"Ya siapa tau suka, sekarangkan bukan zamannya nenek moyang lagi!" jawab Clara.


"Taulah Ra terserah kamu aja pusing aku!" tegas Ilyas.


"Udah jangan ribut, kalian ini dalam keadaan genting pun juga masih ribut nggak tau tempat dan nggak melihat kondisi apa!" tegur Yasya.


Angin mulai berhembus menyelinap kesetiap sel-sel kulit kami. Hawa dingin mulai menambah suasana mencekam. Bau bangkai yang sangat menyengat menusuk kedalam hidung.


"Sya apakah kita akan terus bertahan di jembatan ini?" tanya Clara yang mulai mual karena bau bangkai yang menyengat.


"Tidak tau Ra jembatan ini sangat panjang, tetapi untuk bertahan kita masih bisa." tungkas Yasya yang melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Kenapa baunya tidak kunjung hilang, baunya masih tetap sama seperti sebelumnya bahkan tidak ada perubahan sama sekali." tutur Ilyas.


"Apa mungkin sosok itu sedang mengikuti kita?" tanya Naila.


"Sembarangan aja kamu kalau bicara!" cetus Ilyas.


"Mungkin yang dikatakan oleh Naila ada benarnya juga. Bau yang sama seperti sebelumnya juga tidak berubah dan masih tetap sama." tambahku.


"Iya tapi An, aku lihat dari spion mobil tidak ada sosok yang kita cari." tungkas Yasya sembari melirik kaca spion mobil.


"Iya dibelakang memang tidak ada tapi apa kalian sejak tadi tidak tau atau memang pura-pura tidak tau?" tanyaku.


"Maksud kamu An?" sahut mereka secara serentak.


"Dia ada diatas kita sejak tadi." tuturku yang sukses membuat mereka panik.


"Apa!!!" seru mereka kembali serentak.


"Dari mana kamu tau An?" tanya Clara.


"Sejak kapan sosok itu berada diatas kita?" tanya Ilyas.


"Apa tujuan makhluk itu mengikuti kita?" tanya Naila.


"Kenapa kamu tidak bilang dari tadi An jika makhluk itu berada diatas kita?" tanya Yasya.


Dengan kepanikan mereka, membuat mereka terus melontarkan berbagai pertanyaan dari berbagai segi arah kepadaku.


"Hmm..., aku tau dia mengikuti mobil kita sejak Yasya mengatakan jika dia melihat bayangan hitam itu. Sebenarnya sosok itu tidak hanya melintas saja tapi dia mengikuti kita dan mengawasi kita berlima sejak tadi!" jelasku kepada mereka.

__ADS_1


"Tapi kenapa kamu bisa tau ini semua An?" tanya Ilyas.


"Mmm..., sepertinya kamu sudah lupa jika mata batinku masih terbuka jadi apa yang aku lihat saat ini tidak bisa kalian lihat dengan mata telanjang kecuali ada alat yang bisa membantu kalian melihat hal-hal yang mungkin sulit dipercaya." jelasku kembali.


"Oh ya kenapa aku bisa lupa sih!" sadar Ilyas sembari menepuk jidatnya.


"An dari mana kamu tau jika yang datang itu benar-benar sosok itu bukan yang lainnya?" tanya Naila yang kembali penasaran.


"Hmmm, kan Yasya waktu itu pernah bilang jika mata batin seseorang yang terbuka dapat melihat sekaligus merasakan kehadiran mereka yang tak terlihat." jelasku.


"Mmm...." geming Naila sembari menggaruk-garuk kepalanya berusaha mengingat sesuatu yang dikatakan oleh ku.


Disisi lain sosok hitam itu terus mengikuti kami dari atas, mata yang besar merah menyala terus mengawasi setiap gerakkan kami tanpa mengalihkan sedikit pun pandangannya.


"An apa sosok itu terus mengawasi kita?" tanya Clara.


"Hmm..." jawabku.


"Kapan dia akan berhenti mengawasi kita?" sambung Clara.


"Entahlah, sebaiknya kita tidak melakukan apapun yang membuat sosok itu marah paham!" perintahku.


"Oh ok!" sahut mereka berempat kompak.


Laju mobil yang dikendalikan oleh Yasya dikemudikan dengan kecepatan sedang sesuai dengan permintaan ku, agar semua seperti tidak terjadi apa-apa dan aku meminta mereka berempat untuk tidak takut karena hal semacam itu akan memancing sosok itu untuk terus menganggu bahkan dia akan enggan untuk pergi dari sini.


'Brakkk...'


Tiba-tiba mobil yang dikemudikan oleh Yasya menabrak sesuatu yang membuat benturan keras pada bagian depan mobil.


"Astaga!!! Sya hati-hati dong!" bentak Naila yang terkejut.


"Nggak tau juga aku, tapi kita sepertinya menabrak sesuatu yang sangat besar!" seru Yasya.


"Apakah makhluk itu yang menganggu kita?" tanya Clara.


"Bukan, makhluk hitam besar itu sudah menghilang ketika kita melewati pohon bambu yang rimbun tadi dan tepatnya disamping pohon bambu yang terdapat batu besar jika kalian melihat tadi!" jelasku.


"Jika bukan makhluk hitam itu terus siapa dong?" sambung Naila bingung.


"Mmm..., jika makhluk itu sudah pergi mungkin yang kita tabrak saat ini bukan kerjaan makhluk itu, siapa tau kita memang menabrak sesuatu." tambah Ilyas.


"Oke oke, bentar aku keluar cek dulu ya!" pinta Yasya.


"Hati-hati Sya!" tutur Clara dengan nada khawatir.


"Oke." balas Yasya dengan mengacukan ibu jarinya.


Yasya akhirnya pergi keluar untuk memastikan apa yang barusan ia tabrak itu. Namun ketika ia melihat bagian depan mobil tidak ada apapun bahkan tidak ada apapun yang dapat menandakan jika dia memang menabrak sesuatu barusan.


Untuk memastikannya kembali Yasya pergi ke bagian belakang mobil dan melihat apa yang ia tabrak barusan. Namun mata Yasya melebar karena ternyata ia tidak menemukan apapun juga dibelakang mobil. Ia merasa heran karena barusan ia merasakan benturan yang sangat keras seperti menabrak sesuatu tapi nihil tidak ada apapun.


"Perasaan tadi aku seperti menabrak sesuatu sangat keras kenapa sekarang tidak ada apapun disini." geming Yasya heran.


Ketika Yasya ingin membuka pintu mobil tiba-tiba terdengar suara perempuan yang memanggilnya.


"Mas..., mau kemana?" suara perempuan itu.


Yasya kemudian menoleh kesana-kemari namun tidak ia temukan sumber suara itu. Dan ia akhirnya memutuskan untuk masuk mobil kambali, namun ketika baru akan membuka pintu mobil suara perempuan misterius itu kembali lagi.


"Mas...mas..., tolong aku!" suara perempuan misterius itu.

__ADS_1


"Siapa kamu, dan dimana kamu?" sahut Yasya yang mulai kesal dengan suara misterius itu.


"Aku disini mas, tolonggg...!" suara perempuan misterius itu kembali.


Yasya segera mencari dan menyapu seluruh arah namun tidak ia temukan.


"Siapa kamu?" tungkas Yasya dengan geram.


"Aku yang kamu tabrak mas, tolonggg...!!!" sahut suara perempuan misterius itu kembali.


"Apa!!!, Dimana kamu kenapa aku tidak melihat kamu berada dimanapun?" jawab Yasya dengan terkejut dan bingung.


"Aku disini mas..., tolonggg!!!" suara perempuan misterius itu.


Yasya mulai kembali mencari-cari dimana sumber suara itu berasal dan hasilnya pun sama ia tidak menemukan siapapun.


Dengan perasaan yang seperti dimainkan Yasya kemudian ingin kembali masuk kedalam mobil.


"Mas..., mau lari kemana? TOLONGGG AKU!!!" suara perempuan misterius itu lagi-lagi kembali.


Dengan perasaan yang sudah campur aduk Yasya mulai menantang suara misterius itu.


"Siapa kamu sebenarnya? Cepat tunjukkan wujudmu!!!" teriak Yasya dengan lantang.


Didalam mobil kami berempat memperhatikan Yasya yang sepertinya sedang berbicara dengan seseorang namun raut wajah Yasya seperti sedang marah.


"Yas, kenapa tu Yasya kok aneh banget sih?" tanya Naila kepada Ilyas.


"Yah mana aku tau, akukan disini." jawab Ilyas yang terus memperhatikan Yasya.


"Dia kenapa teriak-teriak gitu, terus yang dia ajak bicara siapa?" sambung Clara.


"Perasaanku kok nggak enak ya, kayak ada yang tidak beres sama Yasya." seruku.


"Husss..., jangan sembarangan kamu An mungkin itu cuman perasaan kamu aja, Yasya nggak bakal kenapa-kenapa kok!" jawab Ilyas.


"Mmm..., mungkin iya kali semoga saja anak itu nggak kenapa-kenapa." jawabku kembali.


"Kenapa diam ha? cepat jawab pertanyaanku!" tungkas Yasya dengan lantang dan emosi yang mulai memuncak.


"Aku dari tadi disini, didepan mobil kamu mas!" suara perempuan misterius itu kembali.


Dengan segera Yasya kembali kedepan mobil untuk melihatnya. Dan masih sama kosong tidak ada siapa pun disana.


"Jangan main-main denganku paham!!!" teriak Yasya dengan lantang kembali.


Setelah Yasya mengucapkan kalimat itu ia segera membalikkan badan dan akan kembali ke mobil, namun suara perempuan misterius itu kembali terdengar lagi.


"Aku ada didepan mobil kamu, bisakah kamu melihat ke bawah?" tutur suara misterius itu.


Sekali lagi Yasya menuruti permintaan suara itu, segara ia kembali ke depan dan mulai berjongkok memastikan.


Lagi-lagi Yasya dibuat kesal oleh suara itu, Yasya segera berdiri dan kembali. Ketika ingin kembali tiba-tiba suara perempuan misterius itu kembali terdengar lagi.


"Aku ada di roda sebelah kiri mobil kamu!!!" tungkas suara misterius itu.


Lagi-lagi Yasya kembali menuruti suara misterius itu, ia mulai berjalan menuju roda sebelah kirinya dan...


"Tolonggg...aku mas badanku hilang!! ahhahah....ahahhhahhh!!!" suara perempuan misterius itu.


"Aaaaa....!!!" teriak Yasya terkejut dan langsung berlari menuju mobil, dan sesegera mungkin ia menacapkan gas tanpa berkata sepatah kata pun kepada kami.

__ADS_1


__ADS_2