
Sesuai janjinya kepada Kirana ia tidak mungkin lupa akan menjemputnya, Tepat di malam Minggu ia mengajaknya ke bioskop dan ia tidak mungkin menyia-nyiakan kesempatan itu.
Sesampainya di rumah Kirana ia di persilahkan masuk oleh Kirana, kebetulan ayah Kirana sedang di rumah dan ia penasaran siapa lelaki yang mengajak putri kesayangannya keluar.
"Halo om aku fedric mantan tetangga om 3 tahun yang lalu" fedric memperkenalkan diri sambil bersalaman kepada ayah Kirana.
sambil mengingat-ingat kebelakang akhirnya ia mengingat bahwa fedric adalah anak yang selalu bersama putrinya Kirana sejak kecil mereka sangat akrab satu sama lain, bahkan fedric yang selalu menjaga anaknya ketika ada anak lain yang mengganggu Kirana.
"ohh iya saya baru ingat anaknya pak Hartono,
"iya om"
" tidak terasa ya kalian sudah beranjak dewasa, semakin ganteng aja sekarang nak"
sambil tersenyum dan malu-malu fedric " om bisa aja, justru Kirana paling cantik om"
"kalian mau kemana nak"
"biasa om Malam Minggu, ke bioskop "
__ADS_1
"hati-hati ya jaga Kirana "
"siap om"
setelah pamit mereka berangkat ke bioskop nonton film favorit Kirana fedric tidak fokus nonton ia hanya berpikir bagaimana cara membuat Kirana senang saat bers, selesai nonton mereka ke restauran makan malam seperti sejoli yang sedang kasmaran mereka sangat menikmati kebersamaan mereka,
hampir tiap malam fedric selalu mengajak Kirana keluar istilah anak muda ngedate hari hari pun mereka semakin dekat, temannya pun heran ia sudah jarang gabung nongkrong ketika ia di ajak ia selalu menolak dan Adelia semakin kesal karena semakin kecil kesempatan bisa mendapatkan hati fedric,
selesai Kuliah ia memilih segera pulang, bahkan Bella juga heran setiap akan keluar fedric sangat rapi dan wangi, Bella sempat berpikir apa yang membuatnya berubah, apakah ia keluar berkencan dengan seorang wanita ia ingin bertanya secara langsung agar terjawab rasa penasarannya namun fedric semakin hari semakin cuek dan jarang menyapanya, ia merasa seperti tembok saja di mata fedric ada dan tidak adapun tidak berpengaruh di hidupnya.
malam di penuhi bintang, bulan menjadi saksi suasana keromantisan mereka, fedric sengaja mempersiapkan bunga dan makan malam spesial di iringi musik biola nan merdu.
"iya malam ini ada yang ingin aku sampaikan ke kamu" selama beberapa hari ia sering bersama Kirana ia cukup percaya diri untuk mengungkapkan isi hatinya.
"ia Fed kamu mau bilang apa" Kirana semakin tidak sabar
"aku ...."
drtt...drtttt...
__ADS_1
suasana lagi seriusnya terdengar bunyi hp bergetar di atas meja. Kirana mencoba melirik ke hp penasaran siapa yang menelepon
"halo.. Bella ada apa?"
"nenek Sakit sekarang sedang di antar ke rumah sakit, mama suru aku memberi tahu kamu"
raut wajah fedric berubah menjadi panik dan cemas
" oh iya aku segera ke rumah sakit, kamu di mana?"
"aku masih di rumah, mama udah duluan katanya aku tunggu kamu dulu"
"baik kamu tunggu ya aku segera kesitu"
"iya"
fedric sangat khawatir mendengar kabar nenek nya dari kecil ia sangat dekat dengan neneknya, di saat orangtuanya sibuk bekerja hari-hari ia bersama nenek, yang selalu mengajaknya bermain dan mengurus semuanya.
sebenarnya Kirana agak kesal karena ungkapan perasaan itu nyaris di katakan kalau seandainya bella tidak menelpon, namun ia berusaha mengerti karena wajar fedric pergi meninggalkan ia di malam itu di sebabkan neneknya yang jatuh sakit.
__ADS_1