Terjebak Cinta Perjodohan

Terjebak Cinta Perjodohan
Mabuk


__ADS_3

malam itu mereka sedang asik nongkrong dalam club sambil menikmati alunan musik bit dan minum bermacam-macam minuman hingga larut malam, fedric yang sudah setengah mabuk di dekati adelia, tiba-tiba datang memeluk.


"sayang kita ke karaoke yuk berdua aja"


"apaan si del.. lepas adel!! "


"jangan gitu dong sayang, aku hanya ingin di dekat kamu"


"lepas adel!! bro aku balik dulu udah jam 2 nih"


"masih pagi ini udah mau pulang aja" kata anton


"sory bro ayahku pasti marah nih"


" kamu bisa nyetir sendiri nggak?"


"bisa lah tenang aja"


"ya udah Hati-hati bro"


"sipp aku pamit"


adelia menatap fedric yang berlalu pergi, "malam ini aku belum ada kesempatan, lihat saja besok fedric kamu harus jadi milikku" gumam adelia dalam hati sembari tangannya yang mengepal saking merasa kesal cintanya tak terbalas sedikitpun.

__ADS_1


Sesampainya di rumah dengan badan yang terasa berat dan langkah yang tidak seimbang membuka pintu rumah yang belum terkunci.


PLAK


fedric kaget mendapat sebuah tamparan yang tak lain dari ayahnya sendiri, seketika rasa mabuknya langsung hilang.


"anak tidak beres, mau jadi apa kamu kerjanya cuma mabuk-mabukan" ibu fedric langsung mendekati ayahnya sembari menenangkan dari rasa emosi.


"ini kan malam minggu wajar kan aku keluar sebentar nongkrong"


"kamu lihat kakakmu Adnan, dia tidak seperti kamu membuang-buang waktu dengan hal yang tidak berguna"


"aku memang tidak seperti kakak, mengapa bukan dia saja yang mengurus bisnis ayah dan menikah dengan isabella"


"fedric diam!! ibu fedric menegur anaknya


fedric terdiam, ibunya yang segera menenangkan ayahnya dan mengajak kembali ke kamar. kemudian fedric melangkah ke atas menuju kamar, ia membuka pintu kamar dan melihat bella telah tidur ada rasa bersalah kepadanya, ia sudah sembarang berucap saat bertengkar dengan ayahnya. ia mengusap rambut bella dengan lembut "aku sudah anggap kamu keluarga sendiri bella, aku pasti menjaga kamu". bagaimana pun ada rasa kasihan kepada bella yang tidak memiliki keluarga tempat ia bergantung.


bella sebenarnya belum tidur ia hanya berpura-pura tidur, ia mendengar pertengkaran fedric dan ayahnya, ia hanya menahan suara isak tangisnya di balik pintu kamar, ia sedih merasa tidak di inginkan oleh siapapun, tidak ada yang menyayanginya di hidupnya.


keesokan hari fedric dan bella di dalam mobil menuju ke kampus.


" aku lihat nyenyak banget tidur kamu tadi malam"

__ADS_1


"oh ya? masa sih"


"iya sampek ngorok" fedric tersenyum


"kamu jangan bohong ya aku tidak pernah ngorok"


"buktinya semalam kamu ngorok, mana nyaring banget" fedric semakin menggoda bella.


"kamu jangan mengada-ngada ya fedric aku tidak pernah ngorok"


"gimana ya kalau cowok yang naksir kamu tau kalau kamu tukang ngorok"


"kamu diam fedric aku tidak...."


tiba-tiba mobil fedric di serempet mobil di sebelah nya, bella langsung kaget saat fedric tiba-tiba rem mendadak.


"sialan siapa yang bawa mobil seperti orang gila"


fedric kemudian turun, dan melangkah kedepan menuju mobil yang menyerempet mobilnya, kemudian ia mengetuk kaca mobil tersebut agar orang yang ada di dalam mobil segera keluar.


ia pun keluar "aku minta maaf aku tidak sengaja, aku juga syok" fedric menatap seorang gadis cantik nyaris sempurna di matanya, wajahnya masih pucat karna kaget, rasanya tidak asing melihat wajah gadis ini.


"kamu fedric? ya kamu fedric.." sambil menunjuk ke arah fedric yang awalnya ragu semakin yakin.

__ADS_1


"Kirana.. ini kamu?"


bersambung...


__ADS_2