
Bella yang akan ke rumah temannya ada tugas kampus, ia lebih senang mengerjakannya bersama temannya nayla.
"Tugas mana yang lebih dulu kita selesai kan"
"Ini tugas dari ibu dwi karena dia sangar sekali"
"Haha awas ya aku beritahu ibu dwi"
"Jangan dong, kamu mau menghianati temanmu ini"
Setelah mereka selesai mengerjakan tugasnya, bella permisi pulang
"Kenapa cepat sekali pulang, ayo kita keluar jalan ke mall"
"Nantilah kapan-kapan ya aku lagi tidak bersemangat"
"Baiklah, aku tidak paksa, kamu hati-hati ya"
"Iya"
Bella pulang naik mobil di rumah fedric ia terlebih dahulu mengubungi sopirnya sebelum tugas selesai, ia tidak pernah pergi sendiri dan itu permintaan fedric.
"Kamu darimana bella"
"Aku dari kerja tugas ma di rumah tiara"
"udah selesai? "
"Iya ma, fedric mana? "
"Nggak tau tadi kemana, mungkin ke rumah temannya juga kerja tugas"
Dalam hati bella sudah tau fedric kemana, ia pasti kerumah Kirana, semakin hari mereka sudah semakin dekat saja ia bahkan sudah jarang nongkrong bersama temannya.
Adnan yang sedang duduk santai dan membaca berita harian tiba-tiba berhenti dan terperangah melihat bella.
"Bella kamu sudah sapa Adnan, dia kakak fedric"
Bella menatap Adnan dan mendekati mereka bersalaman "aku bella, aku baru tahu fedric punya kakak"
"Fedric tidak beritahu kamu ya, mungkin dia lupa" Kata mamanya
"Aku Adnan, kamu istri fedric ya"
"Iya, kalau begitu aku ke kamar dulu ma, Adnan"
"Iya"
__ADS_1
Keesokan harinya bella kuliah seperti biasa, ketika hendak pulang, tiba-tiba ia di telepon nomor baru
"Halo, siapa ya? "
"Aku Adnan, aku di depan kampus kamu, sopir lagi nggak ada, jadi aku yang jemput"
"Oh iya aku segera kesitu"
Kemudian bella masuk ke mobil
"Fedric mana, kenapa minta sopir jemput? "
"Nggak tahu" Bella sebenarnya malas menjawab pertanyaan itu, karena ia tahu fedric tidak pernah menganggapnya ada, fedric pasti pergi mengantar kirana.
"Bella Kamu bisa temani aku belanja, aku kurang tahu di mana tempat bagus untuk belanja"
"Iya boleh"
Kemudian mereka pergi, bella memilihkan baju mana yang cocok di pakai Adnan. Baju, sepatu jam tangan semua di pilih kan bella, Adnan sangat senang karena ia tidak tahu pakaian yang mana cocok untuknya ia sangat kaku dan seleranya buruk, ia tidak pandai berpenampilan karena terlalu fokus pada cita-citanya.
"Terima kasih bella kamu sudah mau temani aku belanja, aku merasa punya ibu kembali"
"Maksud kamu gimana? Kamu kan punya mama?"
"Beliau bukan ibu kandung aku, ayahku memiliki istri pertama dia ibu kandung aku, setelah ibuku meninggal ayah kemudian menikah dengan ibu fedric kemudian lahirlah fedric adik aku "
"Kamu gimana dengan fedric, apa hubungan kalian baik? "
"Dia punya seseorang yang dia cintai, bukan aku"
"Mengapa bisa seperti itu? " Adnan merasa heran
"Iya, kami menikah hanya perjodohan, jadi tidak saling mencintai, aku berharap punya jalan untuk cerai supaya kita bisa hidup masing-masing Adnan"
"Aku dengar kamu akan mendapat separuh saham dari kakek fedric"
"Iya, Karena ayahku pernah menolong kakek fedric"
"Kalau begitu, Kamu tidak akan bisa terpisah dari keluarga fedric"
"Setidaknya aku tidak harus menikah dengan fedric, sedang dia punya kekasih lain"
"Kamu masih beruntung bella, daripada aku yang tidak punya apa-apa, jadi aku harus lebih giat lagi belajar, harus lebih bekerja keras lagi, untung-untung aku bisa bekerja di perusahaan kakek fedric"
Hari-hari bella dan Adnan semakin akrab, bella setiap hari di jemput oleh Adnan, mereka lebih sering jalan bersama, ngobrol bersama, dari nonton bioskop bersama sampai makan restoran bersama, kebetulan Adnan tidak memiliki kegiatan karena ia masih libur sembari menunggu waktu menunggu wisudanya.
Malam itu mereka akan pergi ke taman malam dimana banyak anak muda pergi kesana karena pemandangannya yang bagus dan lampu hias terlihat indah, ketika bella dan Adnan sedang asik duduk dan bercanda tiba-tiba fedric melihat mereka.
__ADS_1
Fedric bertanya-tanya dalam hati mengapa mereka sedang disini seperti orang pacaran saja, ia sungguh tidak sabar menghampiri mereka, walaupun Kirana ada di sampingnya lagi-lagi ia tidak menghiraukan, ada rasa tidak Terima dalam hatinya melihat bella dan Adnan. Namun karena Adnan adalah kakaknya, ia lebih berhati-hati dalam mengeluarkan kata, walau dalam hati ada rasa yang mengusik.
"Kak Adnan, bella kalian disin? tumben mau keluar jalan"
Bella pun gagap ia tidak tahu harus berkata apa jangan sampai terulang lagi seperti saat ia bersama ifan lalu.
"Ia fed, bosan juga tinggal di rumah jadi aku ajak Bella keluar cari udara segar" Adnan langsung menjawabnya.
"Oh kalau gitu mending kita sama-sama, ayo Bella kita foto bareng disana" Kirana langsung menarik tangan Bella, ia berusaha menghilangkan perasaan curiganya kepada fedric, kalau fedric selalu cemburu ketika bersama dengan orang lain
"Eh iya " Bella kaget Kirana tiba-tiba menarik tangannya dan bersemangat
Fedric yang terdiam membisu, masih mencerna dan penasaran seperti apa hubungan mereka, apakah cuma teman dekat saja, tapi tidak mungkin pria dan wanita jalan bersama akrab tanpa ada perasaan, ia yakin pasti Bella dan Adnan sudah saling memiliki perasaan satu sama lain.
Kemudian fedric mengambil kesempatan ketika Kirana dan Adnan berjalan lebih dulu menyusuri pemandangan taman, "Bella aku mau bicara sama kamu nanti dirumah"
"Mengapa dirumah, kenapa tidak disini saja? " Bella sebenarnya tahu kalau fedric juga kesal seperti waktu ia bersama ifan.
"Nanti aja ini masalah privasi" Kemudian fedric berjalan cepat menyusul kirana dengan memasang wajah dingin, seperti menahan rasa kesal.
Dalam hati Bella sangat tidak nyambung privasi dengan ini, sama sekali tidak ada hubungannya, ia cuma mengada-ngada membuat alasan untuk mencari kesalahannya.
"Ayo kita pulang Kirana" Fedric langsung mengajak.
"Ini baru jam 10 tumben cepat pulang" Kirana merasa heran
"Aku ngantuk, bosan juga tempat seperti ini tidak menarik"
"Baiklah kalau begitu" Kirana pasrah
"Kak Adnan aku pulang duluan ya, kalian lanjut aja"
"iya fedric hati-hati ya"
"iya kak"
Setelah fedric berlalu "kita duduk disana ajak yuk" pinta Bella
"tunggu aku beli itu dulu untuk kamu" sambil menunjuk penjual kembang gula warna pink
"ini bel" sambil memberikan
"makasi Adnan, umm manis aku baru coba ini"
setelah puas menikmati suasana taman, kemudian Bella mengajak Adnan pulang, kondisi juga sudah larut, sebenarnya Bella merasa berat untuk pulang, ia merasa deg-degan karena pasti fedric sedang menunggunya di rumah.
"ayo pulang kak sudah larut "
__ADS_1
"iya"