
"Mau bicara apa sih"
"Bel ngapain kamu dekat sama ifan, dia laki-laki tidak beres, lagian perempuan keluar malam tidak baik bel, kalau keluarga lihat gimana"
"Dia itu temanmu tidak sepantasnya kamu berbicara seperti itu, banyak sekali alasanmu untuk mencari kesalahan ku fedric, apa bedanya aku dan kamu, kenapa kamu bisa, lantas aku tidak bisa"
"Tidak seperti itu bella kamu tidak mengerti aku paling tahu dia, aku bisa berhati-hati agar tidak ketahuan keluarga, lagian aku laki-laki bisa menjaga diri"
"Aku hanya pergi membeli buku fedric itu saja kenapa kamu berlebihan seperti ini"
"Baik kamu ikut aku, kita pulang bersama"
Fedric menarik bella menuju restoran di mana Kirana sedang menunggu nya,
"ifan masih menunggu aku disana, tidak bisa seperti ini" bella tampak kesal gara-gara fedric ia meninggalkan ifan begitu saja tanpa sepatah kata.
"biarkan saja kamu tidak usah pamit dengannya, tidak penting" Kata fedric dengan nada memaksa.
Fedric berbuat seenaknya kepada bella yang membuat bella marah pada fedric.
__ADS_1
Di meja sepasang makanan dan minuman, Kirana sedang mengaduk minumannya, entah sudah yang ke berapa kali ia mengaduk, tampaknya ia juga kesal dan bosan menunggu fedric.
ada perasaan cemburu dalam hati kecilnya, mengapa fedric sangat posesif kepada bella, ia merasa curiga mengapa fedric tidak senang melihat bella dengan pria lain.
"Kirana tolong pesankan makanan yang sama untuk bella" Kata fedric yang baru saja datang.
"Fed Seharusnya tidak seperti itu, bella kamu mau makan apa? " Kirana berusaha ramah.
"Terserah saja" Bella melirik fedric dengan sinis, fedric mengerti atas sikapbella, Kirana nampak menahan emosi dengan respon bella yang seperti itu.
"Nanti aku saja yang pergi pesan"
"Oh ya kamu belum kenal aku kan, kenalkan aku pacar fedric, nama aku kirana, aku kenal fedric sudah dari kecil"
"Aku kira fedric kenal kamu sejak insiden mobil yang keserempet dulu"
"Tidak bel, mungkin fedric belum cerita ya"
"Aku memang jarang ngobrol banyak dengan fedric"
__ADS_1
"Justru Aku baru tahu kamu sepupu fedric, kenapa waktu kecil aku tidak pernah melihat mu karena dulu rumah ku berdekatan dengan rumah fedric"
Tiba-tiba fedric datang menghampiri mereka, dan bela punya kesempatan untuk tidak menjawab pertanyaan Kirana. Ia masih berusaha menutupi fakta pernikahannya dengan fedric.
"Minggu depan frans ulang tahun aku di undang, kalian pasti pergi kan, oh iya bella kamu juga sepupu frans kan? "
"Iya sepupu" Dengan nada berat.
Fedric melirik, Bella sebenarnya malas menjawab karena ia tahu akan berbohong lagi, entah sampai kapan harus selalu berbohong rasanya terasa lelah dengan kenyataan hidupnya.
Kemudian fedric terlebih dahulu mengantar Kirana pulang, sepanjang jalan mereka tidak ngobrol, bella yang duduk di belakang mencoba bersandar kesamping dan mencoba tidur, sesampainya di rumah, fedric membangunkan bella.
"bel... bella bangun" sambil menepuk pundak bella, fedric mencoba membangunkannya, namun bella masih saja tertidur, lalu ia berinisiatif mengangkat bella, ketika menuju pintu rumah bella terbangun.
"turunkan aku" bella merasa masih setengah sadar namun berusaha bangun, bella berusaha berjalan buru-buru menaiki tangga menuju kamar.
"bella.. kamu masih marah sama aku soal tadi? " fedric merasa sikap bella lebih dingin dari biasanya.
"kamu harus minta maaf sama ifan besok, kamu jangan bersikap seenaknya"
__ADS_1
"baik bella besok aku akan minta maaf, kamu jangan marah lagi ya"