Terjebak cinta sahabat (cinta yang rumit)

Terjebak cinta sahabat (cinta yang rumit)
Anak kedua


__ADS_3

usia Rendra kini sudah 8 tahun . siapa sangkah, Rendra tumbuh menjadi anak yang pintar dan genius . tapi karna kegeniusan nya dia menjadi anak yg dingin dan arogan .


Rendra duduk di kelas 3 SD, namun setelah pulang sekolah ia langsung ke kantor kakek nya . sepertinya ia memang tertarik dengan usaha kakeknya di banding dengan usaha yang ayah . Rendra juga menguasai komputer di usianya yang masih terbilang dini .


waktu sarapan di meja makan .


"pa, papa bener bener menjajah anakku pah?". tanya Dev .


"maksud kamu apa??". tanya papa balik .


" papa selalu membawa Rendra ke kantor sehabis Dy pulang sekolah . kasian kan putri , putri gak ada waktu buat bermain dengan anaknya .. ". ucap Dev tegas .


" Dev .bukan papa yang menyuruh Rendra, tapi Rendra sendiri yang ingin kesana dan belajar disana", ucap papa .


"belajar apa?? Rendra masih terlalu dini untuk belajar masalah kantor". ucap Rendra lagi .


Rendra yang mendengar pun jadi tak berselera.


" pa, kakek stop!!" ucap Rendra .


"mulai sekarang pulang sekolah langsung pulang kerumah!!". ucap Dev tegas .


" pa,,, semua ini keinginan Rendra sendiri. kan papa sendiri yang bilang,," jadi anak lelaki harus bertanggung jawab . mulai dari sekarang sudah bisa menentukan pilihan yang terbaik", dan Dev tertarik dengan perusahaan kakek."!!!. ucap Rendra tegas .

__ADS_1


"tapi kamu masih terlalu dini ren..."". ucap papa.


"Rendra suka pa...!!". ucap Rendra lagi .


"sudah sudah . kita sedang makan, kenapa jadi bertekak begini". ucap mama .


"mas,, udah ya.. aku gakpapa kok . biar Rendra memilih apa yang dia suka." ucap putri .


"lihat mama kamu, kamu gak sayang sama mama? bahkan waktu buat bersama dengan mama pun tidak ada!!." ucap Dev lagi .


Dev tahu, anaknya ini sungguh dewasa sebelum waktunya .


"maka buatkan lah Rendra adik . agar mama tidak kesepian". ucap Rendra santai .


memang dari Rendra berusia 5 tahun, dia sudah meminta adik,namun tidak pernah di tanggapi .


"sudah mas sudah, Rendra masih kecil". ucap putri .


"kenapa sih pa, ma?? kenapa kalian tidak pernah mau tambah anak kedua?? apa kalian pernah tahu, aku kesepian dirumah. aku bosan !!". ucap Rendra marah dan langsung meninggalkan meja makan .


Dev dan putri tertegun mendengar kata kata Rendra barusan . ternyata pilihan mereka tidak akan menambah anak kedua adalah salah . tanpa mereka sadari,mereka sendiri yang sudah mengubah anaknya menjadi anak yang dingin .


"ini yang papa takutkan Dev, put. waktu itu papa sering melihat Rendra melamun sendirian dirumah, makanya papa membawanya ke kantor. ternyata dia senang dan begitu tertarik melihat alat elektronik yang bisa dia pakai . dan dia anak yang begitu pintar dan genius . dalam sekejap, dia bisa menguasai semuanya . dan papa yakin, setelah dia tamat dari bangku sekolah SMA , dia bisa langsung menjadi CEO". jelas papa dan meninggalkan meja makan juga .

__ADS_1


putri pun menangis dan dan Dev langsung memeluknya .


"tenanglah sayang , tenangkan dirimu.. Rendra berkata begitu karna dia tidak tahu yang kamu alami." ucap Dev .


"aku inggin kekamar dan sendiri mas". ucap putri .


"tapi sayang?". ucap Dev .


"bukankah kamu ada meeting di kantor?". ucap putri .


"ahh iyaa,, aku sampai melupakan nya". batin Dev .


"biar mama yang temani putri dirumah Dev . kamu pergilah". ucap mama .


"yaudah syang, mas pergi ya.. jangan nangis lagi .. ma titip putri ". ucap Dev pada putri dan mama nya .


dan di angguki oleh putri dan mama .


"assalamualaikum,,". ucap Dev.


"walaikumsalam,," .ucap mama dan putri serentak.


di kamar putri..

__ADS_1


"apa ini waktunya untuk melupakan trauma itu??" lirih putri .


"tapi aku selalu d Bayangi dengan bayangan aku hamil dan di tabrak mobil, aku sungguh takut"., ucap putri terisak .


__ADS_2