Terjebak Cinta Perjodohan

Terjebak Cinta Perjodohan
ciuman pertama


__ADS_3

sesampainya di rumah ia langsung menuju kamar dengan langkah yang berat, ia membuka kamar mendapati bella sedang tertidur pulas, dengan selimutnya yang sudah berserakan, tidur dengan gaya terlentang membuat badan fedric semakin panas dan menelan ludahnya dalam-dalam melihat paha yang putih dan mulus nyaris sempurna untuk melahapnya,


"mengapa hasratku tiba-tiba muncul saat melihatnya, ini pasti pengaruh minuman dari adel"


ia naik ke ranjang dan berbaring, jantungnya semakin berdegup kencang melirik sedikit kesamping melihat bella.


"aku pasti sudah gila, ternyata dia sangat menarik saat sedang tidur, kenapa baru memperhatikan sekarang"


ia langsung refleks bergerak mendekati bella, ia memperhatikan dari ujung rambut hingga kaki, antara mimpi dan tidak bergerak semakin dekat dan langsung melahap bibir bella dengan nafasnya setengah sesak menahan gejolak hasratnya yang tidak mampu lagi ia kendalikan, "nikmat juga" gumam dalam hati, kemudian ia mulai perlahan turun ke area lehernya, menghirup aroma candu wanita semakin tinggi hasratnya dan dengan buas mengisap seperti harimau kelaparan.


Tiba-tiba... bella terbangun kaget, ia mengira itu mimpi seseorang menyentuhnya dengan aneh, ternyata itu adalah kenyataan, tepat di depan matanya ia semakin kaget lagi ketika mengetahui ia adalah fedric.


"Apaan sih fedric lepas!! apa yang kamu lakukan? "


"Tunggu Sebentar saja sayang" fedric masih lupa diri.


"Tidak mau.. kamu sudah gila"


fedric lalu kembali mencium paksa bella hingga gadis itu sesak nafas, ia berusaha mendorong fedric,


"lepas fedric, kamu mabuk ya" Bella semakin murka ia merasa harga dirinya terusik.


ia berusaha mendorong laki-laki itu hingga terjatuh dari ranjang, ia kembali berusaha mengangkatnya menuju WC dengan gaya fedric yang berdiri pun tidak seimbang ia segera menyiram muka fedric dengan kasar.


swurrrr...


"dingin sekali!! hentikan ! " fedric menatap bella dengan kesal"


"membuat kamu sadar orang mesum" bella juga menahan emosi.


fedric langsung tersadar dan merasa lemas "maaf bela aku khilaf, kepalaku sakit dan terasa berat" memegang kepalanya.


"kamu kenapa fedric" merasa khawatir.

__ADS_1


"aku ingin istirahat "


"baik, aku bantu kamu ke ranjang"


keesokan harinya ketika fedric terbangun bella sudah tidak ada di kamar, tiba-tiba ia mengingat kejadian semalam, "astaga aku sudah keterlaluan pada bella" sambil kesal memukul bantal ia merasa sangat menyesal, kepalanya yang masih berat memaksakan berdiri ia melangkah turun ke bawah mencari bella,


"bibi apa melihat di mana bella? "


"udah pergi ke kampus tuan"


"dengan siapa? "


"dengan temannya, katanya tuan sakit, jadi dia tidak menunggu tuan"


"oh iya makasi bi"


ia segera keatas kembali buru-buru ia mandi dan berpakaian, ia akan berangkat ke kampus ia berharap semoga saja ia tidak terlambat mata kuliah tersebut berhubung pukul 10:00 dosen masuk, ketika sedang di perjalanan ia melihat di jam tangannya sudah jam 9:30 "sepertinya ini tidak akan terlambat semoga aja tidak ada macet".


setelah selesai mengikuti mata kuliah dengan tepat waktu, ia terpikir ingin mencari bella ia masih merasa bersalah, ia takut bella sangat marah kepadanya. tepat depan ruangan bella melihat seseorang.


"iya ada"


"bisa tolong panggilkan"


"iya tunggu"


kemudian fedric menunggu depan ruangan, seseorang itu kemudian masuk mencari bella kebetulan ia adalah fira teman akrab bella juga


"bella.. fedric mencari kamu dia di depan ruangan kita, dia menyuruh aku memanggil kamu".


"Tumben fedric mencari kamu, sepertinya ada urusan penting" nayla penasaran


"nggak kok"

__ADS_1


"atau kalian bertengkar? karna kamu tadi minta di jemput kan"


"nggak nay dia tadi lagi sakit makanya aku tidak bangunin dia, aku ke depan dulu"


"jangan lupa salam sama fedric ya" nayla Senyum-senyum malu.


"iya nanti aku sampaikan"


bela kemudian menuju depan ruangan ia melihat fedric menunggunya.


"ada apa? "


"kamu marah sama aku? "


"nggak kok"


"kesana aku mau bicara" sambil menarik lengan bella menuju taman di mana tidak ada orang yang melihat.


"semalam aku benar-benar tidak sadar, sepertinya Adel memberi sesuatu di minuman ku" fedric berusaha menjelaskan.


"dasar cewek genit!! kenapa ada cewek seperti itu, harusnya kamu lebih berhati-hati sama perempuan itu" kesal Bella.


"makanya semalam aku langsung pulang, untung ada Frans, kalau tidak.. bisa saja dia membawaku ke kamar hotel dan tidur bersamanya aku tau niat licik nya "


"hah aku tidak habis pikir.. mengapa dia begitu ingin memiliki mu , apa yang dia lihat darimu aku cukup heran."


"karna aku cowok terkeren di kampus ini" sambil tersenyum fedric merasa besar kepala


"cukup! aku muak mendengarnya fedric"


"aku minta maaf Bella, seperti nya kamu masih kesal kejadian semalam"


"itu ciuman pertama ku harusnya cowok yang aku sukai yang melakukannya, kamu bahkan.. " Bella kesal tak mampu lagi berkata-kata dalam hatinya ia ingin mengatakan bahkan fedric berani menyentuh lehernya dan menyisakan bekas merah di lehernya.

__ADS_1


"ya udah aku minta maaf ya.."


"baik aku maafkan lain kali jangan ulangi lagi" Bella tidak mau memperpanjang lagi, lagipula fedric tidak sengaja melakukan itu secara tidak sadar ia lebih memilih melupakannya saja, ia segera pergi meninggalkan fedric kembali keruangan kelasnya karna tidak lama lagi dosen mata kuliahnya segera tiba.


__ADS_2