Terjebak Akibat MATA BATIN

Terjebak Akibat MATA BATIN
Huruf berbintang


__ADS_3

Kami telah sampai di hutan yang paling dalam, namun belum juga menemukan Naila dan Clara.


"Nai, Ra kalian dimana?" teriak Ilyas.


"Huh, sudah hampir tiga jam kita mencari Naila dan Clara tapi tidak ketemu-ketemu." ucap Ilyas yang mulai menyerah untuk mencari sahabatnya.


"Kita istirahat dulu disana." ucapku sambil menunjuk salah satu pohon besar yang ada diujung kami.


Kami beristirahat sejenak untuk melepas lelah dibawah pohon yang rimbun. Yasya yang sendari tadi mengamati sekitar tempat istirahat kita, seperti sedang memperhatikan sesuatu tapi entah apa itu. Ilyas yang menyadari akan hal itu, kemudian ikut bangkit dari duduknya dan mulai ikut mengamati keadaan disekitarnya.


Matanya terus menyapu disetiap sudut hutan, hingga pandangannya terhenti pada sebuah pohon berakar gantung yang tumbuh diantara semak-semak liar. Ilyas yang penasaran mulai berjalan melangkahkan kakinya menuju pohon tersebut hingga beberapa meter. Ia mulai mengarahkan senter miliknya ke pohon tersebut.


Terlihatlah sebuah tulisan yang diukir dibatang pohon tersebut.


"Tulisan??" ucapnya yang terdengar oleh Yasya dan aku.


Aku dan Yasya segera menoleh kearah sumber suara dan menghampiri Ilyas yang berdiri mematung didepan pohon yang rimbu.


"Yas, kenapa?" tanyaku.


"Eh..." ucapnya tersadar dari lamunan.

__ADS_1


"Kenapa?" sambung Yasya.


"Ahhh, ini ada tulisan huruf yang diukir di pohon ini." ucap Ilyas sambil menunjukkan apa yang ia lihat barusan menggunakan senternya.


Aku dan Yasya langsung mengikuti arah yang ditunjukkan oleh Ilyas. Dan benar saja, terdapat tulisan yang berupa huruf di pohon itu. Aku mulai berjalan mendekat kearah pohon rimbun dengan perlahan, karena jalan menuju kearah pohon tersebut dipenuhi dengan semak belukar yang tumbuh liar disekitarnya. Sesampainya didepan pohon itu, aku mulai mengamati tulisan huruf yang diukir dengan seksama.


"Apakah ada orang lain yang kesini selain kita?" tanyaku kepada Ilyas dan Yasya.


"Sepertinya tidak ada, kalaupun ada pasti kita sudah berpapasan dengannya dijalan yang kita lalui tadi." ucap Yasya menjelaskan.


"Mungkin itu tulisan orang yang dulu pernah kesini jadi masih terlihat sampai sekarang." ucap Ilyas.


"Aneh." gumamku yang masih dapat didengar oleh Yasya dan Ilyas.


"Iya aneh. Jika kita berpikir dari awal, coba kalian pikir deh! Hutan ini adalah hutan terlarang jangankan memasuki hutan, memasuki kawasannya saja sudah dilarang. Jika memang ada orang lain yang memasuki hutan ini pasti palang yang tertempel melintang diantara pohon besar itu pasti sudah rusak." ucapku berpikir dengan apa yang terjadi saat ini.


("Benar juga yang dikatakan oleh Ani, ada yang tidak beres sepertinya.") batin Ilyas.


("Jika dipikir ada benarnya juga yang dikatakan oleh Ani.") batin Yasya.


"Coba kalian kesini dan lihatlah ini!" ucapku.

__ADS_1


Ilyas dan Yasya segera berjalan menghampiriku dan melihat apa yang aku lihat.


"Ada apa memang?" ucap Yasya yang sudah berada di sampingku.


"Coba kalian perhatikan tulisan ini!" ucapku.


"Yah, kenapa?" tanya Ilyas.


"Tulisan yang diukir di pohon ini bertuliskan satu huruf yang disertai lambang bintang ditengahnya." ucapku kembali.


"N?" ucap Yasya membaca huruf yang terukir di pohon tersebut.


"Lambang bintang?? apa maksud dari semua ini?" ucap Ilyas.


("Kenapa firasatku mengatakan jika akan terjadi sesuatu yang buruk pada kami.") batin Yasya dan Ilyas secara bersamaan.


"Apa mungkin ini tulisan yang dibuat oleh Naila? Secara di pohon ini terukir huruf berinisial N dan Naila adalah satu-satunya orang diantara kita yang berinisial N." ucap Ilyas menyimpulkan.


"Sepertinya dugaan kamu kali ini salah Yas, coba perhatikan tulisan berikutnya yang ada dibawah huruf berinisial N disini tertulis 'dead '. Jika dipikir lagi kalau memang ini tulisan Naila, sekarang yang jadi pertanyaannya adalah apa maksud dari gambar berlambang bintang dan ditambah lagi dengan tulisan dead?" ucap Yasya.


Ilyas yang terkejut mendengar ucapan Yasya kemudian berbalik menghadap pohon kembali dan melihat tulisan yang dibaca oleh Yasya, dan itu benar adanya.

__ADS_1


"Meskipun tulisan yang bertuliskan dead terlihat samar-samar tetapi ini masih dapat dibaca dengan jelas oleh orang lain." sambung Yasya.


("Kenapa aku merasa ini semua ada hubungannya dengan hilangnya Naila.") batin kami secara spontan dan bersamaan.


__ADS_2