
***
Bela yang kini sedang asik mandi sambil bernyanyi ia akan berangkat ke kampus, tapi ia bangun terlalu pagi masih jam 5 pagi ia sudah mandi agar terasa lebih segar, saat sudah selesai dan akan mengambil handuk tiba-tiba...
"Aaaaaaaa"
"Aaaaaaaa"
Deg
Fedric kaget buka main langsung menutup kembali pintu wc dan berjalan cepat menuju ke tempat tidur. dia masih syok apa yang di lihatnya barusan penampakan body mulus dan putih tanpa sehelai kain.
Bela pun langsung memakai handuknya dan keluar dengan perasaan kesal.
"Apa sih kamu main masuk aja!!"
"Sorry bela... aku minta maaf aku tidak sengaja..." Fedric memegang jidatnya dengan rasa menyesal.
Bela menatap kesal antara malu dan jengkel.
__ADS_1
"Lagian ini salah kamu mandi tidak mengunci pintu.. aku tidak tau kamu ada di dalam"
"Aku lupa mengunci pintu, lagian aku pikir ini masih pagi biasanya kamu bangun belum jam segini fed"
"Lain kali kamu mandi harus kunci pintu.. Untung aku yang lihat kalau orang lain? "
"Orang lain ataupun kamu sama saja aku tetap rugi " Menatap fedric dengan rasa kesal dan malu
"Aku juga tidak pernah merasa untung!!, kamu lupain aja bel... aku juga nggak ada niat jahat sama kamu"
"Kamu jangan bilang-bilang sama orang lain ya aku malu.. "
"Ya enggaklah lagian kamukan masih istri aku sekarang nggak mungkin lah aku cerita"
Saat fedric masuk ke dalam mobil, bela langsung berbalik seperti seolah membelakangi fedric, ia masih malu mengingat kejadian waktu di kamar mandi itu, fedric juga salah tingkah bingung harus bagaimana di depan bela, sepanjang jalan mereka tidak saling berbicara sampai tiba di kampus, bela langsung keluar dari mobil tanpa sepatah kata apapun dan berlalu pergi.
***
"Bro bagaimana sebentar jadikan.. biasaa cari udara segar" Kata anton
__ADS_1
"Jadi dong, ajak anak-anak yang lain" Fedric merespon
"Aku juga ikut ya.. mau temani ayang fedric" Kata adelia
"Boleh lah biar rame kan" kata anton
Fedric hanya terdiam malas menanggapi cewek centil itu, dia sama sekali tidak tertarik pada gadis seperti adelia, sudah lama adelia berusaha mengejarnya namun ia sama sekali tidak merespon.
"oh iya ajak sepupu kamu juga fedric" kata adelia
"aku sudah bilang bela itu tidak biasa keluar.. apalagi mau mabuk-mabukan"
"kamu biasa dong aja fed lagian kenapa kalau dia ikut, sekalian katanya ifan mau kenalan tuh, Jangan-jangan kamu marah ya kalau ifan mau deketin sepupu kamu"
"ngapain aku marah, kalau mau deketin, deketin aja, nggak penting juga buat aku"
"kapan sih kamu mau respon perasaan aku fed"
"sudah jelas kan aku sudah bilang kamu bukan tipe aku"
__ADS_1
adelia menelan rasa kecewa mendengar perkataan fedric yang terasa menusuk dalam hatinya.
"lihat saja fedric suatu saat aku pasti mendapatkan kamu" gumamnya dalam hati, ia seperti nya punya rencana jahat, sudah lama ia ingin menjebak fedric agar fedric dapat dimiliki seutuhnya.