
"Putri,,??" ucap seseorang.
"papa,mama?". lirih putri .
"ehhmm,, maaf, om Tante.
"kenapa om Tante nak?", ucap papa.
putri melirik ke arah mama Dev .
"maafkan mama put, karna pernah melarang mu memanggil mama", ucap mama menyesal.
Putri kaget saat tahu mam dev berbicara dengan nada lembut dan mengucapkan maaf.
Dev datang saat mengetahui putri sedang berbicara dengan kedua orang tua nya .
" untuk apa kalian kesini?? jangan pernah ganggu kehidupan kami . kalian sendiri kan yang sudah memutuskan nya!!" ucap Dev penuh penekanan.
"Dev,," ucap mama dan papa.
"mass,,".ucap putri .
"kami kesini untuk minta maaf pada kamu dan putri Dev". ucap mama menangis.
"papa dan mama sudah banyak salah nak pada kalian". tambah papa .
"kemana kalian saat kami memohon".ucap Dev menahan emosi .
__ADS_1
"kami tahu nak, mama yang salah selama ini . mama yang selalu melarang papa bertemu kalian". ucap mama terus menangis.
"apa kalian tahu gimana perjuangan putri hanya untuk mendapat restu dari kalian?? apa kalian tahu gimana putri setiap hari menangis karna merasa bersalah karna menganggap dialah yg menjauhkan aku dari kalian???!!. ucap Dev emosi.
"mass,,,!!" ucap putri .
"mas tahu put semuanya . setiap hari kamu menangis hanya untuk mereka . kamu selalu menutupi nya dari mas . mas tahu put...". ucap Dev pada putri .
Putri menunduk . ia sadar apa yang dikatakan Dev semuanya benar .
"dan mas tahu kami bertemu dengan nya d supermarket dan kamu pulang menangis, mas tahu put". tapi kami gak mau cerita sama mas karna gak mau memperburuk keadaan kan???…" ucap Dev lagi .
Putri pun hanya bisa menangis mendengar penuturan suaminya.
mama Dev berlutut dan memohon maaf pada Dev dan putri . Dev pun langsung membuang muka karna tak tega melihat mama nya seperti itu . tapi dia suka sakit hati atas semua perlakuan org tuanya.
"mas, ayo bujuk mama mas. mau bagaimana pun dia ibumu maas,, yang sudah melahirkan dan merawatmu mas. jangan sepeti ini mas". ucap putri menangis .
"Bangunla ma, Dev sudah memaafkan mama,". ucap Dev tak tega .
Mereka pun berpelukan sambil menangis. setidaknya inilah kebahagiaan putri, ingin bisa dekat dengan sang mertua.
Dev dan putri mengajak mama dan papa nya untuk makan bersama .
"Dev, kenapa kamu membiarkan putri ikut bekerja. dia kan sedang hamil besar". ucap mama .
"ini kemauan putri ma. putri bosan dirumah, hitung hitung agar mempermudah putri lahiran nanti ". ucap putri .
__ADS_1
"kalau kalian butuh uang untuk biaya lahiran mama dan papa bisa bantu kok. kalian jangan bekerja sekeras itu ."ucap mama .
"ma pa, kalok untuk lahiran putri,tabungan kami ada kok ma". ucap Dev .
"tapi mama takut putri kecapean. ". ucap mama.
" gak capek kok ma, lagian putri hanya bantu bantu sedikit, dan selebihnya lebih banyak istirahat ". ucap putri tersenyum.
"loh emangemang nya bos kalian gakpapa kalok kerja banyak istirahat nya??".ucap papa .
Dev dan putri saling pandang dan tersenyum.
"gimana mau marah coba,, orang bos nya itu mas Dev". ucap putri tersenyum .
papa dan mama kaget . tidak menyangkah bahwa putra mereka memiliki usaha sendiri.
"mas Dev sudah mempunyai 5 cabang loh ma,pa". ucap putri .
"wah papa bangga sama kalian, masih muda sudah sukses". ucap papa.
"ini berkat doa putri pa". jawab Dev .
"selama ini mama selalu meremehkan kalian", batin mama menyesal.
"Loh itukan Tante Hana .. kok bisa mereka berempat makan bersama...?" ucap Aliyah .
"bukannya Tante Hana janji sama aku buat misahkan mereka. kok malah enak enakan makan bersama . kurang ajar,, nenek tua itu bohongin aku!!". ucap Aliyah marah.
__ADS_1