
Pagi itu fedric terbangun tidak seperti biasanya, ia merasa ada yang aneh, ia mulai menyadari tak ada satupun sehelai pakaian yang ia kenakan di balik selimutnya, ia masih bertanya-tanya. kemudian ia menoleh ke sampingnya ia membelalakkan matanya, betapa kagetnya ia apa yang di lihatnya.
Ia masih belum bisa mencerna apa yang terjadi, seingatnya semalam ia mabuk berat selanjutnya tertidur tetapi mengapa ia terbangun bella sudah berada di sampingnya tanpa sehelai kain.
Ia mulai memijit kepalanya berkali-kali terasa sakit efek mabuk semalam, kemudian ia perlahan mengingat adegan panas itu, apa yang terjadi mengapa sampai melakukan sejauh itu, apakah ada seseorang yang menaruh obat di minumannya, itu masih menjadi tanda tanya yang harus segera terjawab.
Perasaannya sekarang bercampur aduk, antara rasa menyesal dan rasa bersalah pada bella, pagi itu ia langsung pergi dari kamar itu tanpa permisi layaknya pria yang tak bertanggung jawab, ia tak tahu lagi harus bersikap seperti apa, sejujurnya ia masih berharap itu hanya mimpi bukan kenyataan.
Malam itu di rumah frans seingatnya ia mabuk lalu ia di tawari menginap dan terjadilah insiden yang tak di harapkan. Padahal ia biasanya selalu bersama bella tidak pernah ada di pikirannya untuk menyentuhnya.
Fedric kemudian menelpon Frans
"Hallo fedric bagaimana harimu, apa lebih menyenangkan" Frans menyapa dengan nada bersemangat
"Frans apa yang terjadi semalam"
"Terjadi apa"
"Frans kamu udah tahukan, kamu pasti kamu mencampurkan sesuatu diminumanku"
"Sekali-sekali boleh lah kamu berbuat agresif lagipula bella adalah istrimu"
"Kamu brengsek Frans, aku hanya menginginkan Kirana bukan bella" Fedric sangat kesal.
"Sudahlah fedric hentikan hubungan mu itu, sia-sia saja, ayahmu takkan membiarkanmu"
"Kamu jangan banyak mengurusi hidup orang lain frans, kamu ingat itu" Menutup telponnya dengan kesal. Frans memang dari kecil sangat iseng, tidak heran lagi ia selalu di kerjain olehnya sampai dewasa pun ia tidak ada berubahnya.
Di sudut kamar bella merenung hari ini ia tidak ke kampus moodnya sedang kacau, fedric pergi begitu saja ia pun merasa ada sesuatu yang harus di jelaskan.
"Mengenai Malam itu aku sulit untuk menjelaskan padamu karena aku juga tak tahu sesuatu terjadi di luar kendali, aku hanya bisa minta maaf padamu" Begitu isi chat fedric kepada bella.
Bella bernapas berat apa yang di katakan fedric betul juga. "Ya sudah kita lupakan saja, anggap tidak terjadi apa-apa"
__ADS_1
"Baiklah, jangan sampai Kirana tau ya, aku sangat mencintai nya"
"Iya kamu tenang saja" Bella menjawab dengan terpaksa, ada yang menggelitik dalam hatinya, dadanya terasa sakit, sungguh beruntung Kirana sangat di cintai oleh fedric, sedangkan bella siapa yang akan menerimanya sekarang.
Kamu hanya memikirkan perasaan Kirana tanpa memikirkan bagaimana perasaanku fedric gumam dalam hati bella. Ia merasa dari dulu hingga sekarang hidupnya tidak pernah beruntung.
"Nak jam 10 kamu jemput kakakmu, dia akan segera tiba di bandara"
"Adnan sudah pulang"
"Iya"
"Baiklah"
Adnan adalah kakak fedric, namun bukan kakak kandung, sebelum menikahi ibu fedric ayahnya pernah menikah dan cerai di karenakan keadaan ekonomi, ibu fedric yang berasal dari keluarga ternama dan memiliki beberapa bisnis, ayahnya lebih memilih menikahi ibu fedric, sedangkan ibu fedric yang melihat suaminya itu pekerjaan keras dan pandai mengelola perusahaan, ia berpikir sangat cocok untuk mengurus perusahaannya, namun istri pertamanya itu telah meninggal di karenakan suatu penyakit.
sedari kecil Adnan telah ikut bersama ayahnya dan di sekolah kan di luar negeri di karenakan Adnan memiliki nilai akademi yang tinggi dan pekerja keras mirip dengan ayahnya, Adnan ingin berusaha menjadi yang terbaik di mata keluarga dan memiliki posisi yang baik di perusahaan agar ia memiliki masa depan yang baik, tidak seperti masa lalunya.
Bahkan fedric lebih memilih jadi pemain musik di banding pebisnis, ia tidak mau di kaitkan oleh urusan perusahaan karena ia ingin bebas tanpa di kendalikan oleh ayahnya. Namun ayahnya tetap bersikeras mendidik fedric agar suatu saat ia layak dan mampu melanjutkan mengelola perusahaan karena fedric lah yang berhak mendapat posisi nomor 1 di perusahaan.
"Hai kak Adnan lama tidak berjumpa, sekian lama akhirnya pulang juga" Sambil berpelukan fedric menyambut kedatangan kakaknya
"Gimana kabarmu, kamu semakin tampan aja sekarang"
"Iya dong" Merasa percaya diri sambil merapikan rambutnya.
Kini Mereka telah berada dalam mobil dalam perjalanan pulang kerumah, Adnan yang duduk di depan tepat samping fedric yang menyetir mobil.
"Ku dengar kamu telah menikah dengan gadis cantik ya, maaf aku tidak sempat hadir, itu tepat saat aku sedang ujian akhir semester dan tugas pun menumpuk itu tidak bisa di tinggal"
"Iya nggak apa-apa, tidak penting juga"
"Hah kenapa bisa begitu fed? "
__ADS_1
"Tidak usah di bahas kalau yang itu aku malas, ayah tidak pernah berubah yang selalu menuntut ku menjadi yang ia inginkan, pernikahan itu bukan keinginan ku tapi keinginan ayah.
Adnan menghela napas dari kecil apa yang ia inginkan justru fedric lah yang mendapatkan, sedangkan fedric tidak menginginkan itu semua. Ia selalu bertanya-tanya mengapa garis kehidupan mereka berbalik.
"Kak Adnan sudah punya pacar, cepatlah menikah umurmu sudah pantas untuk menikah, tidak seperti aku" Fedric sambil tertawa merasa lucu pada posisinya yang tidak menginginkan pernikahan.
"Aku belum punya pacar, aku terlalu fokus belajar hingga tidak ada waktu mendekati wanita"
Fedric merasa lucu " Di luar sana banyak wanita, masa tidak ada yang tersangkut biar satupun"
"Nantilah aku cari" Adnan hanya menunduk merasa tidak percaya diri kemudian berpura-pura tersenyum agar ia terlihat baik-baik saja
"Lagipula sekarang aku harus membantu ayah mengurus bisnis"
"Jangan terlalu serius kak, sesekali kakak butuh waktu untuk bersenang-senang"
"Ia fedric"
Setibanya di rumah ia turun dari mobil, kemudian ia ke bagasi mobil mengambil kopernya, ia menuju masuk ke rumah sambil menarik kopernya, tiba-tiba ia melihat gadis cantik berpapasan dengannya di teras dan gadis itu menuju gerbang dan akan keluar. Terbesit dalam hati Adnan "siapa wanita itu cantik" Adnan merasa penasaran, bagi Adnan wanita seperti itu adalah tipe nya walaupun hanya sekilas melihat nya rambutnya yang panjang dan kulitnya yang putih.
saat hendak masuk kerumah ibunya menyambut nya, "nak apa kabar, kamu sehat? " Sambil berpelukan, mereka sudah lama tidak bertemu
"Iya ma sehat"
"Bagaimana urusan sekolah mu? "
"Udah selesai semua ma tinggal wisuda aja "
"Ohh iya sukurlah, kamu makan dulu baru istirahat ya"sussssh
"Iya ma"
Bella yang akan ke rumah temannya ada tugas kampus, ia lebih senang mengerjakannya bersama temannya.
__ADS_1