Terjebak Cinta Perjodohan

Terjebak Cinta Perjodohan
Satu ranjang


__ADS_3

"apakah saya benar-benar akan tidur disini bersama fedric!! Ya ampun!! " Bela merasa terjebak dan tidak percaya Bela merasa deg"an


Keesokan harinya mereka kembali ke rumah fedric dan di tunjukan kamar sama ibu fedric, kamar fedric berada di lantai 2 terdapat teras kecil di belakangnya, lumayan indah untuk melihat pemandangan, kamar fedric yang cenderung kental bernuansa laki-laki, membuat bela berpikir akan merubah sedikit warna dalam kamar itu.


"Sayang mulai sekarang ini kamar kamu dengan fedric, agak sempit dan kamu taulah kamar laki-laki, kamu jangan khawatir ayah lagi cari apartemen buat kalian berdua."


"Ia ma, terimakasih"


"Sekarang kamu beres-beres dulu pakaian kamu, nanti aku suru fedric bantu"


"Iya ma nanti aku sendiri, takut ngerepotin"


"Ngga apa2 sayang"


Mamanya turun dan melihat fedric sedang asik bermain game dengan keponakannya.


"Nak sudah dulu mainnya, kamu bantuin angkat koper bela di mobil"


"Oh iya ma aku lupa"


Walaupun sudah menikah tetapi perilakunya masih kekanak-kanakan dia merasa dan berusaha agar tidak ada yang berbeda sebelum menikah dan sesudah menikah. Fedric segera menuju mobil dan mengangkat semua barang bela ke atas, sesampainya di atas dia heran melihat ekspresi bela yang tegang.


"Ini koper kamu bel"


"Oh iya makasi"


Masih saling berpandangan dan merasa segan.


"Oh ya aku mau tanya nanti aku tidur gimana, ranjang nya cuma 1"

__ADS_1


"Ya tidur aja" Fedric merasa tidak peduli


"Gimana maksud kamu? Aku tidak mau tidur berdua disini"


"Ya sudah kamu di sofa atau di lantai terserah kamu! "


"Apa!! Masa aku cewek tidur di lantai, kamu yang harusnya ngalah!!


" Aku tidak biasa tidur di sofa"


"Aku juga tidak biasa fedric!! "


"Ya sudah kita tidur di ranjang aja" Fedric Melirik cuek sambil berjalan keluar.


Bela tidak habis fikir respon fedric sesantai itu, ia merasa risih jika harus tidur berdua dalam 1 ranjang tiap hari bersama fedric. "Terpaksa aku harus mengalah, daripada harus tidur di lantai"


Setelah bela selesai meletakkan semua pakaiannya di lemari dan membereskan barang nya, malam tiba mereka makan bersama di ruang keluarga


"Iya ma, makasi"


"Ma jangan bilangin orang-orang kalau aku sudah menikah apalagi teman teman aku! "


"Emang Kenapa kalau orang tau fedric?"


"Aku belum siap ma aku baru 19 tahun, orang lain pasti banyak bertanya-tanya"


"Terserah kamu saja"


"Kamu tidak usah urus hal yang tidak penting fedric!! Kamu fokus belajar saja lulus kuliah kamu belajar mengelola perusahaan, tinggal itu tugas kamu, istri juga sudah punya!!

__ADS_1


Kata ayah fedric yang tegas.


" Iya " Fedric menunduk tidak berani melawan kepada ayahnya, tapi dalam hatinya melawan.


"Sesederhana itu hidupku di kendalikan, aku ingin bebas dan hidup sesuai keinginan ku sendiri" Kata fedric dalam hati.


**


Selesai makan bela di dalam kamar merasa gelisah harus tidur bersama fedric.


"Masa kita harus tidur bersama tiap hari seperti ini, aku tidak biasa fedric, aku tidak suka! "


"Yah mau gimana lagi, beginilah keadaanya! "


"Kamu cari cara fedric, kita tidak bisa terus-terusan seperti ini"


"Kamu sabar dulu!! Aku butuh waktu untuk mencari cara, kamu tau sendiri ayahku galak"


"Kapan kita pindah di apartemen, supaya kita tidak harus berpura-pura seperti ini"


"Iya bela kamu harus tunggu!!"


Meletakkan bantal pemisah di tengah kasur


"Kamu jangan melewati batas ini! "


"Siapa juga yang mau dekat-dekat kamu"


"Aku hanya mengingatkan"

__ADS_1


"Oke"


__ADS_2