
***
Di sudut teras ruangan perkuliahan, sekumpulan wanita sedang asik ngobrol
"Del aku perhatiin udah tiga hari fedric selalu bersama cewek yang mahasiswa baru itu ke kampus"
"Bukan cuma berangkat, pulang juga barengan"
"Gawat del sebentar lagi ada saingan berat kamu" Sambil nyengir
"Mana siapa orang yang berani deketin cowok aku"
"Tunggu dulu, kamu cari tau dulu orangnya"
"Mending kita samperin"
"Nanti aku tanya fedric dulu"
Di ruangan lain namun tetap fakultas yang sama.
"Bel boleh nanya nggak"
"Nanya apa nay? "
"Itu kamu tiap hari di antarin fedric ya, memangnya kamu ada hubungan apa sama dia? "
"Ohh kamu jangan salah paham fedric itu sepupu aku"
"Aku sihh nggak masalah, tapi takutnya geng pecicilan itu gangguin kamu"
"Hah geng pecicilan.. Siapa mereka? "
"Itu adelia cs, kamu hati-hati aja jangan dekat sama mereka"
__ADS_1
"Iya nay makasi udah ngingatin"
Di ruangan perkuliahan fedric selesai menerima materi kuliah, fedric bergegas akan keluar, di cegat oleh anton temannya.
"Bro mau kemana, ayo kita ngeband malamnya kita clubbing"
"Nggak bisa bro kalau hari ini aku ada urusan"
"Mau kemana sih, semenjak liburan akhir semester kamu udah jarang gabung fed, apa karena cewek itu? "
"Iya karena cewek itu dia sekarang berubah" Adelia ikut nimbrung.
"Cewek.. Cewek siapa sih maksud kalian? "
"Itu yang kamu antar tiap hari"
"Ohh.. Apaan sih kalian dia sepupu aku"
"Kalau gitu bolehlah ajak dia juga nongkrong"
"Apaan sih gak asik banget" Adelia berbicara sinis.
"Udah, aku pamit dulu"
Fedric pergi meninggalkan temannya itu, sebenarnya ia menyesali tidak ikut gabung dengan temannya, tapi pertemuan makan malam keluarga tidak bisa di hindari. Seperti biasa dia menunggu bela di parkiran, selang beberapa menit bela pun datang dan masuk ke dalam mobil.
"Kita pulang dulu ke rumah, habis itu siap-siap makan malam dengan keluarga"
"Iya fed"
Selesai mandi dan ganti baju mereka pun pergi ke restoran mewah tempat janjian bertemu keluarga. Pas memasuki restoran..
"Bel sini dekat gandeng tangan aku"
__ADS_1
"Apaan si aku nggak mau"
"Bel Kita akan ketemu keluarga, apa kata mereka kalau kita jauhan, ayo cepat"
Bela kemudian mendekat menggandeng tangan fedric dengan kaku. Keadaan yang aneh baginya pertama kalinya menggandeng seorang pria.
"Halo.. Tante" Fedric dan bela menyapa
"Halo sayang, oh kalian datang juga"
"Iya tan di ajak mama"
"cantik ya istri kamu fedric kalian sangat serasi"
"Makasi tante" Fedric tersenyum memaksa.
Ekspresi bela datar dan pasrah tidak pandai berpura-pura seperti fedric. Sambil makan sesekali mereka sambil ngobrol.
"Oh ya apa rencana kamu setelah lulus? "
"Aku belum tahu" Fedric merespon seadanya
"Tentu saja membantu ayahnya mengelola perusahaan" Mamanya segera bersuara.
"Oh iya aku lupa fedric kan cuma satu-satunya pewaris perusahaan" Tantenya memperjelas. saling melirik satu sama lain, Mamanya mengangguk.
fedric sama sekali tidak tertarik pada pembahasan makan malam itu. Dalam hati bela "bukankah fedric punya kakak laki-laki yang sedang melanjutkan sekolahnya di luar negeri" Hati bela bertanya-tanya.
"Kalau Bela saya rasa nggak usah kerja, kamu harus melayani suami kamu dengan baik. fedric tidak akan kekurangan untuk mencukupi kebutuhan kamu"
Bela merinding merasa geli mendengarkan perkataan tante fedric, tidak ada sedikit pun di pikirannya akan melakukan apa yang di katakan tantenya itu, ia hanya masih mencari cara agar bisa keluar dari keluarga itu, lagipula ia merasa fedric sama sekali tidak menyukainya.
"Apa gunanya lulus sekolah tidak bekerja, bela juga kan masih muda" Tangkas fedric
__ADS_1
"Kalau aku sih terserah pilihan anak-anak aja" Mama fedric memberi pendapat. Mamanya tidak ingin fedric dan bela merasa tertekan, butuh waktu untuk adaptasi apalagi pernikahan karna perjodohan dan pernikahan mereka terbilang masih baru.