Terjebak Cinta Perjodohan

Terjebak Cinta Perjodohan
Bertemu Ayahnya


__ADS_3

"Aku lihat tampaknya kamu semakin dekat dengan kak adnan"


"Apa ini yang ingin kamu bicarakan? Untuk apa? "


"Kamu tahukan kalau dia kakakku"


"Sudahlah fedric kita urus saja urusan kita masing-masing, aku tidak pernah mengurusi mu dengan Kirana, begitupun kamu juga"


"Bukan begitu aku hanya berusaha menjaga nama baik keluarga"


"Sudahlah begitu kita cerai kita tidak ada lagi hubungan apa-apa, jangan mengaturku, aku berhak bahagia"


Fedric terasa seperti tertampar oleh perkataan bella. Memang benar selama pernikahannya ia tak pernah peduli tentang bella. jangankan membahagiakan, menganggapnya ada pun tidak sama sekali. Tapi mengapa hatinya merasa tidak rela saat bella mengatakan perceraian. Apalagi mengingat seandainya suatu saat adnan menikah dengan bella. Sepertinya hidupnya tidak akan tenang.


"Ada apa dengan pikiranku, harusnya aku ikut bahagia jika bella bersama orang lain" Fedric merasa gusar sendiri karena pikirannya hingga tak bisa tidur semalam.


Saat sedang duduk sarapan kepalanya masih sakit karena kurang tidur semalam, ia membuka hpnya terdapat pesan baru dari Kirana.


"Ayah mau bicara nanti malam sama kamu, kamu datang ya? "


Lalu fedric bertanya "dimana? "


"Di rumah aja"


Fedric meletakkan hpnya di meja dan mengusap wajahnya dengan kedua tanganya "apa lagi ini" Fedric semakin pusing dan bingung, apa yang harus ia lakukan, ia sudah menduga pasti ayah Kirana akan menanyakan kelanjutan hubungannya dengan kirana, ia memang serius dengan Kirana namun ia butuh waktu untuk mengurusnya sedikit demi sedikit tidak sekaligus.

__ADS_1


Belum lagi pikirannya tentang bella yang semakin tidak karuan, disisi lain ia tidak ingin melepaskan bella, namun disisi lain pun ia mencintai Kirana. Sehingga ia bingung langkah apa yang harus ia lakukan bagaimana cara menyelesaikannya.


"Sebentar lagi kan kalian sudah mau wisuda, jadi bagaimana ke depannya kamu fedric"


"Mungkin aku akan belajar di perusahaan ayah"


"Aku sudah menduganya lagian perusahaan keluarga mu kan besar, jadi apakah kamu serius dengan anakku? "


"Iya om tapi aku harap kirana mau menunggu, aku masih belajar mengelola bisnis, belum ada masa depan"


"Gampang itu fedric nanti aku bicarakan dengan ayahmu"


Fedric kaget jika sampai ayahnya tahu apa yang akan terjadi, bagaimana responnya nanti.


drtt.. drttt..


handphone fedric bergetar disaku celana. ia mengambilnya dan melihat siapa yang menelpon. ia melihat tulisan "mama" ia sejenak memperhatikan Kirana dan ayahnya.


"sebentar om aku menelpon dulu ada urusan" kemudian ia menuju teras menghindari mereka agar percakapannya tidak terdengar.


"ada apa ma? "


"kamu dimana sekarang fedric? "


"ee di rumah teman" fedric gagap

__ADS_1


"kamu ngapain di rumah teman trus" mamanya sudah merasa heran.


"biasa ma, banyak hal di diskusikan mengenai masalah kuliah ma "


"mama cuma mau bilang kamu dan bela siap-siap besok pagi ke rumah nenek, mumpung lagi liburkan, supaya nenek terhibur dan kesehatannya membaik"


"iya ma"


betul juga kata mamanya sudah lama ia tidak ke rumah neneknya, neneknya pasti terhibur jika ia datang tinggal sementara waktu. ia berharap neneknya tidak merasa kesepian dan kesehatannya semakin membaik.


setelah menelpon ia kembali duduk. ia melihat ayah kirana sudah masuk ke dalam.


"mana ayahmu ? " fedric penasaran


"mungkin ke wc, siapa yang menelpon? "


"mama, ia ingin aku ke tinggal sementara di rumah nenek"


setelah menceritakan pada Kirana bahwa ia sementara tidak menemuinya dulu. karna akan ke kampung nenek. Kirana cukup mengerti malahan ia mendukung fedric.


"iya itu ide bagus, sangat menyenangkan ke rumah nenek"


"iya disana juga aku akan mengurus sawah dan empang milik nenek"


namun ketika Kirana bertanya dengan siapa ia akan kesana. fedric menjawab bersama bella. ia tidak bersemangat lagi membahasnya. sebenarnya dari awal ia sudah sangat curiga pada bella. namun ia tidak punya bukti untuk mempertanyakan. namun batinnya sangat yakin bella itu sepertinya bukan sepupu fedric.

__ADS_1


__ADS_2