Terjebak Cinta Perjodohan

Terjebak Cinta Perjodohan
Pembual


__ADS_3

Pagi sebuah rumah sakit sakit


"bagaimana perasaan nenek sekarang? apa sudah baikan"


"ia nak Terima kasih sudah menjaga nenek disini"


"nenek jangan berkata seperti itu, ini sudah kewajiban fedric nek, dari kecil nenek yang selalu merawat Fedric"


"Ia nak kamu anak yang baik"


"Nenek harus rajin minum obat ya dan segera pulih"


"Ia nak"


Ibu fedric yang memperhatikan bella belum berganti pakaian sudah dua hari mereka tinggal di rumah sakit menjaga nenek.


"Fedric kamu pulang istirahat bersama bella, biar mama yang gantian menjaga nenek"


"Tapi ma.. "


"Tidak usah tapi kasian bela belum mengganti pakaian sudah dua hari"


"Baik ma"


Sebenarnya fedric tidak ingin meninggalkan neneknya ia ingin selalu ada di samping nenek hingga ia sehat, tapi benar kata mamanya mereka butuh istirahat dan ia harus ke kampus setelah dua hari absen


"Maaf Kirana aku meninggalkan mu malam itu, aku bahkan tidak mengantarmu pulu" Fedric mengirim chat pada Kirana


"Tidak apa- apa aku sangat mengerti keadaan kamu, aku justru ikut khawatir keadaan nenek"


"Nenek sudah mulai membaik, Terima kasih kamu sangat pengertian"


"Ia fed"


"Aku sebenarnya mempersiapkan malam itu karena aku ingin mengatakan aku sudah lama suka sama kamu maaf aku mengatakan ini baru sekarang di waktu yang tidak pas"

__ADS_1


Seketika itu Kirana tersenyum lepas membaca chat fedric akhirnya ia katakan juga yang sudah lama ia tunggu


"Nggak apa-apa kok, aku juga suka sama kamu"


Fedric sudah menduga ia akan di Terima karena selama pendekatan, Kirana tidak ada gelagat menolak sedikitpun pada fedric.


"Makasih Kirana, weekend aku jemput ya"


"Iya"


"Fedric kamu mau pergi nggak di acara party adelia" Anton bertanya karena ia sudah mulai menjauh Akhir-akhir ini.


" Party untuk apa" Dengan wajah datar dan santai


"Adel kan ulang tahun masa kamu tidak tau" Anton Tersenyum ingin menggoda fedric


"Untuk apa aku tahu sesuatu yang tidak penting, kalian saja lah aku sudah ada janji"


"Janji sama pacar ya? "


"Iya"


Fedric hanya tersenyum menanggapi anton tidak mau memperpanjang percakapan lagi. karna ia tahu temannya itu tidak akan berhenti menggodanya dengan lelucon basi jika ia tidak berhenti.


"Karya sastra dan philosophy adalah buku kesukaan kamu"


Disudut perpustakaan seseorang menyapa bella, bella yang sedang asik mencari buku favorit nya tiba-tiba merasa di ganggu, ia adalah ifan teman fedric.


Bella terkekeh " Kok bisa tahu? "


"Karna aku peramal"


"Peramal atau pembual" Tersenyum sinis


"Boleh nggak aku ikut membaca disini"

__ADS_1


"Silahkan ini tempat umum"


"Ternyata bella cantik kalau lagi marah apalagi sikap cueknya"


"Apaan sihh"


"Aku tahu tempat buku terlengkap, dimana buku sastra berhamburan aku yakin kamu pasti suka"


"Oh ya di mana? "


"Nanti aku antar, kalau kamu mau "


"Boleh"


Di sebuah mall besar tampak fedric dan Kirana keluar dari pintu bioskop, tampak tertawa membahas film komedi lucu yang baru saja mereka tonton. Beberapa langkah menuju restoran ketika melewati toko buku, Tiba-tiba raut wajah fedric berubah.


Ia tidak sengaja melihat bella dan ifan berjalan menyusuri rak buku dalam toko, dalam hati fedric sejak kapan mereka sudah sedekat itu. Ada rasa kesal mengusik hati fedric.


"Kirana kamu duluan, aku melihat bella di dalam sana bersama ifan"


"Biarkan saja fed mereka juga kan sama seperti kita, mereka lagi kasmaran"


"Aku tidak akan mengganggu mereka, ada yang ingin aku sampaikan pada bella"


Fedric masuk kedalam toko, bella pun agak kaget melihat fedric datang menghampiri nya, tak jauh di luar sana tampak ia melihat seorang wanita yang juga sedang berdiri dari depan toko terlihat jelas dari balik kaca ia menatapnya, dalam hati bela terbesit "itu pasti cewek yang membuatnya lupa sama semuanya".


pantas fedric bersikap berubah, wanita itu memang cantik, bella sangat mengakui Kirana cantik dengan rambut lurus hitam yang terurai, kulit putih dan body langsing, ia tampak anggun seperti wanita pada biasanya berpenampilan feminim.


Bella pura-pura memberikan senyuman


" Fedric.. Kamu juga disini kebetulan sekali"


"Sebentar fan aku mau bicara sama bella" Sambil menahan ada rasa bencinya kepada ifan ia berusaha menyembunyikan ia juga tidak tau mengapa ia tidak senang melihat mereka berdua saling dekat.


mungkin ia tahu sifat asli ifan seperti apa yang dari dulu biasa mempermainkan banyak wanita, ia tidak mau bella yang orang terdekat nya menjadi korban oleh kelakuan ifan.

__ADS_1


__ADS_2